Matius 22:18,
Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: ”Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik?
Orang Munafik Jahat Hati
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Sepenggal lirik lagu era 90’an yang dinyanyikan penyanyi lawas Bob Tutupoli, “Memang lidah tak bertulang tak terbatas kata-kata, tinggi gunung seribu janji, lain di bibir, lain di hati”. Ada juga ungkapan populer, “dalamnya lautan bisa terukur, tetapi dalamnya hati orang siapa yang tahu”. Kalimat-kalimat ini melukiskan hati manusia penuh rahasia.
Siapakah yang dapat menebak isi hati manusia? Orang bisa berkata manis, bisa tersenyum senang, bisa memuji dengan kata-kata sanjungan, tapi bisa saja apa yang dikatakan dan dilakukannya berbeda dengan apa yang ada di relung hatinya. Lihatlah orang-orang Farisi dan Herodian. Awalnya mereka memuji-muji Yesus Kristus, seolah-olah mereka percaya pada-Nya. Yesus Kristus dikatakan sebagai guru yang baik. Mereka mengajukan pertanyaan dan menunggu jawaban-Nya, seolah-olah jawaban itu penting dan mereka butuhkan. Demikian penampilan mereka di depan Yesus Kristus, padahal hati mereka merancang yang jahat. Tujuan mereka adalah menjerat dan untuk menjatuhkan-Nya. Tetapi Yesus Kristus mengetahui isi hati mereka. Dengar keras Yesus Kristus menyebut mereka orang-orang munafik.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Adakah kita juga bersikap seperti orang-orang Farisi ini? Hidup kita dipenuhi dengan kepura-puraan dan kemunafikan? Kita memuji orang lain di depan mereka, tetapi dalam hati kita berkata sebaliknya. Kita menyanjung orang lain, namun di belakangnya kita justru mengumpat tentang dia. Kita tersenyum dan menyapa dengan manis tapi setelah dia pergi kita justru menyumpahi dia. Perbuatan ini adalah kemunafikan.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Kemunafikan dapat merusak hubungan antar anggota keluarga, mengurangi kepercayaan dan menciptakan ketegangan yang berpotensi pada pertikaian dan perpecahan. Kemunafikan cenderung melukai satu dengan yang lain dan merusak hubungan sosial, moralitas dan spritual serta menghambat keharmonisan dan kebahagiaan keluarga Kristen.
Jika kita masih bersikap munafik, bertobatlah! Sebab Tuhan Allah mengetahui hati. Ingatlah, bahwa Tuhan Allah melihat kehidupan kita sampai ke dalaman hati (I Sam 16:7). Tidak ada satu pun yang tersembunyi di hadapan-Nya. Tuhan Allah membenci kemunafikan, tetapi mengasihi orang yang tulus hati. Amin
Doa: Ya Tuhan Allah, Engkaulah yang paling mengerti isi hati kami. Tidak ada satupun yang bisa kami sembunyikan di hadapan-Mu. Tolonglah kami agar mampu menjaga hati dari segala tipu daya dan kepura-puraan. Bentuklah kami ya Tuhan Allah untuk tidak menjadi orang munafik dan mampu menjaga kekudusan hati dengan bersikap tulus melakukan yang benar sesuai dengan firman-Mu, dalam nama Yesus Kristus. Amin.

























