Daniel 6:16-19
(16) Lalu bergegas-gegaslah orang-orang itu menghadap raja serta berkata kepadanya: ”Ketahuilah, ya raja, bahwa menurut undang-undang orang Media dan Persia tidak ada larangan atau penetapan yang dikeluarkan raja yang dapat diubah!”
(17) Sesudah itu raja memberi perintah, lalu diambillah Daniel dan dilemparkan ke dalam gua singa. Berbicaralah raja kepada Daniel: ”Allahmu yang kausembah dengan tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau!”
(18) Maka dibawalah sebuah batu dan diletakkan pada mulut gua itu, lalu raja mencap itu dengan cincin meterainya dan dengan cincin meterai para pembesarnya, supaya dalam hal Daniel tidak dibuat perubahan apa-apa.
(19) Lalu pergilah raja ke istananya dan berpuasalah ia semalam-malaman itu; ia tidak menyuruh datang penghibur-penghibur, dan ia tidak dapat tidur.
Menghadapi Dilematis Kehidupan
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Raja Darius, penguasa Babel, menghadapi dilema ketika dihadapkan pada situasi yang mengancam nyawa Daniel, seseorang yang ia kagumi dan hormati. Raja Darius dikenal sebagai seorang pemimpin yang bijaksana dan adil. Ia menunjuk Daniel sebagai salah satu pejabat tinggi kerajaannya. Kemampuan dan integritas Daniel telah terbukti, membuat disukainya. Namun, kecemburuan dan kebencian dari para pejabat lain memicu sebuah konspirasi jahat. Dibuatlah sebuah undang-undang yang melarang siapapun menyembah dewa selain raja selama tiga puluh hari dan akibatnya dihukum mati. Daniel yang teguh dalam imannya kepada Tuhan Allah, tetap setia berdoa tiga kali sehari, meskipun ia tahu risikonya.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Raja Darius harus memilih antara dua hal yang ia sukai. Sikap Darius dan Daniel adalah dua contoh karakter menghadapi masalah dilematis. Daniel menunjukkan kepercayaan yang teguh kepada Tuhan Allah. Meskipun nyawanya terancam, ia tetap setia berdoa. Hal ini mengajarkan kita pentingnya mempercayai bahwa Tuhan Allah memiliki kuasa yang tak terbatas dalam mengatasi setiap masalah atau ancaman yang kita hadapi.
Dalam iman kita dipanggil untuk meletakkan kepercayaan sepenuhnya pada Tuhan Allah karena Dia mampu melindungi, memberikan jalan keluar dan mengatasi segala kesulitan yang kita hadapi. Sebagai orang Kristen, kita harus siap untuk menghadapi dilema atau ujian yang mungkin menguji ketaatan kita kepada Tuhan Allah dan prinsip-prinsip-Nya. Dalam iman kita dipanggil untuk tetap optimis dan berharap pada Tuhan Allah, mengakui bahwa Dia adalah Tuhan yang dapat melakukan segala sesuatu.
Setiap orang sering berhadapan dengan dilema dalam kehidupan ini baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun peran lain di gereja dan masyarakat. Dalam menghadapi dilema atau masalah, sikap dan tindakan kita sebagai orang Kristen dapat menjadi saksi yang hidup tentang kebesaran dan kekuasaan Tuhan Allah. Kita harus memanfaatkan setiap kesempatan untuk membagikan iman kita dan menginspirasi orang lain untuk datang kepada-Nya. Hal ini mengingatkan kita, bahwa iman kita tidak hanya menjadi sesuatu yang pribadi, tetapi juga memiliki dampak dan relevansi dalam situasi dunia nyata yang kita hidupi. Dalam menghadapi dilema atau masalah, iman kita menjadi landasan yang kokoh dan sumber kekuatan yang tak terbatas. Amin.
Doa: Ya Tuhan Allah ajarlah kami untuk selalu menegadah dan memohon kepada-Mu dalam mengatasi setiap dilema dalam kehidupan ini dan tidak hanya mengandalkan diri sendiri. Amin.




















