Iman Diuji Melalui Penderitaan
Markus 4:38
Bingung, kuatir dan cemas merupakan sifat manusia yang menunjukkan tanda kegelisahan dan ketakutan. Sifat-sifat ini akan bermakna positif apabila kita memiliki iman yang teguh dalam menghadapi penderitaan. Sebab penderitaan membutuhkan iman supaya kita tegar dan kokoh menghadapi dampak dari penderitaan. Penderitaan yang kita alami merupakan persiapan bagi kita untuk menikmati kebahagiaan sejati. Maka janganlah kita bingung, kuatir dan cemas bila menghadapi penderitaan dalam hidup. Milikilah iman!
Firman Tuhan saat ini, memperlihatkan sikap para murid yang sedang bingung, ketika perahu nyaris tenggelam karena taufan dan ganasnya ombak sehingga perahu mereka hampir tenggelam. Hati, pikiran dan perasaan siapa yang tidak gentar atau yang bisa tenang saat menghadapi fakta hidup seperti dialami para murid? Lalu, mereka membangunkan Yesus dan berkata ”Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?”. Pernyataan ini mau menggambarkan seolah-olah Yesus tidak menghiraukan kondisi yang terjadi. Yesus bukan berarti tidak perduli terhadap persoalan yang dihadapi, tetapi Ia mau menguji iman para murid. Ungkapan para murid bahwa Yesus tidak perduli…. tercetus dari hati yang resah, kalut, gelisah dan takut. Suasana yang mengerikan dialami ketika berhadapan dengan kedahsyatan badai yang mengamuk. Di sini iman para murid diuji melalui pergumulan dan penderitaan yang mereka alami.
Sebagai keluarga, kita sering mengalami persoalan-persoalan sepeti: keuangan, pekerjaan, sakit-penyakit, perselingkuhan, keretakan antara suami isteri, orangtua dan anak serta kakak beradik, dan lain-lain. Seperti para murid, terkadang kita diizinkan Tuhan mengalami pergumulan untuk menguji iman dan untuk mendidik kita semakin memahami kuasa Yesus dalam berbagai eksistensi (keberadaan) hidup kita. Ingatlah, ketika kita mulai berpikir bahwa Yesus tidak perduli, atau tidak menghiraukan kita, hal itu justru telah menunjukkan bahwa kita meragukan kemahakuasaan Yesus. Selama Yesus ada bersama kita dalam perahu kehidupan ini, yakinlah, pergumulan dan persoalan hidup seberat apapun tidak akan dapat “menenggelamkan” perahu kehidupan kita. Amin.
Doa: Ya Tuhan, sering Engkau inget kami menghadapi pergumulan dan penderitaan dalam. Tolonglah kami agar melalui hal tersebut iman kami semakin teruji dan kokoh. Amin.





































