Matius 22:22
Mendengar itu heranlah mereka dan meninggalkan Yesus lalu pergi.
Jangan Pergi Meninggalkan Yesus
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Beberapa anak muda dalam sebuah pendakian, mulai menyadari bahwa mereka salah jalan. Mereka memperhatikan rute yang ditempuh tidak lagi sesuai dengan gambaran yang disebutkan dalam panduan. Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke base camp. Setelah sampai di base camp mereka pun mendengar kabar bahwa telah terjadi longsor parah di daerah yang baru saja mereka lewati. Ternyata, memutuskan untuk berbalik meninggalkan jalan yang salah adalah keputusan benar yang mereka buat.
Kisah ini berbeda dengan sikap orang Farisi dan Herodian yang mencobai Yesus Kristus (Mat 22:15). Sesungguhnya mereka punya kesempatan untuk berbalik dari jalan yang salah dan kembali ke jalan yang benar setelah melihat dan mendengar Yesus Kristus dengan segala hikmat-Nya. Namun sayangnya, sekalipun mereka heran, takjub bahkan kagum kepada-Nya, mereka tetap memutuskan pergi dan meninggalkan-Nya. Mereka tetap mengeraskan hati dan tidak mau bertobat. Kekerasan hati orang Farisi dan Herodian menggambarkan penolakan mereka terhadap ajaran Yesus Kristus dan ketidakmauan mereka untuk berubah. Kendati telah melihat mujizat dan mendengar pengajaran-Nya, namun mereka tetap bersikap keras kepala menolak dan mempertahankan keyakinan yang salah.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Sebagai keluarga Kristen, janganlah kita mengeraskan hati terhadap kebenaran Tuhan Allah. Jangan kita menjauhkan diri dari Yesus Kristus. Jangan menjauhkan diri dan bersikap keras hati seperti yang dilakukan orang Farisi dan Herodian. Sebaliknya, bersikaplah terbuka pada kebenaran firman yang diajarkan Yesus Kristus. Hati yang terbuka pada kebenaran firman dapat menerima ajaran dengan rendah hati dan siap untuk berubah. Ini mendorong pertumbuhan rohani bagi setiap anggota keluarga Kristen untuk melakukan prinsip-prinsip kekristenan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai orang percaya, marilah kita bersikap bijak untuk memeriksa langkah-langkah yang kita ambil di hidup ini. Jikalau kita menyadari bahwa langkah kita salah, segeralah menghentikannya dan bertobat. Kembalilah kepada jalan yang benar, yang ditunjukkan Tuhan Allah dan jangan keraskan hati, jangan menjauhkan diri dari Yesus Kristus. Sebab orang yang mengeraskan hati dan tidak mau bertobat, pada akhirnya akan tersesat yang berujung pada penyesalan mendalam, bahkan kebinasaan. Amin
Doa: Ya Tuhan Allah, tolonglah kami agar beroleh hati yang bijaksana untuk dapat memilih jalan yang benar dalam hidup kami. Jauhkanlah daripada kami semua sikap yang mau mengeraskan hati dan tidak mau bertobat, agar pada akhirnya kami tidak menyesali kehidupan ini. Dalam nama Yesus Kristus, Amin.
























