Ulangan 4:13-14
(13) Dan Ia memberitahukan kepadamu perjanjian, yang diperintahkan-Nya kepadamu untuk dilakukan, yakni Kesepuluh Firman dan Ia menuliskannya pada dua loh batu.
(14) Dan pada waktu itu aku diperintahkan TUHAN untuk mengajarkan kepadamu ketetapan dan peraturan, supaya kamu melakukannya di negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya.
AJARKAN KETETAPAN DAN PERATURAN TUHAN ALLAH, SUPAYA KAMU MELAKUKANNYA
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Menurut KBBI perjanjian adalah “persetujuan tertulis atau dengan lisan yang dibuat oleh dua pihak atau lebih, masing- masing bersepakat akan menaati apa yang tersebut dalam persetujuan itu.” Jadi perjanjian apapu, misalnya pekerjaan, bisnis, jua! beli dan lain sebagainya harus dipatuhi. Jangan dilanggar, karena punya konsekwensinya. Dalam realita, ada orang yang begitu mudah buat perjanjian tetapi dengan mudah melanggarnya. Di keluarga, suami istri yang mengikrarkan janji saling setia terkadang melanggarnya dengan perselingkuhan sehingga berakhir di perceraian. Dalam pelayanan, awalnya berjanji setia melayani, tapi seiring berjalannya waktu mulai mengingkarinya dengan berbagai alasan seperti kesibukan pekarjaan, masalah keluarga dan lain sebagainya. Sebagai anggota jemaat sering berjanji setia, rajin beribadah tetapi karena pergumulan yang berkepanjangan, keinginan yang tak terpenuhi, berbalik tidak setia serta malas beribadah.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Bangsa Israel terus diingatkan akan perjanjian dengan Tuhan Allah di gunung Horeb, yang merupakan peraturan dan ketetapan yakni kesepuluh firman, ditulis pada dua loh batu. Tujuan Musa mengingatkan perjanjian itu agar bangsa Israel tetap mengingat kasih setia Tuhan Allah dan tidak mudah terpengaruh dengan ilah bangsa Kanaan. Tetap setia melakukan perintah-Nya agar menjadi bangsa yang besar, kuat dan diberkati. Karena perjanjian dengan Tuhan Allah berisi kesepuluh firman merupakan jalan yang harus mereka tempuh dan pedoman yang harus mereka pegang. Ketika bangsa Israel masuk di tanah Kanaan, perjanjian itu harus dilakukan tidak boleh dilanggar. Melakukan perjanjian menjadi bukti mereka bangsa setia yang menghormati, mengasihi dan mengandalkan Tuhan Allah.
Keluarga Kristen gang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Apa yang disampaikan Musa kepada bangsa Israel, diingatkan juga kepada kita orang percaya di masa kini. Perjanjiaan Tuhan Allah yakni kesepuluh firman yang digenapi dengan Hukum Kasih harus dipraktikan dengan baik. Refleksikan itu di hidup kita setiap hari baik di keluarga, jemaat dan masyarakat. Janji setia keluarga dalam pernikahan terus ditunjukan oleh suami istri dengan hidup saling mengasihi, saling mengingatkan, beribadah bersama agar persekutuan hidup keluarga kokoh. Menjadi keluarga yang tidak tergoda dengan tawaran di era ini, yang dapat menjerumuskan. Kesetiaan dalam pelayanan perlu dipertahankan untuk melayani sebagaimana janji kepada Tuhan Allah, sekalipun banyak tantangan dan pergumulan. Tuhan Allah dalam Yesus Kristus berjanji menyertai kita dalam kerja dan pelayan, juga di tengah keluarga. Amin.
Doa: Ya Tuhan Allah, mampukan kami mengingat perintah perjanjian-Mu tentang hukum-hukum yang harus dilakukan dalam kehidupan setiap hari. Amin
























