Ulangan 10:16
Sebab itu sunatlah hatimu dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk.
Jangan Lagi Kamu Tegar Tengkuk
Keluarga Kristen yang di kasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Dalam masa pengembaraan di padang gurun sejak keluar dari Mesir, generasi awal bangsa Israel senantiasa melakukan pemberontakkan kepada Tuhan Allah dan cenderung mengikuti keinginan diri yang bertentangan dengan kehendak-Nya. Akibatnya mereka dikatakan sebagai bangsa yang tegar tengkuk sehingga mereka tidak diijinkan untuk memasuki tanah perjanjian. Pengalaman sejarah tersebut dialami Musa sebagai bagian dari generasi awal bersama bersama Yosua dan Kaleb yang masih hidup (Bilangan 14:29-30). Pengalaman itu dijadikan sebagai peringatan bagi generasi baru Israel agar tidak mengulangi kesalahan yang dilakukan oleh generasi sebelumnya sehingga tidak diijinkan memasuki Tanah Kanaan karena mereka meragukan kuasa dan kasih Tuhan Allah. Musa menghendaki agar generasi baru yang akan memasuki tanah Kanaan yang telah dijanjikan oleh Tuhan Allah melalui sungai Yordan, agar tetap hidup dalam ketaatan dan kesetiaan kepada-Nya. Dan ketika berada di Tanah Kanaan di antara bangsa-bangsa yang tidak menyembah-Nya agar tidak terpengaruh oleh penyembahan berhala yang dipraktikkan oleh bangsa-bangsa lain dan tetap berpegang teguh pada Tuhan Allah sebagai pusat kehidupan mereka.
Keluarga Kristen yang di kasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Frasa “sunatlah hatimu” dalam teks ini menunjuk pada hati yang telah menyadari dan menerima anugerah Tuhan Allah sehingga menjadi umat-Nya. Hati yang sudah disunat ini kemudian akan menghasilkan buah-buahnya, yaitu berlaku setia kepada Tuhan Allah dengan mematuhi segala ketetapan dan hukum-Nya. Hati yang sudah disunat tidak akan menjadi tegar tengkuk lagi (keras kepala), melainkan memiliki belas kasihan seperti yang diperlihatkan-Nya. Jadi, “sunatlah hatimu” menunjukkan penerimaan dan penyerahan diri penuh kepada Tuhan Allah, yang kemudian akan diwujudkan dalam ketaatan dengan kasih yang tulus.
Keluarga Kristen yang di kasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Firman Tuhan hari ini mengajak kita sebagai keluarga Kristen untuk memahami dan meyakini bahwa oleh kasih setia Tuhan Allah, maka kepada kita dianugerahkan janji-janji berkat dan jaminan keselamatan jika mengasihi Dia dalam kesungguhan, kesetiaan, ketulusan hati dan ucapan syukur. Sambil berkomitmen untuk menghadirkan belas kasihan Tuhan Allah dalam kehidupan dengan sesama tanpa memandang perbedaan.
Doa : Ya Tuhan Allah yang berlimpah kasih setia, inilah kami anak-anak-Mu yang bersyukur atas kasih setia-Mu bagi kami. Ajarlah kami untuk menyerahkan seantero hidup kepada-Mu dan mengutamakan kehendak-Mu atas kehendak kami dalam kehidupan ini. Tambah-tambahkanlah iman kami agar kami semakin mengasihi dan setia kepada-Mu serta menjadi berkat bagi sesama. Amin


























