Efesus 5:3-4
(3) Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut saja pun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus.
(4) Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono – karena hal-hal ini tidak pantas – tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur.
HIDUP SEBAGAIMANA ORANG KUDUS
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Seseorang dapat dinilai mulai dari apa yang diucapkannya setiap hari. Yesus Kristus berkata bahwa apa yang diucapkan mulut meluap dari hati (lih. Matius 12:34). Hidup sebagai orang percaya seharusnya mencerminkan perubahan ajaib yang telah terjadi di dalam diri kita, yakni di dalam hati kita, sehingga kata-kata dan tindakan kita adalah sesuai kehendak-Nya.
Penulis surat Efesus berbicara tentang hal-hal yang bahkan “disebut saja pun jangan di antara kamu.” Saat seorang Kristen meninggalkan gaya hidup kafir untuk berjalan dalam kekudusan Tuhan Allah, dosa-dosa tertentu tidak boleh ada dalam hidup pribadi. Bila dosa tidak boleh disebutkan, apalagi untuk dilakukan. Penulis menegaskan hal ini kembali pada ayat 12, “Sebab menyebutkan saja pun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan.” Penulis secara khusus menunjuk pada percabulan, kecemaran, dan keserakahan. Tidak melakukan hal-hal ini adalah yang sepatutnya dan selayaknya bagi seorang Kristen dengan identitas barunya yang disebut sebagai orang-orang kudus. Penulis kemudian berbicara tentang apa yang tidak pantas, yang tidak sepatutnya dan tidak selayaknya dalam hidup orang-orang kudus, yakni perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono. Semua ini menunjuk pada perkataan-perkataan yang memalukan, yang tidak didasari hikmat dan lelucon kasar yang didasari pada niat cabul. Jemaat sebaliknya dipanggil untuk mengucapkan syukur. Bibir yang mengucap syukur kepada Tuhan Allah akan terhindar dari mengucapkan hal-hal yang memalukan tadi.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Sebagai keluarga Kristen, kebiasaan berkata dan bertindak kita haruslah menunjukkan apa yang sepatutnya bagi orang-orang kudus yang telah menerima karya pengorbanan Yesus Kristus di atas kayu salib. Ini sangat penting, terutama dalam komitmen menurunkan iman kepada anak-anak kita. Apakah yang kita ucapkan dan lakukan setiap hari kelak menjadi warisan iman bagi keturunan kita? Renungan dari ayat-ayat ini kiranya menolong kita untuk mengevaluasi bagaimana kita hidup dan berbicara, serta mendorong kita untuk mencerminkan nilai-nilai kristiani dalam setiap aspek kehidupan kita, Amin.
Doa: Ya Tuhan Allah, biarlah hati dan bibir kami penuh dengan ucapan syukur. Tolonglah kami menolak untuk berkata-kata yang tidak pantas, apalagi hidup dalam hawa nafsu dosa. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.

























