Yehezkiel 33:2-6,
(2) ”Hai anak manusia, berbicaralah kepada teman-temanmu sebangsa dan katakanlah kepada mereka: Kalau Aku mendatangkan pedang atas sesuatu negeri dan bangsa negeri itu mengambil seorang dari antara mereka dan menetapkan dia menjadi penjaganya
(3) dan penjaga ini melihat pedang itu datang atas negerinya, lalu meniup sangkakala untuk memperingatkan bangsanya,
(4) kalau ada seorang yang memang mendengar suara sangkakala itu, tetapi ia tidak mau diperingatkan, sehingga sesudah pedang itu datang ia dihabiskan, darahnya tertimpa kepadanya sendiri.
(5) Ia mendengar suara sangkakala, tetapi ia tidak mau diperingatkan, darahnya tertimpa kepadanya sendiri. Kalau ia mau diperingatkan, ia menyelamatkan nyawanya.
(6) Sebaliknya penjaga, yang melihat pedang itu datang, tetapi tidak meniup sangkakala dan bangsanya tidak mendapat peringatan, sehingga sesudah pedang itu datang, seorang dari antara mereka dihabiskan, orang itu dihabiskan dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari penjaga itu.
Allah Berkenan Kepada Pertobatan Orang Fasik Supaya Ia Hidup
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan,
Dalam hidup ini ada orang yang mengeraskan hatinya dan tidak mau diperingatkan untuk membaharui hidup. Dalam situasi seperti ini, tidak ada hal/keadaan baik yang dapat dinikmatinya, kalaupun ada, itu hanya sementara sifatnya. Padahal hidup dalam ketaatan dan kesetiaan menjadi hal hakiki dalam kekristenan, sebab itulah yang dikehendaki Tuhan dan itulah juga yang dapat memelihara kehidupannya untuk dapat menikmati hal/keadaan baik.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Ayat 10-11 yang kita baca hari ini menegaskan tentang apa maksud Tuhan Allah ketika ia menuntut sang nabi, sebagai penjaga Israel, memberi peringatan kepada mereka yang jahat. Teks menyatakan: …Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Ini dilanjutkan dengan pertanyaan: Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel? Untuk memahaminya, ada tiga kata yang perlu diperhatikan: berkenan, pertobatan, dan hidup. Kata Ibrani berkenan, khapats, artinya menginginkan, menghendaki, mengharapkan, senang. Kata Ibrani untuk pertobatan dan bertobat adalah sub yang artinya: kembali, pulang, berbalik, putar balik, memulihkan, memperbaiki, memperbarui. Kata Ibrani untuk hidup, hayah, mengandung arti: ada, tetap hidup, terus hidup, Sesungguhnya Tuhan tidak menghendaki umat-Nya mati dalam dosa, melainkan Dia menghendaki agar mereka yang melakukan kejahatan itu berbalik, dipulihkam, dibaharui dari kejahatan mereka dan tetap hidup.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Kita diajak untuk hidup sesuai kehendak Tuhan, yaitu hidup di bawah kasih karunia-Nya dan bukan di bawah kuasa dosa dan maut. Oleh karena itu, sebagai orang tua adalah panggilan iman kita untuk memperingatkan keluarga kita, agar taat dan setia. Kita tidak boleh abai dalam memerankan tanggungjawab pengajaran apalagi di era digital saat ini yang juga memberi pengaruh negatif terhadap kehidupan dan pertumbuhan iman orang Kristen termasuk anak-anak. Dalam situasi ini hendaklah orang tua tidak boleh lengah. Pertobatan juga harus menjadi bagian orang-tua, suami-istri agar hidup takut akan Tuhan. Kerjakanlah tanggungjawab penggembalaan sebagai orang tua bagi anak-anak serta keluarga agar hidup taat dan setia kepada Tuhan, supaya kita semua hidup, sebab itulah yang sesungguhnya dikehendaki Tuhan bagi kita. Amin.
Doa: Ya Tuhan berilah kami hati yang mau diingatkan dan ditegur, supaya ketika ditegur dan diingatkan kami tidak akan mengeraskan hati tapi mau membaharui kehidupan. Mampukanlah kami hidup dalam kehendak Tuhan supaya kami diberkati. Amin








































