
“TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku” (ay 1). Itulah kalimat pembuka doa dari sang pemazmur, itulah kalimat pembuka Mazmur 139 ini. Sebuah doa keyakinan bahwa Allah menyelidiki dan mengenal sang pemazmur. Allah yang menyelidiki dan mengenal adalah Allah yang Mahatahu. Allah tahu setiap tindakan, kedalaman hati dan pikiran sang pemazmur. Mazmur 139 ini merupakan ungkapan permohonan pemazmur kepada Tuhan Allah. Ia merenungkan makna hidup yang didapatkan dalam kedekatan hubungan dengan Tuhan Allah. Mazmur 139 ini dibagi dalam 4 alinea dengan masing-masing 6 ayat yang berbicara tentang : Allah yang Mahatahu (ay 1-6), Allah yang Mahahadir (ay 7-12), Allah yang Mahakuasa (ayat 13-18), Respon Pemazmur (ayat 19-24).
Allah yang Mahatahu (ayat 1-6). John Calvin menuliskan: “Dua hal paling penting yang perlu kita kenal adalah mengenal Allah dan mengenal diri sendiri”. Di dalam mengenal diri, kita menemukan keberadaan Allah dan di dalam mengenal Allah, kita mengetahui siapakah diri kita yang sebenarnya. Salah satu kebutuhan terdalam manusia adalah kebutuhan untuk di kenal, siapapun dia pasti akan merasa terasing jika ia berada di suatu komunitas dan ia tidak di kenal. Pemazmur berkata bahwa Allah mengenal dan pengenalan Allah sempurna. Sehingga manusia berharga bukan karena memperkenalkan diri kepada dunia, tetapi karena Allah lebih dahulu mengenal dirinya. Allah yang Mahatahu itu adalah Allah yang sungguh mengenal manusia dan seluruh ciptaanNya. Pengenalan manusia akan dirinya sendiri terbatas bahkan di tahap tertentu manusia bahkan tidak mengetahui apa yang benar-benar dibutuhkan atau diinginkan oleh dirinya sendiri.
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, timbul sebuah pertanyaan, jikalau Allah adalah Allah yang Mahatahu mengapa harus berdoa? Toh Allah juga sudah tahu? Lagipula yang terjadi adalah Kedaulatan Allah? Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, ada sebuah cerita tentang seorang anak, seorang anak ini karena masih kecil ia hanya tahu satu rumusan doa yaitu doa makan. Jadi ketika ia akan bermain, tidur, bangun tidur dan aktivitas lainnya ia hanya berdoa dengan rumusan doa makan (Tuhan berkatilah makanan dan minuman ini dst). Suatu kali sang anak sedang bermain bersama teman-temannya, ketika sedang bermain tiba-tiba ada ular. Betapa paniknya teman-temannya ada yang lari, berteriak dan sang anak tersebut hanya berdoa, dan yah rumusan doa adalah doa makan. Di hadapan ular tersebut sang anak berdoa, Tuhan berkatilah makanan dan minuman ini dst. Ular tersebutpun pergi. Entahkah ular tersebut pergi karena takut, sudah di doakan makan (orang manado ini) ataukah hal lain. Tapi yang pasti bahwa ular tersebutpun pergi. Sang anak salah dalam berdoa tapi yang pasti adalah sang anak berdoa dalam imannya bahwa ia akan aman dari bahaya ular tersebut. Tuhan mendengar bahkan lebih daripada doa yang terucap yaitu doa dalam iman. Seorang suami walaupun sudah menikah bersama istrinya, ia sering berucap “aku mengasihimu” kepada istrinya. Istrinya tahu bahwa suaminya mengasihinya, bahkan tanpa kata-katanya namun, tetap istrinya senang ketika suaminya berkata aku mengasihimu. Allah pula senang dengan orang-orang yang mau dekat dengan-Nya, senang mendengar doa orang-orang yang percaya kepada-Nya, senang kepada orang-orang yang meresponi AnugerahNya.
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan banyak orang jago dalam menunjukkan sisi terbaik hidupnya, tidak sedikit orang yang terlihat bahagia namun menyimpan kesedihan. Ada banyak orang yang terlihat kuat di luar tetapi rapuh di dalam. Ada banyak orang yang terlihat baik-baik saja namun sedang bergumul dengan berbagai persoalan kehidupan. Orang lain tidak tahu namun Allah tahu, Dia Allah yang Mahatahu. Tidak ada penderitaan yang tidak dipahamiNya. Bahkan air mata yang tersembunyi itupun diketahui Allah. Bahkan ketika mulut tak mampu berkata-kata, Tuhan mengetahui hati kita. Tidak ada yang tersembunyi dihadapanNya. Termasuk dosa dan kesalahan kitapula tidak ada yang tersembunyi dihadapanNya. Sehingga pertanyaan bagi kita, Allah mengenal kita, sudahkah kita sungguh-sungguh mengenal Allah?
Allah yang Mahahadir (ay 7-12), ada sebuah lagu anak sekolah minggu, kira-kira liriknya begini: “di kanan Kau ada, di kiri Kau ada, di atas dan di bawah Kau ada, di suka Kau ada, di dukaku Kau ada, kar’na Engkaulah Yesusku”. Lagu ini mengajarkan apa yang diungkapkan oleh Pemazmur bahwa Tuhan hadir dalam hidup yang tidak tergantung pada keadaan yang sedang kita alami. Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu? Kemana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Lagu anak sekolah minggu ini terlihat dan terdengar sederhana namun dalam maknanya. Dalam suka dan duka, dalam susah dan senang, sehat dan sakit Allah hadir. Dia bukan hanya Allah yang tersembunyi (Misteri) Deus Absconditus namun juga Allah yang membuka diri-Nya bagi manusia Deus revelatus dalam Yesus Kristus. Allah yang transenden menjadi Allah yang imanen (Imanuel) Allah beserta kita.
Allah yang Mahakuasa (ay 13-18), Tuhan Engkau adalah Allah yang Mahakuasa jawablah doaku, jadikanlah segala sesuatu menurut kehendaku. Benarkah Allah yang Mahakuasa adalah Allah yang dapat kita perintah? Jika yang Mahakuasa dapat kita perintah, maka yang Mahakuasa itu sudah dikuasai oleh kita dan kita menjadi lebih kuasa dari yang Mahakuasa. Pemazmur mengungkapkkan bahwa ayat 13-14 sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepadaMu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Pemazmur takjub akan keseluruhan proses hidup manusia dan manusia tidak dapat menyelami pikiran Allah. Berbicara tentang Allah yang Mahakuasa tidak dapat di pisahkan dengan kedaulatan Allah. Allah yang Mahakuasa adalah Allah yang berdaulat.
Respon Pemazmur (ayat 19-24), Pemazmur Daud merenungkan atribut-atribut Allah. Daud berbicara tegas mengenai orang-orang yang melawan Allah. Orang-orang yang acuh tak acuh dengan ketetapan dan kehendak Tuhan. Sebagai orang percaya kita dipanggil untuk mengasihi orang lain tetapi bukan berarti itu menjadikan kita kompromi terhadap dosa. Mulut kita memuji Tuhan namun hidup kita mempermalukan nama Tuhan. Pemazmur memberi teladan dan contoh ayat 23-24 selidikilah aku, ya Allah dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal. Daud memberi contoh sebuah doa, doa yang terarah pada kehidupan pribadi sebelum melihat kehidupan orang lain. Banyak orang lebih cepat menilai kesalahan orang lain dan sulit melihat, menilai kesalahan sendiri. Mudah untuk menegur namun sulit untuk menerima teguran. Daud memohon Tuhan untuk melihat, memeriksa hatinya, motivasi dan ketulusannya. Pikirannya, apakah sudah sesuai kehendak Tuhan dan memohon agar Tuhan menuntun jalannya. Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, bagi yang telah terpilih sebagai pelayan khusus marilah dalam proses ini kita memiliki hati yang tulus, pikiran yang murni memikirkan kehendak Tuhan dan tindakan yang memuliahkanNya. Pelayanan itu adalah Anugerah Allah. Mari memaknai Anugerah itu dengan baik, janganlah hanya bersemangat di awal saja, janganlah Flexing (sombong) dalam pelayanan karena pelayanan ini adalah milik Tuhan. Janganlah Ghosting (menghilang) dalam pelayanan, ketika ada yang tidak sesuai, kita meninggalkan pelayanan, maraju dalam pelayanan. Bagi kita yang tidak terpilih, pelayanan itu bukan hanya soal stola dan mimbar. Pasar, jalan, tempat kerja dan dimanapun dapat menjadi tempat pelayanan kita. Sehingga banyak orang semakin memuliahkan Allah yang Mahatahu, Mahahadir, Mahakuasa AMIN.

























