
Shalom. Damai Di Hati. Puji Tuhan, Selamat Hari Pentakosta saudara. Pertanyaan mengawali khotbah di hari Pentakosta ini, sudahkah saudara mengalami dan merasakan kehadiran Roh Kudus dalam hidup saudara? Inilah waktu yang tepat untuk bertanya kepada diri sendiri, Sudahkah saya dipimpin oleh Roh Kudus? Atau justru saya masih terikat dengan kuasa dosa dan hidup menurut daging?
Saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Hari Pentakosta, dalam bahasa Yunani dikenal sebagai “Pentēkostē” yang berarti “hari kelima puluh”, merupakan perayaan yang penting dalam Iman Kristen. Perayaan ini Dirayakan pada hari Minggu ketujuh setelah Paskah, atau tepatnya 50 hari setelah Paskah, dan 10 hari setelah peringatan Kenaikan Yesus Kristus, Pentakosta memperingati turunnya Roh Kudus kepada para rasul dan murid-murid Yesus di Yerusalem. Pentakosta merujuk pada saat di mana Roh Kudus turun ke atas para pengikut Yesus, memberi mereka kuasa dan keberanian untuk memberitakan Injil ke segala bangsa. Oleh karena itu sangat penting bagi setiap pengikut Kristus yang menerima pimpinan kuasa Roh Kudus untuk berani menceritakan Injil dan menghidupi Injil sehingga nama Tuhan Yesus dipermuliakan.
Memperingati hari Pentakosta, sebagai warga GMIM kita diajak dalam suatu perenungan Firman Tuhan tentang hidup oleh Roh sesuai Surat Paulus kepada Jemaat di Roma pasal 8 ayat 1 sampai 17. Secara umum surat Paulus kepada Jemaat Kristen di Roma memberikan perhatian terhadap pengajaran-pengajaran Iman yang mendalam berkaitan Injil Yesus Kristus. Hal ini terlihat jelas di awal surat Roma ditulis pada Roma 1:16-17 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis, “orang benar akan hidup oleh iman.” Paulus menekankan tentang keselamatan hanya didalam Iman kepada Yesus Kristus dan bukan karena melakukan hukum Taurat. Ini menjadi titik awal Paulus dalam menuntun umat Kristen di Roma secara bertahap untuk mengerti pengajaran pembenaran berdasarkan iman di dalam Yesus Kristus dan lebih ditegaskan lagi, orang-orang yang sudah ada di dalam Kristus adalah orang-orang yang hidup berdasarkan pimpinan Roh Kudus.
Oleh sebab itu, secara khusus pada Roma pasal 8, Paulus memberikan penegasan bahwa pertama, orang yang hidup oleh Roh, telah diberi hidup dalam Kristus dan dimerdekakan dari hukum dosa dan hukum maut. Artinya kuasa dosa dan maut tidak lagi terikat pada orang yang sudah beriman kepada Yesus Kristus. Orang tersebut sudah mengalami hidup baru dalam Kristus dan sudah dimerdekakan melalui kematian Yesus Kristus. Oleh karena itu Paulus memperingatkan jemaat Kristen di Roma supaya mereka yang hidup oleh Roh, jangan lagi hidup menurut daging. Karena hidup menurut keinginan daging adalah perseteruan dengan Allah dan itu tidak berkenan kepada Allah. Sebaliknya orang yang dipimpin oleh Roh pasti mengalami kehidupan dan damai sejahtera.
Hal yang kedua, Paulus pun menerangkan bahwa orang yang dipimpin oleh Roh Allah atau Roh Kristus merupakan tanda bahwa kita adalah milik Kristus. Betapa bahagianya ketika kita memiliki status atau identitas sebagai milik kepunyaan Kristus. Milik Kristus berarti kita dikasihiNya, diampuniNya, dibenarkanNya, dihidupkanNya dan menerima Keselamatan yang besar. Itulah yang ditekankan Paulus pada ayat ke 11, Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh RohNya, yang diam di dalam kamu. Inilah Janji pengharapan bagi orang yang hidup oleh Roh Kristus dan menjadi milik Kristus seutuhnya.
Hal yang ketiga, Paulus menyadarkan orang Kristen di Roma, bahwa kita sebagai pengikut Kristus adalah orang yang berhutang tetapi bukan kepada daging. Maksud Paulus dari kalimat “orang yang berhutang” menunjuk pada setiap orang Kristen harus sadar betapa besar Kasih Allah yang menganugerahkan AnakNya yang tunggal yaitu Yesus Kristus untuk rela mati di kayu Salib demi menebus hutang-hutang dosa umat manusia. Karena Kristus sudah menebus dosa, oleh karena itu Paulus secara pribadi memahami bahwa orang Kristen adalah orang yang berhutang atas keselamatan besar yang dianugerahkan secara Cuma Cuma. Maka orang yang sudah ditebus di dalam Kristus dan dipimpin oleh Roh adalah orang yang berhutang bukan kepada daging melainkan kepada Roh. Bagi Paulus, perasaan berhutang ini adalah ekspresi iman terhadap Keselamatan di dalam Yesus Kristus sekaligus sikap iman untuk menunjukkan hidup yang dipimpin oleh Roh Kudus dengan mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama. Bahkan dikatakan Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Menjadi Anak Allah adalah identitas yang berharga bagi orang percaya. Karena itu bukan hanya sekedar diberi tanpa makna. Paulus menjelaskan orang yang hidup dipimpin oleh Roh disebut sebagai anak-anak Allah menandakan ada suatu keintiman dalam relasi atau hubungan yang mendalam antara Allah Bapa dan kita sebagai anak-anak Allah. Kita tidak lagi dibayangi ketakutan untuk datang kepada Bapa. Melainkan dengan penuh Kasih, Allah terbuka untuk menjumpai dan dijumpai oleh anak-anakNya yang sudah dimerdekakan dan diselamatkan melalui AnakNya yang tunggal yaitu Yesus Kristus. Lebih lanjut, Paulus menjelaskan bahwa sebagai anak-anak Allah, Orang Kristen memiliki hak ahli waris untuk menerima janji-janji Allah. Akan tetapi sebagai anak-anak Allah, orang Kristen pun memiliki tanggung jawab untuk turut menderita bersama-sama dengan Kristus. Dan siapa yang setia menderita bersama dengan Kristus, maka kelak akan dipermuliakan bersama dengan Kristus juga.
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Melalui uraian dan penjelasan ketiga hal penting di atas. Maka sebagai orang Kristen di masa kini, kita diajak untuk selalu interospeksi diri. Mari kita bertanya kembali, sudahkah saya membuka ruang bagi pekerjaan Roh Kudus? Sudahkah hidup saya dipimpin oleh Roh Kudus? Adakah buah Roh Kudus nampak lewat cara berpikir, bertutur kata dan perbuatan hidup setiap hari?
Ingatlah selalu orang-orang yang dipimpin Roh Kudus pasti orang tersebut tidak lagi terikat pada perbuatan dosa, tidak lagi hidup menuruti keinginan daging, tidak lagi menghambakan diri pada kuasa jahat dan menjauhi pikiran-pikiran serta perbuatan yang keji yang hanya mendatangkan kesia-siaan. Sebaliknya orang yang hidup dipimpin oleh Roh Kudus pasti orang tersebut mengalami pembaruan dalam Kristus, tinggal dalam Kristus, penuh damai sejahtera, penuh kasih, hidup berkenan kepada Allah, menjadi milik Kristus seutuhnya, hidup dalam kebenaran, hidup sebagai anak Allah, setia dan taat menderita bersama Kristus bahkan ada janji-janji Allah yang akan tergenapi yaitu menerima anugerah keselamatan dan dimuliakan bersama dengan Kristus. Inilah kabar baik dan kabar sukacita di hari Pentakosta bagi saudara. Maukah Saudarah hidup dipimpin oleh Roh Kudus? Semoga Roh Kudus memimpin dan menolong saudara untuk melihat betapa dalam dan luas karya Kasih Allah untuk menyatakan keselamatan di dalam Yesus Kristus sekaligus Roh Kudus memelihara dan menguatkan saudara untuk menceritakan Injil Kerajaan Allah bagi semua makhluk sampai kepada kesudahan zaman. Tuhan menolong kita semua. Amin.























