
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, kita mungkin pernah mendengar Tagline dari Iklan Lampu Philips yang berkata: “Terus Terang, Philips Terang Terus.” Tagline ini dibuat untuk memperkuat identitas brand, mempromosikan nilai produk, menarik perhatian konsumen, sehingga ketika kita mau membeli lampu kita cepat mengingat merek/brand Philips ini. Meskipun demikian, lampu dengan merek/brand apapun tidak selamanya menyala. Pada batas waktu tertentu, ia padam dan harus digantikan dengan yang baru. Begitulah sumber cahaya/terang dari dunia yang bersifat sementara. Berbeda dengan sumber terang atau bahkan terang itu sendiri yang datang dari Sorga. Terang yang abadi, menerangi dunia, memberikan cahaya di hati setiap orang bahkan ditengah kegelapan ruangan, kegelapan dunia, bahkan gelapnya hidup sekalipun. Dialah Yesus Kristus Terang Dunia.
Dalam Yohanes 8:12-20 Yesus Kristus sendiri mengatakan kepada orang banyak: “Akulah terang dunia.” Ini adalah salah satu dari 7 pernyataan Yesus tentang siapa diri-Nya dalam Injil Yohanes: “Akulah Roti Hidup” (Yoh. 6:35), “Akulah Terang Dunia” (Yoh. 8:12), “Akulah Pintu” (Yoh. 10:7), “Akulah Gembala yang Baik” (Yoh. 10:11), “Akulah Kebangkitan dan Hidup” (Yoh. 11:25), “Akulah Jalan dan Kebenaran dan Hidup” (Yoh. 14:6), “Akulah Pokok Anggur yang Benar” (Yoh. 15:1). Itulah sebabnya banyak Teolog mengemukakan bahwa Injil Yohanes mempunyai Teologi yang lebih tinggi dibanding dengan Injil-ijnil lain.
Kisah dalam perikop ini terjadi pada saat hari Raya Pondok Daun (Bahasa Ibrani: Sukkot), dimana umat Yahudi membangun pondok-pondok beratapkan ranting dan dedaunan, untuk mengingat pemeliharaan dan pertolongan Tuhan bagi umat Israel yang mengembara di padang gurun selama 40 Tahun, serta syukur atas hasil panen. Dalam perayaan ini, ada upacara penuangan air di mezbah dan upacara penerangan Bait Allah dengan menyalakan pelita besar di Pelataran Wanita. Empat Kandil besar yang dinyalakan setiap malam yang cahayanya menerangi seluruh kota Yerusalem, untuk mengingatkan umat tentang Tiang Api yang menyertai dalam perjalanan di padang gurun.
Dalam suasana inilah, Yesus mengungkapkan: “Akulah terang dunia” (ay. 12). Akulah dalam Bahasa Yunani Ego Eimi berarti Akulah, aku adalah, aku ada. Ini berkaitan dengan nama Tuhan Allah Israel yang diberikan dalam Keluaran 3:14: “AKU ADALAH AKU.” Sehingga menunjukkan keilahian Yesus, kekekalan, dan hubungan-Nya dengan Bapa, sehakikat dengan Bapa, Ia Mesias yang dijanjikan para Nabi datang ke dunia sebagai Terang (Bnd. Yes. 9:1; 42:6; 49:6; 60:1).
Terang dalam Bahasa Yunani Phos berarti Terang atau Cahaya. Dalam kontkes ini menunjuk pada sumber kebenaran, sumber kehidupan Rohani, sumber pengharapan dan keselamatan. Bahwa di dalam Yesus kita akan memperoleh pengetahuan tentang arah jalan hidup yang benar sehingga kita tidak tersesat dalam kesalahan, di dalam Yesus kita akan memperoleh pencerahan spiritual sehingga kita tidak jatuh dalam kegelapan dosa dan kebingungan Rohani, dan di dalam Yesus kita memperoleh pengharapan baru untuk bangkit dari segala keterpurukkan sehingga kita tidak tenggelam dalam ketidakpastian, melainkan dibimbing pada jalan menuju keselamatan.
Jadi, Yesus Kristus adalah terang yang sesungguhnya, bukan sekedar simbol pelita/lampu dalam perayaan hari raya. Ia melenyapkan kegelapan, menerangi jalan menuju keselamatan, ia membuat hidup bercahaya dan tidak dikuasai lagi oleh kegelapan. Dan lebih hebat lagi, Terang itu adalah Terang dunia (Yun: Kosmos: seluruh alam semesta) menunjuk pada semua orang. Bukan hanya orang Yahudi, bukan hanya umat Kristiani. Bukan hanya gereja. Ia Terang bagi seluruh umat manusia, yang baik atau jahat, yang percaya atau tidak, bagi dunia. Karena itu, Ia menawarkan panggilan dan jaminan: Barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup (ay. 12). Bagian ini membuka jalan bagi dunia untuk mempunyai terang hidup, yaitu dengan mengikuti-Nya. Mengikuti disini berarti membangun hidup yang dekat, melekat dengan-Nya, sehingga siap berjalan di jalan-jalan Firman-Nya, hidup dalam kehendak-Nya. Mengikuti Yesus memiliki terang bukan hanya sementara, bukan hanya satu atau dua malam, melainkan sepanjang hidup, di segala aspek hidup. Itulah maksud memiliki terang hidup
Mendengar ungkapan Yesus ini, ayat 13 menjelaskan tentang reaksi orang Farisi: “Engkau bersaksi tentang diri-Mu, kesaksian-Mu tidak benar.” Dalam hal ini kita melihat bahwa orang Farisi tidak menanggapi pembicaraan Yesus tentang terang dunia. Mereka tidak menentang-Nya secara teologis tetapi secara hukum. Kesaksian Yesus diklaim tidak benar karena tidak ada saksi lain yang menguatkan. Karena itu Yesus memberi jawaban (ayat 14-19) bahwa kesaksian-Nya benar dan sah. Ia tahu asal dan tujuan-Nya, Ia bersaksi tidak sendiri karena Ia Bersama dengan Bapa yang mengutus-Nya (Bnd. Kel. 19:15). Orang Farisi tidak tahu asal dan tujuan Yesus, karena mereka menghakimi-Nya menurut ukuran manusia atau secara daging. Mereka menghakimi Yesus menurut apa yang mereka lihat sebagai manusia biasa. Mereka tidak dapat melihat kemuliaan Anak Allah, mereka tidak dapat melihat dan mengenal Bapa dalam diri Yesus Kristus. Karena mereka menolak-Nya, mereka tidak membuka hati untuk percaya kepada-Nya.
Dari bagian ini memberi makna bagi kita bahwa setiap kali kita menerima pemberitaan tentang Yesus, kita memiliki pilihan untuk menyatakan respon, apakah kita akan percaya kepada-Nya atau tidak. Jangan menjadi seperti orang Farisi yang menentang Yesus. Bukalah hati untuk semakin percaya kepada-Nya, kepada kebenaran-Nya, supaya kita semakin mengenal Bapa dan kehendak-Nya.
Akhirnya, ayat 20 menjelaskan bahwa kata-kata itu Yesus katakan di dekat perbendaharaan. Ini bukan menunjuk pada kamar-kamar perbendaharaan Bait Allah, sebab hanya imam yang boleh masuk di tempat-tempat itu. Tetapi ini menunjuk pada pelatataran Wanita Dimana ada peti-peti persembahan untuk perbendaharaan Bait Allah. Ini cocok dengan keterangan awal tentang upacara penerangan pada hari raya Pondok Daun. Tidak ada seorangpun yang menangkap Yesus karena saat-Nya belum tiba. Ini berbicara tentang waktu Tuhan. God’s Time is not our time. Waktu Tuhan bukan waktu kita. Sehingga dalam menjalani hidup ini, jangan pernah ragu untuk hidup dalam terang Kristus, bersaksi tentang-Nya, karena apakah itu perlindungan atau tantangan, semua ada dalam waktunya Tuhan.
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, dari Firman Tuhan ini kita belajar bahwa kita sudah memiliki Terang Dunia, yaitu Yesus Kristus. Ia sudah menerangi dunia dengan kasih dan keselamatan dari-Nya. Apakah hidup kita masih berada dalam kegelapan? apakah kita kesulitan memilih jalan? Apakah kita kebingungan menetapkan Langkah? Kita tidak tahu mana yang benar dan salah, mana yang tepat untuk dilakukan. Yesuslah Terang. Datang pada-Nya, mendekatlah pada-Nya, Ia sumber kebenaran sanggup mengarahkan langkahmu ke jalan-jalan yang tepat.
Apakah kerohanian kita masih gelap? Kita melakukan berbagai-bagai kejahatan dan dosa. Kita tertekan dengan dosa-dosa masa lalu, kita nyaman dengan kejahatan dan keburukan masa kini. Masalah dan pergumulan datang silih berganti, hidup terancam suram dan tak berarti, kita terpuruk seperti tak kuat lagi untuk bangkit. Datanglah pada-Nya, ikuti Dia. Dia punya pengampunan, kasih, dan pemulihan. Ia sanggup memperbaiki yang rusak, memberikan pertolongan yang hebat. Setitik Cahaya dari-Nya sanggup mengubahkan hidup kita, membangkitkan semangat kita, dan memberi harapan baru. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan, sumbuh yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan (Bnd. Yes. 42:3).
Biarlah Yesus menerangi hati, pikiran, perasaan, dan tingkah laku kita. Biarlah Yesus menerangi rumah tangga, tugas kerja, pelayanan, dan impian-impian kita. Efesus 5:8 berkata: “Dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang.” Ini bukan tentang kesempurnaan, tetapi tujuan untuk berbagi harapan dan membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik dan indah. Karena itu, apapun tantangan dan hambatan di depan, dalam iman kepada-Nya, berjalanlah dalam terang-Nya. Percayalah, Ia selalu punya cara dan waktu terbaik untuk memberkati kita. Karena Dia Yesus, Terang Dunia. Amin.





















