
Ada penggalan lagu rohani yang berbunyi: “Kubur kosong membuktikan Dia Hidup”…Ya, Yesus telah bangkit, Dia sungguh hidup…
Bacaan kita menunjukkan bukti-bukti peristiwa kebangkitan Yesus. Pagi-pagi benar setelah hari Sabat Yahudi tepatnya di hari Minggu, Maria Magdalena yang hendak merempah-rempahi mayat Yesus yang secara tradisi biasa dilakukan orang Yahudi, menjadi sangat terkejut karena menyaksikan bahwa Kubur Yesus kosong!
Namun Maria tidak langsung berpikir bahwa Yesus bangkit, dengan cepat dia menyimpulkan bahwa mayat Yesus dicuri. Hal ini sangat wajar, karena dia masih dalam keadaan berduka berpisah dengan Yesus, seorang yang sangat Dia kasihi. Yang terpikir dibenaknya hanyalah cerita orang-orang anti Yesus, bahwa ada kemungkinan mayat-Nya dicuri demi mengabarkan berita palsu Yesus bangkit.
Maria lupa akan janji Yesus tentang kebangkitan setelah kematian-Nya. Lalu Maria segera kembali ke rumah di mana murid-murid Yesus berada. Seperti Maria, murid-murid juga sedang tergoncang karena peristiwa penyaliban Kristus. Berita tentang kubur kosong yang disampaikan Maria segera membuat Petrus dan Yohanes berlari menuju kubur itu. Merekapun mendapati benar, kubur Yesus telah kosong. Mereka berdua masuk ke dalam dan melihat kain kafan yang sudah terletak di atas tanah. Kain kafan juga menjadi bukti bahwa Yesus bangkit bukan dicuri orang. Mengapa kain kafan di tanah sangat penting?
Karena jika Yesus dicuri, tentu kain itu akan ikut hilang. Bukti selanjutnya ialah kain peluh atau kain penutup wajah yang sudah terlipat dengan rapi. Ini semakin melengkapi bukti bahwa Yesus bangkit bukan dicuri karena secara akal pencuri tidak akan melipat dengan rapi kain tersebut.
Tetapi juga ada hal yang penting bahwa salah satu murid yakni Yohanes yang melihat kubur kosong itu menjadi percaya. Yohanes mengerti bahwa Yesus sudah bangkit sesuai dengan isi kitab suci yang menubuatkan bahwa Sang Mesias harus bangkit dari antara orang mati sesuai dengan pengajaran Yesus bahwa Dia harus mati namun bangkit pada hari yang ketiga.
Pikiran Yohanes berbeda dengan pikiran Maria, pikiran Yohanes rupanya dikuasai oleh pengertian akan firman yang tepat sedangkan Maria lebih mengikuti perasaan pribadinya dan terpengaruh oleh cerita-cerita orang tentang Yesus. Meskipun demikian kita tahu bahwa Maria dipilih Tuhan untuk menjadi saksi pertama kebangkitan Yesus menyatakan bahwa keterbatasan Maria tidak dapat membatalkan rencana indah Allah dalam hidupnya yakni menjadikan dia saksi kebangkitan Kristus.
Saudaraku, dari perenungan ini kita diajarkan tentang pentingnya hati yang melekat kepada Tuhan Yesus, bukan hanya memakai pikiran dan perasaan pribadi semata karena pikiran dan perasaan manusia mudah dipengaruhi oleh situasi kondisi sekitar yang terlihat oleh mata jasmani namun tanpa mata iman kita tidak dapat melihat apa rencana Tuhan dibalik peristiwa yang nampak di depan mata jasmani kita.
Saudaraku, kebangkitan Yesus sungguh-sungguh telah terjadi, peristiwa besar yang tidak dapat ditutup-tutupi ataupun dipalsukan karena kebangkitan Yesus dapat ditemukan dalam fakta sejarah dan bukti-bukti seperti kubur kosong, kain kafan dan kain peluh menyatakan bahwa kebangkitan Yesus adalah fakta.
Bahkan di pasal-pasal selanjutnya dari bacaan kita, menunjukkan bukti kebangkitan Yesus yang terbesar dan tidak terbantahkan, itulah peristiwa penampakan Yesus.
Pertama-tama Dia menampakkan diri kepada Maria Magdalena, lalu kepada murid-muridnya-Nya, dan secara khusus Dia menampakkan diri kepada murid yang tidak percaya akan kebangkitan-Nya, dialah Tomas yang diberi kesempatan khusus oleh Yesus untuk meraba bekas luka di tangan dan lambung-Nya. Yesus berkata kepada Tomas : jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah!
Seketika Tomas menjadi percaya dan mengungkapkan pengakuan iman-Nya kepada Yesus katanya: ‘Ya Tuhanku dan Allahku’…
Saudaraku, jika kita yang ada di masa sekarang telah percaya Yesus sekalipun kita tidak melihat langsung peristiwa kebangkitan-Nya, kita adalah orang-orang yang disebut berbahagia bahkan lebih baik dari Tomas murid Yesus sebagaimana kata Yesus kepada Tomas :
“Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya” (Yohanes 20:29).
Kebangkitan Yesus juga dapat dikonfirmasi kepada para saksi mata yang masih hidup seperti yang Paulus katakan kepada jemaat Korintus bahwa Yesus juga menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal (bnd. 1 kor 15:6).
Fakta Kebangkitan Yesus telah menjadikan para murid dan semua pengikut-Nya percaya teguh kepada-Nya, mereka siap bersaksi tentang Dia yang mati dan bangkit itu.
Merekalah yang kemudian disebut Gereja, persekutuan orang-orang percaya kepada Yesus Kristus yang telah dipanggil keluar dari gelap masuk dalam terang yang kudus. Gereja yang terus menerus dibimbing dan diteguhkan oleh kuasa Roh Kudus untuk menjadi saksi Kristus yang berani dan setia bahkan bersedia mati demi Yesus.
Karena itu, jika kita mengaku sebagai orang percaya, kita juga harus siap bersaksi tentang Yesus dalam hidup ini, meski menjadi saksi-Nya identik dengan hidup menderita serta beresiko mulai dari kehilangan kenyamanan hidup, jabatan, kehormatan, dibenci atau dibuang keluarga dan sahabat, sampai harus kehilangan nyawa.
Namun tetaplah percaya, jangan takut kehilangan apapun juga di dunia ini, karena lebih celaka jika kita beroleh hidup dan segala kenikmatan di dunia tapi kehilangan keselamatan dan hidup kekal di Sorga.
Marilah tetap percaya Yesus, melalui setiap pemberitaan firman yang terus disebarkan di dalam dan melalui Gereja-Nya, bersaksi dengan berani dan taat mengikut Yesus karena Yesus yang bangkit membuktikan bahwa iman kita pengikut-Nya dan pemberitaan para penginjil bahkan kematian para martir tidak pernah sia-sia.
Ingat saudara, di dunia ini hanya Yesus satu-satu-Nya orang yang pernah berkata : Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa” (Yoh 16:28).
Tidak ada pemimpin atau pendiri agama maupun manusia sehebat apapun dia yang mampu berkata seperti itu, hanya Yesus yang diimani di dalam kekristenan yang mampu mengatakan itu. Maka beruntunglah kita yang sudah percaya Yesus, karena Dia adalah Tuhan yang bukan hanya rela mati untuk para pengikut-Nya tetapi juga bangkit memenangkan pengikut-Nya.
Hanya Bersama Yesus kita dapat berkata: Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?”
Kristus bangkit haleluya! Amin.























