Pdt. Jeristo Lariwu. M.Th – Pendeta Jemaat GMIM Paulus Apela 2 Wilayah Bitung VJemaat yang dikasihi dan diberkati Tuhan, Dalam kehidupan kita di dunia yang fana ini kebinggungan, keraguan dan keputuasaan selalu menjadi begian hidup oleh karena keterbatasan kita. Atau adakah diantara kita yang tidak pernah mengalami hal-hal tersebut ? Tentunya kita semua pernah mengalaminya. Dalam pembacaan kita saat ini Yohanes 21:1-14 itu pun yang dialami oleh para murid Yesus, mereka kembali ke aktivitas lama sebagai nelayan, hidup mereka diselimuti dengan kebingungan, keraguan dan keputusasaan seakan kehilangan arah setelah kematian Yesus. Namun di tengah situasi dan kondisi itu Yesus tidak membiarkan mereka tinggal dalam kebinggungan, keraguan dan keputusasaan itu, Yesus menampakkan diri kepada mereka di danau Tiberias untuk menyatakan dan meyakinkan bahwa Dia sudah bangkit. Oleh karena itu mari kita renungkan bersama beberapa poin berikut ini
1.Ayat 1–3: Kembali ke Kehidupan Lama
“Simon Petrus berkata kepada mereka: ‘Aku pergi menangkap ikan.”
Murid-murid, terutama Petrus, kembali ke profesi lama mereka sebagai nelayan, Ini bukan hanya aktivitas biasa, tetapi juga simbol dari keraguan dan keputusasaan setelah semua yang terjadi, kehidupan mereka seakan kehilangan arah ketika Yesus tidak lagi bersama dengan mereka, Mereka menangkap ikan semalaman namun tidak mendapatkan apa-apa, menunjukkan ketidakberdayaan manusia tanpa penyertaan Tuhan.
2.Ayat 4–6: Ketaatan Yang Membawa Berkat
“Yesus berdiri di pantai, tetapi murid-murid itu tidak tahu bahwa itu Yesus…”
Yesus hadir, tapi mereka tidak mengenali-Nya. Ini mencerminkan seringnya kita gagal melihat kehadiran Tuhan dalam keseharian hidup kita, apalagi saat situasi dan kondisi yang sulit, kita sering lebih fokus pada masalah yang kita hadapi dan lupa bahwa ada yang selalu menyertai kita untuk dapat melaluinya.
Ketika mereka mengikuti perintah-Nya untuk melempar jala ke kanan, mereka mendapat tangkapan besar — ini merupakan simbol ketaatan yang membawa berkat. Mukjizat ini mengingatkan pada peristiwa di Lukas 5:1–11, saat Yesus pertama kali memanggil Petrus dan rekan-rekannya — oleh karena itu peristiwa ini menunjukkan bahwa Yesus sedang memulihkan panggilan mereka.
3. Ayat 7–8: Pengakuan Oleh Karena Pengenalan
“Murid yang dikasihi Yesus berkata kepada Petrus: ‘Itu Tuhan!’…”
Yohanes mengenali Yesus lebih dahulu — menunjukkan kepekaan rohani. Sedangkan Petrus, dalam semangat dan mungkin rasa bersalah, melompat ke air untuk menghampiri Yesus — tindakan penuh kerinduan dan kerendahan hati. Perkataan Yohanes “itu Tuhan” bukanlah pengakuan tanpa dasar namun pengakuan itu ada karena adanya pengenalan, pengenalan ketika Yohanes bersama-sama dengan Yesus dalam pelayanan, ia melihat mujizat-mujizat yang telah Yesus lakukan, oleh karena itu ketika ia melihat mujizat yang terjadi bahwa mereka berhasil menangkap ikan yang banyak setelah semalaman mereka tidak menangkap apa-apa, ia memastikan bahwa orang yang sebelumnya mereka tidak kenali, yang memerintahkan mereka untuk menebarkan jala adalah Yesus, yang memberi pesan bahwa pentingnya pengenalan akan pribadi Yesus Kristus baik melalui doa dan firman-Nya.
4. Ayat 9–14: Persekutuan dan Pemulihan
“Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang, dan di atasnya ikan dan roti…”
Yesus telah menyiapkan sarapan — menunjukkan kasih dan kepedulian-Nya bahkan pada kebutuhan jasmani. Api arang ini mungkin mengingatkan Petrus pada tempat ia menyangkal Yesus (Yoh. 18:18), mengarah pada pemulihan yang akan terjadi di ayat selanjutnya.
Yesus mengundang mereka untuk makan, membangun kembali persekutuan dan relasi pribadi. Dalam perikop ini, Yesus bertindak sebagai: Pemberi arah (memberi perintah), Penyedia (menyediakan hasil tangkapan dan makanan), Pemulih (mempersiapkan Petrus untuk pemulihan dalam ayat 15–19)
Jemaat yang dikasihi dan diberkati Tuhan melalui firman Tuhan ini kita belajar beberapa hal berikut ini untuk dapat dipraktekkan dalam kehidupan kita;
1. Saat hidup kita terhimpit dan begitu sulit; saat keadaan membinggungkan, penuh keputusasaan dan keraguan, maka saat itulah Yesus hadir memberikan kepastian karena Dialah Tuhan yang senantiasa menyertai kehidupan kita bahkan saat situasi dan kondisi membuat kita kehilangan arah.
2. Tanpa Tuhan kita tidak berdaya, seperti para murid yang semalaman tidak menangkap apa-apa begitupun kehidupan kita tanpa Tuhan, kita tidak ada apa-apanya oleh karena itu libatkan dan andalkan Dia dalam hidup karena tanpa penyertaan-Nya kita adalah hampa dan tak berdaya.
3. Ketaatan pada Tuhan membawa berkat dalam kehidupan kita, oleh karena itu hiduplah taat, jangan hanya menyukai berkat tetapi juga mau taat pada-Nya; Sang Sumber berkat.
4. Hanya melalui iman dan pengenalan akan Dia maka kita dapat memahami rencangan-Nya dalam kehidupan kita, seperti Yohanes yang mengenali Yesus dari pengenalannya begitupun kita hanya dapat memahami rancangan-Nya melalui pengenalan akan Dia
5. Yesus memanggil kita kembali, bahkan saat kita menyimpang atau gagal, karena tidak pernah ada kata terlambat bagi mereka yang mau bertobat, kita yang kembali pada-Nya pasti akan dipulihkan-Nya. Amin























