RHK Kamis, 1 Oktober 2026 – I Timotius 3:8–9 – Diaken: Pelayan Terhormat
I Timotius 3:8–9 (8) Demikian juga diaken-diaken haruslah orang terhormat, jangan bercabang lidah, jangan penggemar anggur, jangan serakah, (9) melainkan...
I Timotius 3:8–9 (8) Demikian juga diaken-diaken haruslah orang terhormat, jangan bercabang lidah, jangan penggemar anggur, jangan serakah, (9) melainkan...
I Timotius 3:6–7 (6) Janganlah ia seorang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman Iblis. (7)...
Zakharia Pasal 8 Zakharia Pasal 9 Zakharia Pasal 10 Zakharia Pasal 11 Zakharia Pasal 12 Zakharia Pasal 13 Zakharia Pasal...
Zakharia Pasal 1 Zakharia Pasal 2 Zakharia Pasal 3 Zakharia Pasal 4 Zakharia Pasal 5 Zakharia Pasal 6 Zakharia Pasal...
I Timotius 3: 4–5 (4) seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya. (5) Jikalau seorang tidak tahu...
Hagai Pasal 1 Hagai Pasal 2
I Timotius 3:2–3 (2) Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri,...
Pdt.Hana Elisabeth Toar, S.Th., Pendeta Jemaat GMIM Getsemani Senduk Wilayah Tanawangko II Salam sejahtera bagi kita semua. Syalom Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, pelayanan bukanlah sebuah panggung untuk mencari pengakuan orang lain, melainkan sebuah panggilan untuk melayani Tuhan dan jemaatNya dengan tulus dan setia. Seorang pelayan gereja haruslah memilki karakter dan kerohanian yang benar dan telah teruji. Sehingga seorang pemimpin jemaat dapat menjadi teladan dan contoh bagi jemaat. Maka dibutuhkan kriteria yang benar yang sesuai dengan firman Tuhan dalam hal memilih dan menentukan seorang pemimpin dalam jemaat. Rasul Paulus dalam suratnya ia menasehati Timotius dan memberikan petunjuk mengenai kriteria atau syarat-syarat bagi mereka yang disebut sebagai penilik jemaat (Episkopos) dan Diaken (Diakonos). Timotius adalah rekan sekerja dari Rasul Paulus. Ia terlahir dari perempuan Kristen Yahudi bernama Eunike. Timotius dididik dengan benar oleh ibunya Eunike dan neneknya Lois. Sehinnga dia bertumbuh menjadi seorang dengan memiliki karakter yang baik, bahkan diusianya yang masih muda ia telah dipilih dan diberi tanggungjawab untuk mengerjakan pelayanan seperti rekannya Paulus, dan Timotius menerima panggilan pelayanan itu serta mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Timotius juga banyak belajar dari keteladanan Paulus dalam mengerjakan pelayanan yang memuliakan Tuhan. Pada saat surat ini ditulis oleh Paulus, Timotius sedang melayani di Kota Efesus. Gereja yang pada saat itu sedang menghadapi tantangan ajaran sesat dan krisis moral. Untuk menjaga ketertiban dan kemurnian ajaran gereja maka dibutuhkan figur pemimpin yang memiliki karakter rohani yang kuat dan berintegritas. Sehingga Paulus menetapkan syarat atau kriteria bagi mereka yang layak untuk menjadi penilik jemaat dan Diaken. Penilik jemaat (episkopos) berarti pengawas atau pemimpin rohani yang memiliki tugas untuk memimpin, mengajar, dan menjaga kehidupan rohani jemaat. Sedangkan Diaken (Diakonos) yang berarti pelayan jemaat atau juga hamba yang bertanggungjawab melayani dan mengurus segala kebutuhan jemaat. Ada kriteria atau syarat yang harus dipenuhi baik oleh penilik jemaat atau pun Diaken. Pertama, Yang berhubungan dengan kepribadian seorang Penilik jemaat dan seorang diaken. Seorang penilik jemaat dan diaken perlu untuk memiliki karakter yang baik dan teruji, maka Paulus menjelaskan bahwa seorang penilik jemaat atau seorang diaken haruslah yang tak bercacat artinya mereka yang memiliki reputasi yang baik, bebas dari tuduhan-tuduhan serius yang dapat merusak kredibilitas pelayanan. Dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan dalam artian suka berbagi dalam hal materi atau pun non materi, cakap dalam mengajar, peramah, pendamai, Dan mempunyai nama baik. Bukan peminum atau penggemar (pemabuk), bukan pemarah, bukan hamba uang atau orang yang baru bertobat, tidak bercabang lidah, tidaklah serakah, dan dapat memelihara rahasia iman dalam hati nurani yang suci. Apa yang disebutkan oleh Paululs adalah karakter yang harus dimiliki oleh seorang penilik jemaat dan diaken. Sebab pemimpin dalam jemaat bukan hanya dituntut untuk dapat membimbing dan mengajar orang lain, tetapi dia harus terlebih dahulu menujukkan perilaku dan kerohanian yang benar. Kedua. Paulus bicara soal relasi dalam keluarga. Seorang penilik jemaat dan diaken harus memiliki hubungan yang baik dengan keluarganya. Hal ini sangatlah penting untuk diperhatikan. Sebab seorang pemimpin dalam jemaat haruslah terlebih dahulu mampu untuk memimpin keluarganya. Jika mereka tidak dapat memimpin keluarganya bagaimana mereka dapat memimpin jemaat Allah. Maka Paulus tegaskan bahwa penilik jemaat dan diaken hanya memiliki satu orang isteri dan ia dapat mengurus anak-anaknya dengan baik sehingga ia disegani dan dihormati oleh anak-anaknya. Mereka yang disebut sebagai pemimpin dalam jemaat harus teruji kesetiaannya dan tangguungjawab dalam membina dan mengurus keluarga sehingga mereka layak untuk dihormati dan disegani oleh jemaat Allah. Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan. Tanggungjawab pelayanan adalah anugerah yang harus dikerjakan dengan sungguh. Seorang pemimpin dalam jemaat yang diberi tanggungjawab pelayanan harus mampu mengerjakan dengan baik dan dapat menjaga kekudusan dari setiap pelayanan yang dikerjakannya. Oleh karena itu sebelum seorang dipercaya untuk memimpin jemaat maka terlebih dahulu ia harus teruji dalam hal kesetiaan, kesabaran, kejujuran, penguasaan diri dan kehidupan pribadi serta kerohaniannya yang dapat menjadi teladan. Sebab pelayanan ini dilakukan bukan untuk mencari pengakuan dari manusia, bukan apa yang terlihat oleh mata manusia, melainkan apa yang dilihat oleh Tuhan. Oleh karena itu pelayanan ini dilakukan untuk Tuhan, maka segala sesuatu harus dilakukan dengan motivasi yang benar. Pemimpin dalam jemaat harus dapat membawa dirinya, keluarganya dan jemaat yang dipimpinnya untuk datang hidup memuliakan Tuhan. Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan. Agenda pemilihan pelayan khusus (Penatua dan Diaken) serta pemilihan komisi pelayanan Kategorial BIPRA di Gereja Masehi Injili di Minahasa semakin dekat. Kita telah melalui tahapan demi tahapan dalam persiapan pemilihan. Setiap jemaat, khususnya anggota sidi terus diperlengkapi untuk benar-benar siap memilih dan dipilih sebagai pelayan gereja yang akan melanjutkan pelayanan Gereja kita. Tentu kita berharap seorang pelayan yang akan terpilih adalah mereka yang sesuai dengan kehendak Tuhan serta yang memenuhi kriteria sesuai dengan Firman Tuhan. Yang kesetiaannya, kejujurannya telah teruji. Sehingga mereka yang akan melayani dan memimpin Gereja ini benar-benar dapat menjadi teladan baik dari perkataan, pikiran dan perbuatan. Mari kita terus menggumuli Agenda besar ini, agar Tuhan turut campur tangan, Dia sang Empunya pelayanan ini akan memberi kita hikmat sehingga kita dapat melihat, menilai dan memilih mereka yang benar-benar memiliki karakter yang baik, yang mencerminkan karakter Kristus, pribadi dan keluarga yang dapat diteladani oleh jemaat serta dapat membawa Gereja untuk hidup menyembah dan memuliakan nama Tuhan. Tuhan tidak memilih karena kita sempurna, tetapi Tuhan melihat hati yang mau diproses dan diubahakan sesuai kehendakNya. Biarlah Tuhan sang sumber segala Hikmat menolong kita semua. Amin
I Timotius 3:1 Benarlah perkataan ini: ”Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah.” JABATAN PENILIK PEKERJAAN YANG...
Habakuk Pasal 1 Habakuk Pasal 2 Habakuk Pasal 3 Zafanya Pasal 1 Zafanya Pasal 2 Zafanya Pasal 3
2 Petrus 1:8–9 (8) Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam...
SelengkapnyaDetails2 Petrus 1:8–9 (8) Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam...
SelengkapnyaDetails© 2026 dodokugmim.com