I Timotius 3:6–7
(6) Janganlah ia seorang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman Iblis.
(7) Hendaklah ia juga mempunyai nama baik di luar jemaat, agar jangan ia digugat orang dan jatuh ke dalam jerat Iblis.
MENGURUS JEMAAT MEMPUNYAI NAMA BAIK JANGAN BARU BERTOBAT DAN SOMBONG
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Perbedaan antara orang yang baru bertobat dan yang sudah lama bertobat bukan sekadar masalah angka tahun, melainkan masalah kedewasaan rohani (maturitas), karakter dan ujian waktu. Berikut adalah perbedaan mendasar di antara keduanya. Baru Bertobat dalam teks Yunani disebut νεόφυτος (neophytos) . Secara harfiah berarti ‘tanaman baru’ atau ‘baru ditanam’. Akarnya masih dangkal, batangnya masih lunak dan sangat rentan terhadap perubahan cuaca atau hama. Sudah bertobat lama digambarkan sebagai pohon yang sudah berakar dalam, kokoh dan telah menghasilkan buah-buah roh yang konsisten (Galatia 5:22-23). Mereka telah melewati berbagai musim kehidupan dan ujian iman.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Paulus menekankan bahwa seorang penilik jemaat tidak boleh “baru bertobat,” karena pertumbuhan rohani memerlukan waktu untuk membentuk karakter yang matang dan stabil. Pemimpin yang terlalu cepat diangkat berisiko jatuh ke dalam kesombongan, menjadi celah bagi jerat Iblis. Selain itu, seorang pemimpin harus memiliki nama baik di luar jemaat. Artinya ia harus dikenal sebagai pribadi yang terhormat, jujur, dan dapat dipercaya di tengah masyarakat luas.
Paulus mengingatkan setiap anggota keluarga, terutama kepala rumah tangga, untuk bertumbuh dalam iman secara matang sebelum memikul tanggung jawab pelayanan. Pertobatan yang sejati harus disertai dengan proses pendewasaan rohani melalui pembacaan firman, doa dan pembinaan karakter. Sikap sombong harus dihindari. Kesombongan bisa muncul dalam bentuk merasa paling benar, sulit menerima nasihat atau merasa lebih rohani dari yang lain. Sebaliknya, Tuhan Allah menghendaki agar keluarga Kristen hidup dalam kerendahan hati, saling melayani dan membangun satu sama lain dengan kasih.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Sebagai keluarga Kristen kita dipanggil untuk menjaga kesaksian yang baik di tengah masyarakat. Nama baik tidak hanya dibangun lewat perkataan, tetapi terutama lewat perbuatan: kejujuran, keramahtamahan, kepedulian dan tanggung jawab sosial. Ketika sebuah keluarga dikenal karena integritas dan kasihnya, maka mereka menjadi terang Yesus Kristus di dunia. Oleh karena itu, marilah kita membangun keluarga yang rendah hati, iman yang kokoh dan dikenal karena perbuatan baik.
Doa: Ya Tuhan Allah, bentuklah kami menjadi keluarga yang rendah hati, bertumbuh dalam iman dan menjadi saksi yang baik di hadapan sesama. Jauhkan kami dari kesombongan dan jerat Iblis. Di dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin.




















