Syalom… Jemaat yg dikasihi Tuhan, kita tahu bersama kehadiran Yesus dikalangan orang banyak kala itu sangat kontroversial & begitu mencuri perhatian banyak pihak. Bagaimana tidak, Yesus banyak mendemonstrasikan kuasa mujizat-Nya. Sakit disembuhkan, buta melihat, lumpuh bejalan, tuli mendengar, memberi makan ribuan orang, membangkitkan orang mati & masih banyak lagi mujizat yang Yesus lakukan. kehadiranNya yg mengajar/ berkhotbah dengan berbagai metode seperti memberi perumpamaan, juga menuai sorotan.
Gaya Yesus melayani, menuai simpati orang banyak. Tidak heran Nama Yesus tersiar dimana-mana, elektabilitas Yesus kian lama kian meroket, pengikutnya kian hari kian membludak.
Hal ini ternyata dipandang sebagai ancaman bagi para tokoh waktu itu, secara khusus bacaan Alkitab kita sekarang mengerucut kepada kaum Farisi & Herodian. Faktor iri hati menjadi pemicu utama mereka bereaksi.
Orang Farisi merupakan kelompok agama yang sangat ketat dalam menjalankan hukum Taurat. Mereka anti Romawi. Sementara kaum Herodian merupakan loyalis raja Herodes & begitu mendukung
pemerintahan Romawi yang waktu itu ada di bawah kekuasaan kaisar Tiberius Caesar. Dapat dilihat dari mata uang dinar mereka yang bertuliskan nama kaisar (Selalu menyesuaikan dengan siapa kaisar yang berkuasa).
Farisi & Herodian adalah 2 kubu yg tidak bisa dipersatukan karena memiliki ideologi masing-masing yang berbeda. Menarik dalam nashkah kita ini mereka bersatu karena ambisi yang sama, yakni untuk melengserkan Yesus.
Mari lihat ayat 15, muncul pikiran jahat dari kaum Farisi pasca menyaksikan Yesus melayani. Mereka menyusun strategi, berupaya keras mencari rumor, topik yg paling hangat, sensitif & berpeluang besar untuk menjerat Yesus.
Tak cukup sampai di situ, ayat 16 diprakarsai oleh kaum elit farisi mengutus para murid mereka dan membangun kubu, mencari teman dan akhirnya berhasil terbentuk persekongkolan jahat dengan kaum herodian yang sebenarnya berseberangan, kini bersatu hanya karena tujuan menggulingkan Yesus.
“Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur…”
Pertanyaan mereka terlihat begitu sopan, penuh hormat dan pujian tetapi itu adalah kemunafikan.
Mereka memulai dengan memuji Yesus, tapi sayang Yesus tidak terbuai dengan pujian. Yesus tahu ini bagian dari muslihat mereka karena Dia berkuasa mengetahui sampai kedalaman hati manusia.
Lebih lanjut, mereka bertanya apakah orang Yahudi boleh membayar pajak kepada Kaisar Roma atau tidak?
Ini adalah pertanyaan yang sangat mudah untuk dijawab karena hanya memerlukan jawaban ya/ tidak. Pertanyaan ini begitu sensitif & penuh resiko secara politik & agama.
• Jika Yesus menjawab “boleh”, maka Ia akan dianggap berpihak kepada Roma dan banyak org akan meninggalkan Yesus
• Jika Ia menjawab “tidak boleh”, maka Ia bisa dituduh memberontak terhadap Roma dan akan langsung diserahkan kepada penguasa untuk dieksekusi dengan mudahnya.
Ayat 18-21 Yesus melihat maksud jahat mereka, meminta mereka menunjukkan mata uang dinar mereka.
Yesus kemudian menjawab dengan kalimat terkenal:
“Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah
Jawaban Yesus ini menegaskan
1. bahwa Kedaulatan Allah di atas segalanya. Pemerintah memiliki wewenang terbatas, tetapi Allah berdaulat mutlak atas hidup manusia.
2. Kewajiban ganda orang percaya.
Orang percaya dipanggil untuk menjadi warga negara yang taat hukum, sekaligus warga Kerajaan Allah yang setia (Filipi 3:20).
3. Hati dan hidup hanya milik Allah.
Mata uang memiliki gambar Kaisar, tetapi manusia diciptakan menurut gambar Allah (Kejadian 1:27). Jadi kita harus “mengembalikan diri kita” kepada Allah. Seperti koin dikembalikan kepada Kaisar, demikian juga hidup manusia harus diserahkan kepada Allah sepenuhnya karena manusia diciptakan Imago Dei.
Yesus tidak mengajarkan pemberontakan melainkan Ia justru mengafirmasi bahwa selama tidak bertentangan dengan kehendak Allah, pemerintah berhak menuntut kewajiban sipil. Artinya ketaatan kepada Pemerintah Adalah perwujudan dari tanggung Jawab Rohani kita kepada Allah.
Jawaban telak Yesus ini sangat singkat namun sarat makna. Yesus mengajarkan kebijaksanaan surgawi dalam menghadapi jebakan duniawi.
Saudaraku, dari bacaan ini, sebagai orang kristen, kita bangga punya Yesus yang begitu luar biasa tiada tandingan-Nya. Dia maha hadir, Dia maha tahu & Dia juga maha kuasa.
Kehadiran Yesus membawa perubahan yang signifikan ke arah yang lebih baik dalam tatanan sosial yang terjadi di masyarakat waktu itu. Kesombongan, keegoisan, iri hati, kemunafikan & kebobrokan moral ditepis oleh Yesus dengan tegas. Karena itu ada pesan Firman bagi kita:
1. Serahakanlah hidup saudara sepenuhnya kepada-Nya karena Dia bekerja lebih dari pada apa yang kita pikirkan & bayangkan.
2. Mungkin saudara sedang tidak baik-baik saja, sedang diperhadapkan dengan situasi yang tidak gampang. berserulah kepadaNya karena Yesus adalah jawaban hidup kita. Yesus sanggup mengubah situasi sulit, penuh resiko, ancaman, tekanan dengan mudahnya diubahnya. Kita begitu terbatas, tapi kita punya Tuhan yang tak terbatas. bergantunglah sepenuhnya kepada-Nya.
3. Bersatu itu perlu, tetapi bersatu dalam kebaikan bukan dalam kejahatan. Jadilah pribadi yang tulus, tanpa ada iri hati sehingga selalu ada persatuan dimana kita ada.
4. Sebagai orang percaya yang diam di suatu negara tertentu, janganlah kita hanya menuntut hak-hak kita, tetapi penuhi terlebih dahulu juga kewajiban yang ada pada kita.
5. Lebih dari persoalan membayar pajak, bacaan ini juga bicara ketaatan serta tanggung jawab kita kepada Allah yang harus diimplementasika juga kepada sesama.
Dengan demikian, jika Yesus jawabanNya, apalagi pertanyaannya?
TUHAN YESUS Memberkati kita semua, Amin