
“Berusahalah Sungguh-Sungguh Supaya Panggilan dan Pilihanmu Makin Teguh” – 2 PETRUS 1:3-15
Terpujilah Allah Tri Tunggal Bapa, Anak dan Roh Kudus atas anugerahNya dan kuasaNya yang sudah menyertai proses pelaksanaan pemilihan pelayan khusus di 1089 jemaat yang ada di Gereja Masehi Injili di Minahasa untuk periode pelayanan 2027-2031. Dengan iman kepada Sang Kepala Gereja dan Juruselamat dunia yaitu Tuhan Yesus Kristus, maka kita mengamini terlaksananya pemilihan pelayan khusus baik tanggal 16 oktober 2026 dan 18 oktober 2026 boleh terjadi atas kehendakNya dan untuk kemulianNya. Sebab siapapun yang sudah terpilih baik di kolom maupun di BIPRA Jemaat, itu adalah panggilan dan pilihan Allah bagi setiap orang percaya untuk diperlengkapi dalam melaksanakan misi Allah (God’s Mission – Missio Dei) sekaligus menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah di dunia melalui tritugas gereja yaitu bersekutu, bersaksi dan melayani. Namun panggilan dan pilihan Allah bukan hanya terbatas bagi mereka yang disebut sebagai pelayan khusus (diaken, penatua, pendeta dan guru agama) tetapi panggilan dan pilihan Allah dipahami secara lebih luas kepada semua orang yang terpanggil menurut rencana dan kehendak Allah. Maka inilah alasan surat 1 & 2 Petrus ini ditulis oleh Petrus dan ditujukan kepada orang-orang yang dipilih sesuai dengan rencana Allah yang dikuduskan oleh Roh supaya taat kepada Yesus Kristus (bdk. 1 Ptr. 1:2) sekaligus kepada mereka yang memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus (bdk. 2 Ptr. 1:1b).
Tulisan surat Petrus ini merupakan jawaban atas pengajaran-pengajaran sesat yang mulai mempengaruhi orang-orang Kristen yang ada di Asia Kecil. Selain mereka selalu diancam dengan penganiayaan karena iman Kristen oleh kekaisaran Romawi di saat bersamaan mereka sedang menghadapi berbagai pengajaran yang menyesatkan dengan munculnya nabi-nabi dan guru-guru palsu dengan segala tipu daya dan cerita dongeng yang bertolak belakang dengan kebenaran di dalam Injil Yesus Kristus. Oleh karena itu khusus pada bacaan 2 Petrus 1:3-15 ada 3 hal yang penting sebagai jawaban Simon Petrus, hamba dan Rasul Yesus Kristus untuk menyadarkan orang-orang Kristen tentang betapa berharganya hidup dibawah kuasa anugerah Allah yang memilih dan memanggil umat untuk diselamatkan.
Pertama, hidup di bawah kuasa Allah adalah hidup yang menghasilkan kesalehan atau ketaatan untuk mengenal Yesus Kristus lebih dalam sebagai Juruselamat. Pada ayat 3-4, Rasul Petrus mengajarkan bahwa seseorang dapat memiliki pengenalan akan Allah hanya jikalau Allah memanggil setiap orang melalui kuasa-Nya yang mulia dan Ajaib. Dapat dikatakan, setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, itu bukan karena usahanya melainkan karena anugerah dan kasih karunia Allah. Seorang Pengkhotbah asal Inggris yaitu Charles Spurgeon dalam pengajarannya tentang panggilan dan pilihan Allah menuliskan bahwa “Dasar Keselamatan di dalam Yesus Kristus tidak terletak pada kehendak manusia melainkan pada kehendak Allah”. Hal ini makin menegaskan bahwa manusia diselamatkan bukan karena usaha, jasa atau kebaikannya sendiri, melainkan hanya oleh anugerah Allah melalui iman kepada Yesus Kristus. Seorang Kristen dapat hidup saleh dan taat juga merupakan anugerah Allah di dalamnya hal itu mengandung janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, mengambil bagian dalam kodrat Ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.
Yang kedua, Rasul Petrus mengajarkan hidup di bawah kuasa Allah adalah hidup yang menghasilkan 7 buah kehidupan yaitu iman, Kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan dan kasih. Hidup yang menghasilkan 7 buah kehidupan merupakan bukti bahwa orang tersebut menggambarkan identitas Kristen sejati yang mau giat menjadi pengikut Tuhan Yesus Kristus. Hal ini ditegaskan pada ayat 8 “Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita”. Dikatakan lebih lanjut, orang Kristen yang tidak memiliki 7 buah kehidupan adalah orang Kristen yang buta dan picik yang lupa akan kasih dan anugerah Allah yang telah menebus dosanya melalui pengorbanan Yesus Kristus. Maka jemaat Tuhan terpanggil untuk tidak menjadi orang Kristen yang lupa diri apalagi melupakan karya keselamatan yang telah Allah kerjakan dalam Kristus Yesus.
Yang ketiga dan terakhir, Rasul Petrus makin menegaskan bahwa supaya orang Kristen harus berusaha sungguh-sungguh untuk memenuhi panggilan dan pilihan di dalam Allah. Usaha ini diwujudkan bukan supaya orang Kristen mendapatkan keselamatan lewat perbuatannya melainkan semata-kata karena Karya Roh Kudus yang mendorong setiap orang percaya untuk berusaha sungguh-sungguh supaya panggilan dan pilihan orang Kristen makin teguh. Maka dengan demikian kepada setiap orang percaya akan dikaruniakan hak penuh untuk menerima Kerajaan Kekal yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Inilah kebenaran yang disingkapkan sekaligus Rasul Petrus menekankan tentang panggilannya sebagai hamba Tuhan untuk terus memberitakan Injil Kerajaan Sorga selagi ïa masih hidup di dalam dunia ini seperti yang terungkap pada ayat 13 “selama aku belum menanggalkan kemah tubuhku ini”
Oleh karena itu saudara-saudara yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, sebagai warga Gereja Masehi Injili di Minahasa, Panggilan dan Pilihan Allah bagi kita merupakan anugerah yang besar dan berharga di dalamnya ada janji-janji yang besar yang Allah sediakan. Itulah Keselamatan Kekal yang sudah dinyatakan melalui kematian dan kebangkitan Yesus Kristus untuk menebus segala dosa kita. Panggilan dan Pilihan itu makin nyata ketika seseorang atas tuntunan Roh Kudus mengalami pertobatan untuk menerima dan mengaku percaya bahwa Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Dialah satu-satunya Jalan, Kebenaran dan Kehidupan.
Sebagai orang Kristen, hidup di dunia ini merupakan kesempatan yang Tuhan berikan dengan tujuan supaya sebagai orang-orang yang sudah dipanggil dan dipilih serta diselamatkan, nyatakanlah 7 buah kehidupan yang menjadi respon yang harus dinampakkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu Iman percaya kepada Tuhan, Kebajikan menyatakan nilai moral kehidupan orang Kristen yang bertanggung jawab, pengetahuan yang benar tentang Allah melalui belajar Firman Tuhan, penguasaan diri supaya tidak terjerumus pada kehidupan duniawi yang penuh dosa dan sesat, ketekunan untuk hidup bersekutu dan bersaksi tentang Tuhan Yesus, kesalehan atau memelihara hidup yang kudus di hadapan Tuhan, dan Tindakan mengasihi kepada semua orang sebagai bentuk melayani sesama. Inilah 7 buah kehidupan yang berkenan di hadapan Tuhan dan memuliakan Tuhan. Saya yakin dan percaya jikalau kita memahami sungguh-sungguh panggilan dan pilihan ini maka iman kita makin diperteguh oleh pekerjaan Roh Kudus dan kita akan makin giat untuk setia bertumbuh dalam pengenalan iman yang benar kepada Tuhan Yesus Kristus Sang Juruselamat. Tuhan Yesus Memberkati. Amin




















