
Saudara – saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus
Perjalanan hidup umat manusia dalam dunia yang fana ini selalu menunjukkan dua sisi kehidupan yang bertolak belakang atau berlawanan satu dengan yang lain. sukses dan gagal, kalah dan menang, benar dan salah, kebenaran dan dusta, kebaikan dan kejahatan, keadilan dan ketidakadilan, dan masih banyak lagi sisi kehidupan yang ada dalam dunia ini. Amsal 9 ini memberikan komparasi tentang dua sisi kehidupan untuk kita renungkan yakni Hikmat dan kebodohan, dan di era digitalisasi yang semakin maju ini, seringkali menghadirkan jebakan-jebakan yang membawa kita pada kebodohan yang merugikan. maka yang menjadi pertanyaan di sini ialah, sisi kehidupan manakah yang akan kita pilih? hikmat atau kebodohan?
Kitab Amsal merupakan kitab yang disebut sebagai kitab hikmat ( Ibrani : Khokh’mah/Tevunah, Yunani : Shopia), di mana Salomo adalah penulis utama kitab ini. ketika Salomo diangkat menjadi raja bagi bangsa Israel, Tuhan menampakkan diri kepada Salomo lewat mimpinya (1 Raja-raja 3) dan menanyakan kepada Salomo apa yang diinginkannya. Dalam mimpi itu Salomo meminta kepada Tuhan untuk kiranya ia diberikan Hikmat dalam memimpin bangsa Israel dan Tuhanpun mengabulkan permintaannya. Sejak saat itu, Salomopun menjadi terkenal karena Hikmatnya yang besar, semua orang dari seluruh penjuru bumipun berbondong-bondong datang untuk mendengarkan perkataannya yang penuh Hikmat itu (1 Raja-raja 4:34).
Alasan mengapa Salomo menulis kitab Amsal ini sudah tertulis dalam kitab Amsal ini sendiri, yakni dalam Amsal Pasal 1 “……Untuk mengetahui hikmat dan didikan, untuk mengerti kata-kata yang bermakna, untuk menerima didikan yang menjadikan pandai, serta kebenaran, keadilan dan kejujuran, untuk memberikan kecerdasan kepada orang yang tak berpengalaman, dan pengetahuan serta kebijaksanaan kepada orang muda……”. Maka dapat kita berikan kesimpulan bahwa tujuan kitab Amsal ini adalah untuk memberikan hikmat dan pengertian kepada kita para pembaca. Namun sekalipun kitab Amsal pada hakikatnya adalah kitab pedoman hikmat untuk hidup benar dan bijaksana, satu landasan utama yang diperlukan untuk memperoleh hikmat tersebut dinyatakan dengan sangat jelas oleh Salomo yakni “Takut akan Tuhan” (Amsal 1:7). hal tersebut merupakan pondasi cara hidup orang berhikmat, yakni hidup takut akan Tuhan.
Amsal 9 : 1-18, divisualisasikan oleh Salomo hikmat telah membangun dan medirikan rumah yang megah dengan tujuh pilar/tiang yang kuat dan kokoh (ayat 1), dan di rumah tersebut akan diadakan sebuah perjamuan pesta yang besar (ayat 2). suatu perbandingan potret kehidupan yang kontras antara hikmat dan kebodohan, digambarkan oleh Salomo lewat dua karakter perempuan, yang satu perempuan bijak dan yang satu lagi perempuan bebal yang sedang berusaha mengundang perhatian orang – orang untuk datang menikmati perjamuan yang telah disiapkan. Perempuan yang bijak adalah perempuan yang bertanggung jawab menyediakan makanan yang memberikan hidup (ayat 5-6). sedangkan perempuan bebal hanya menyediakan makanan hasil curian yang menuju pada kebinasaan (ayat 16-18).
Perempuan – perempuan tersebut berdiri ditempat-tempat tinggi di kota (ayat 3, 14) untuk menyerukan undangan mereka. perempuan yang berhikmat mengundang orang – orang yang tidak berpengalaman dan tidak berakal budi untuk datang menikmati hidangan yang mereka sediakan (ayat 4) supaya mereka meninggalkan kebodohan lalu hidup serta mengikuti jalan pengertian (ayat 6). sedangan perempuan bebal digambarkan memiliki sifat cerewet, tidak berpengalaman, dan tidak tahu malu (ayat 13). undangan perempuan bebal pun tertuju kepada orang yang sama, yakni mereka yang tidak berpengalaman dan tidak berakal budi (ayat 16), namun hidangan yang mereka sediakan adalah air curian dan makanan yang dimakan secara sembunyi-sembunyi (ayat 17) yang sekalipun nikmat namun pada akhirnya orang yang memilih untuk makan hidangan dari perempuan bebal akan menuju pada kematian (ayat 18).
Kedua karakter perempuan tersebut merefleksikan dua sisi jalan yang harus kita pilih. Pilihan kita akan menentukan seperti apa jadinya kehidupan kita. Mejalani hidup ini kita akan selalu diperhadapkan pada pilihan – pilihan. untuk dapat menentukan pilihan yang benar, maka penting untuk memiliki hati yang bijaksana sehingga kita tidak terjebak pada pilihan yang membawa kita pada kebodohan. Hidup takut akan Tuhan menjadi dasar utama bagi kita untuk bisa memilih jalan hikmat, agar supaya kita tidak menjadi seperti orang yang bebal yang hanya melakukan hal-hal yang bertentangan dengan firman Tuhan. seperti dalam Amsal 12:23, “….Hati orang bebal menyeru-nyerukan kebodohan.”, maka penting bagi kita untuk memiliki hati yang bijaksana yang takut akan Tuhan. Hikmat dalam bacaan ini diumpamakan seperti Allah yang mengundang kita untuk datang kepadaNya, namun kebodohan tetap ada untuk berusaha menggoda dan menjebak kita. Allah mengundang kita untuk masuk ke kediamanNya, ke dalam sebuah pesta yang telah Ia siapkan. Maka pilihlah jalan hikmat, karena itu adalah undangan dari Allah kepada kita untuk dapat menikmati kebaikanNya. kita memang masih punya pilihan untuk memilih kebodohan, tapi orang yang bijaksana akan memilih hikmat.
Di zaman yang semakin maju dan pesat saat ini, ruang gerak iblis begitu terbuka untuk menjebak kita pada jalan kebodohan. kemajuan teknologi dalam genggaman sering kali memanipulasi kita untuk tidak mau menerima didikan dan pengajaran Allah yang membawa kita pada hidup. kenikmatan dunia modern membutakan mata kita sehingga kita menjadi jauh dari Tuhan. Pilihan-pilihan hidup yang hanya menjerumuskan kita, menghancurkan hidup dan masa depan kita, merusak hubungan kita dengan keluarga dan sesama, membawa kita pada kemunduran moral dan etika serta nilai – nilai kehidupan bersosial, yang tentunya semuanya itu mengarah pada rusaknya persekutuan gereja. ini merupakan tantangan bagi kita di zaman sekarang.
Namun kita tak perlu khawatir, karena undangan hikmat dari Allah masih tersedia, asalkan kita mau untuk datang kepadaNya, memilih jalan hikmat, di sana akan ada kepastikan akan hidup yang diberkati. milikilah hati yang bijaksana agar supaya kita tidak salah dalam memilih dan menentukan jalan hidup, datanglah selalu kepada Tuhan, hiduplah takut akan Dia, taatlah pada setiap perintah dan FirmanNya. itulah hidangan yang Dia sediakan bagi kita, agar supaya kita beroleh hidup di dalam Dia yang mengasihi kita. Yakini dan percayalah, bahwa Hikmat Allah pasti akan menjadikan segala sesuatu lebih indah dan lebih baik daripada yang kita pikirkan. maka pilihlah hikmat. Tuhan Yesus Memberkati. Amin.





















