
Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan, kali ini kita merenungkan sebuah kebenaran yang tidak hanya mendalam secara teologis, tetapi juga sangat eksistensial, jika kita mati dan bangkit dengan Kristus, maka kita akan hidup. Tema renungan ini bukan sekadar kata-kata puitis atau simbolis. Ini adalah realitas rohani yang menjadi inti dari kehidupan Kristen.
Paulus, dalam Roma 6, menulis kepada jemaat yang sedang bertumbuh di tengah dunia yang penuh dengan kompromi, dengan kebiasaan-kebiasaan duniawi, dan godaan untuk menyamakan kasih karunia Allah dengan kebebasan berbuat dosa. Maka ia bertanya dengan tegas dan retoris: “Bolehkah kita bertekun dalam dosa supaya semakin bertambah kasih karunia itu?” Dan jawabannya datang dengan nada yang keras dan tak bisa ditawar: “Sekali-kali tidak!”. Dalam teks asli bahasa Yunaninya, jawaban Paulus adalah “Mē genoito!” sebuah penolakan yang sangat kuat, artinya: “Jangan sampai!” atau “Mustahil!”.
Kita tidak diselamatkan untuk tetap tinggal dalam kehidupan lama. Kita diselamatkan untuk hidup dalam realitas baru, hidup di dalam Kristus yang telah bangkit. Paulus menjelaskan bahwa kita yang telah dibaptis ke dalam Kristus, telah dibaptis ke dalam kematian-Nya. Ini bukan hanya tindakan simbolik, ini merupakan tanda bahwa kita telah menyatu dengan Kristus. Seperti Kristus mati, kita pun telah mati, bukan secara fisik, tetapi secara rohani terhadap kuasa dosa yang dahulu menguasai kita. Dan seperti Kristus telah bangkit dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, kita juga dibangkitkan untuk hidup dalam hidup yang baru.
Saudara-saudara yang diberkati oleh Tuhan Yesus Kristus.
Terlalu sering kita berpikir bahwa menjadi orang Kristen hanya berarti percaya bahwa Yesus mati untuk dosa-dosa kita. Tapi sesungguhnya, lebih dari itu: menjadi orang Kristen berarti ikut mati bersama Kristus terhadap dosa dan ikut bangkit bersama-Nya untuk hidup dalam ketaatan dan kekudusan. Hidup yang baru ini bukan diperoleh karena usaha manusia, tetapi karena karya Allah melalui Roh Kudus yang membangkitkan Kristus dari antara orang mati dan kini juga memberi kita kuasa untuk hidup berbeda dari dunia.
Paulus menggambarkan bahwa manusia lama kita telah disalibkan bersama Kristus, supaya tubuh dosa kita kehilangan kuasanya. Ini berarti bahwa kita tidak lagi diperhamba oleh dosa. Kita bukan lagi budak dari hasrat-hasrat duniawi, dari amarah, keserakahan, kesombongan, atau kecemaran. Kita telah dibebaskan. Tetapi kebebasan dalam Kristus bukanlah kebebasan untuk hidup semaunya, melainkan kebebasan untuk menjadi milik Allah seutuhnya. Kita telah dibeli dengan darah. Kita telah dibangkitkan untuk hidup sebagai saksi bahwa kuasa dosa telah dikalahkan oleh kuasa salib.
Karena itu, jangan biarkan dosa berkuasa dalam tubuh kita yang fana ini. Jangan lagi menyerahkan anggota-anggota tubuh kita sebagai senjata ketidakbenaran, tetapi serahkanlah seluruh hidup kita kepada Allah sebagai mereka yang telah dibangkitkan dari kematian. Inilah panggilan iman: bukan hanya percaya bahwa Yesus bangkit, tetapi menghidupi kebangkitan itu setiap hari, dalam perkataan kita, dalam keputusan kita, dalam kasih kita kepada sesama, dan dalam perjuangan kita melawan dosa.
Seringkali kita gagal bukan karena kita tidak tahu Firman Tuhan, tetapi karena kita tidak menghidupinya. Kita mendengar bahwa kita telah mati bersama Kristus, tapi kita masih membiarkan dosa menjadi raja dalam pikiran dan perilaku kita. Kita tahu bahwa kita telah dibangkitkan, tetapi kita hidup seolah masih terikat di dalam kubur. Maka hari ini, Firman Tuhan menyerukan kepada kita: jangan lagi hidup dalam bayang-bayang kematian, tetapi bangkitlah bersama Kristus. Jadikan hidupmu bukti bahwa Yesus hidup.
Ingatlah bahwa kasih karunia Allah bukan hanya pengampunan, tetapi juga kekuatan untuk hidup benar. Kasih karunia bukan alasan untuk terus berdosa, tetapi alasan untuk terus bertumbuh. Di dalam Kristus, kita bukan hanya orang yang diampuni, tetapi orang yang diperbarui. Kita bukan hanya diselamatkan dari maut, tetapi dipanggil untuk menjadi terang di tengah kegelapan dunia.
Jika kita mati dan bangkit dengan Kristus, kita akan hidup. Ini bukan janji masa depan saja. Ini adalah realitas sekarang. Hari ini. Saat ini. Maka, hiduplah sebagai orang yang telah bangkit. Hiduplah dalam kuasa kasih karunia. Dan biarlah dunia melihat melalui hidup kita bahwa Yesus sungguh telah bangkit, dan bahwa kita adalah umat kebangkitan. Amin.





















