
DODOKUGMIM.COM Saudara-saudara yang diberkti Tuhan, Kita bersyukur kepada Tuhan yang telah memberkati dan menuntun kita sehingga kita telah melewati tahun 2021 dan kita sedang berada di awal tahun baru 2022 ini. Gereja (GMIM) yang telah memasuki periode pelayanan baru tahun 2022-2026 ini, siap melanjutkan tanggung jawab pelayanan yang dimandatkan oleh Kristus, Kepala Gereja. Tugas ini tidak pernah berubah di tengah zaman yang terus bergerak dengan cepat. Tantangan pelayanan yang semakin dinamis dan kompleks maka sebagai orang percaya yang di dalamnya ada Diaken, Penatua, Guru Agama dan Pendeta harus terus berbenah diri dalam memperlengkapi warga jemaatnya agar dapat berperan aktif dalam menjalankan tugas panggilan gereja. Inilah esensi panggilan gereja untuk menjadi berkat bagi dunia, dimana gereja berada di garda terdepan di dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia yang beriman, berilmu dan berkarakter karena kita menjadi kuat di dalam Tuhan.
Saudara-saudara yang diberkati Tuhan
Kitab 2 Tawarikh merupakan lanjutan dari kitab 1 Tawarikh yang menceritakan kembali sejarah bangsa Israel dari perspektif imam dengan tujuan memberikan landasan rohani bagi umat perjanjian agar tetap beriman dan berharap adanya masa depan bersama Tuhan. Yotam sebagai raja yang berarti Tuhan adalah sempurna. Sesuai namanya, ia adalah sosok raja yang takut akan Tuhan. Pada usia 25 tahun, ia menggantikan Uzia ayahnya. Selama 16 tahun memerintah di Yerusalem, ia memengaruhi secara signifikan kehidupan spiritual rakyatnya. Olehnya pemerintahannya menjadi semakin kuat. Perikop ini mencatat bahwa raja Yotam adalah sosok raja yang berhasil karena melakukan apa yang benar, lurus, jujur, tulus di mata Tuhan. Keberhasilan dan kesuksesannya memiliki korelasi dengan kehidupannya bersama Tuhan. la melanjutkan nilai-nilai iman yang diwariskan ayahnya. Perbuatannya tepat seperti yang dilakukan ayahnya. Faktor keteladanan orang tua memengaruhi sikap dan keputusan Yotam. la tdak hanya belajar dari kebaikan tetapi juga dari kesalahan ayahnya. Dimana, ia tidak mencemari kekudusan Bait Tuhan seperti ayahnya. Pada waktu, Uzia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati dan melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada Tuhan dengan melangkahi kapasitasnya, yaitu membakar ukupan di atas mezbah. Akibatnya, ia ditegur karena bertindak sebagai imam padahal ia bukan seorang imam (2Taw 26:16-19). Berikutnya, ada berapa hal mengenai kepemimpinan Yotam. la membangun dan memperluas kerajaannya tetapi tidak dibarengi dengan pembenahan kehidupan spiritual secara konsisten. Rakyat Yehuda masih melakukan hal yang merusak, yaitu penyembahan kepada berhala.
Selama masa pemerintahannya, ia memberi perhatian yang besar terhadap pembangunan Bait Allah, mendirikan Pintu Gerbang Tinggi, membangun tembok Ofel, memperluas wilayah kerajaan, mendirikan kota-kota di pegunungan Yehuda dan membangun benteng-benteng serta menaramenara di hutan-hutan. Raja Yotam menyeimbangkan upaya pembangunan fisik dengan peningkatan kesejahteraan dan keamanan. Ketika ia memperkokoh kubu-kubu, maka ia juga memperkuat kekuatan militer, sehingga dapat mengalahkan raja bani Amon. Hal ini mengindikasikan kesejahteraan dan keamanan rakyat yang dipimpinnya. Kekuatan Yotam bukan karena kecakapan dan kemampuannya sendiri melainkan karena kasih karunia Tuhan (Bnd Efesus 6:10, 2 Kor 12:10b). Inilah faktor utama yang membuatnya kuat dan berhasil.
Saudara-saudara yang diberkati Tuhan,
Lifeeong Learning (pembelajaran sepanjang hayat) menekankan bahwa setiap orang perlu terus belajar sepanjang hidupnya. Pembelajaran mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Melalui lingkup pembelajaran komprehensif ini, orang percaya semakin arif dan terampil menyikapi perkembangan kehidupan. Aspek pembelajaran ini tidak boleh dipisahkan integritas kehidupan beriman. Hal menjadi kuat tidak hanya menunjuk pada kekuatan atau kemapanan hidup, melainkan juga mencakup kekuatan iman dan kematangan emosional. Orang percaya harus memiliki kecerdasan spiritual (SO), kecerdasan emosional (EO) tetapi juga kecerdasan mengatasi situasi yang sulit (Adversity Ouetiont). Kecerdasan ini diperoleh melalui proses pembelajaran sepanjang kehidupan. Orang yang kuat dan tangguh bukan karena kecerdasan kognitif belaka melainkan, orang yang mengarahkan hidupnya dengan melakukan apa yang benar di mata Tuhan. Sumber kekuatan bukan pada dirinya sendiri, tetapi Tuhanlah yang merupakan Sumber kekuatan itu sendiri.
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan,
Sebagai orang percaya bukanlah lamanya usia hidup tetapi bagaimana memaknai hari-hari hidup dengan menyeimbangkan perhatian bagi kegiatan pelayanan di gereja dan kesejahteraan masyarakat. Apabila seseorang dipercayakan di dalam jabatan tertentu, lakukanlah yang terbaik sesuai kapasitasnya dan jangan melampaui wewenangnya. Bangunlah pintu gerbang sukacita, dirikanlah tembok persekutuan yang kokoh dan menara perlindungan yang aman.
Memasuki periode pelayanan dan tahun yang baru ini, orang percaya diajak untuk saling menguatkan dan bukan saling melemahkan apalagi menjatuhkan. Hal saling menguatkan, menunjukkan bahwa jemaat semakin bertumbuh dewasa di dalam Tuhan. Dengan demikian, kita dapat melakukan hal-hal yang luar biasa untuk kemuliaan Tuhan dan kesejahteraan umat-Nya. Pelayan Khusus sudah berjanji dan mengaku untuk setia dan bertanggungjawab dalam pelayanan dan hendaknya anggota jemaat yang menjadi anggota di Kolom dan di BIPRA menghormati pemimpin yang melayani kita dan harus kuat karena hidup dalam Tuhan. Amin.























