TEMA:“Jangan Kecut dan Tawar Hati”
BACAAN ALKITAB: Yosua 1 : 6 – 9
Saudara-saudara,
Di dalam dunia penerbangan ada satu istilah penting, namanya “zero visibility”. Zero visibility atau jarak pandang nol adalah satu keadaan dimana pilot tidak bisa melihat apa-apa dari kokpitnya, pandangannya tertutup, biasanya karena kabut, badai, hujan atau awan. Ini satu kondisi yang tentu sangat berbahaya. Kalau kita naik mobil, kita bisa saja berhenti, apabila memang kabut sangat tebal. Tunggu sampai kabut menghilang, kita bisa melanjutkan lagi perjalanan kita. Tetapi pesawat tentu harus terus terbang. Bayangkan pesawat melaju dengan kecepatan tinggi, tidak bisa berhenti, tetapi pilot tidak bisa memperkirakan halangan apa yang ada di depan, apakah ada gunung, dan lain-lain. Seandainya kita bertindak sebagai pilot saat itu, apa yang harus kita lakukan?
Yosua sesungguhnya sedang mengalami keadaan seperti pilot ini. Pasca meninggalnya Musa, maka Tuhan memberi mandat kepada Yosua untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju tanah Kanaan. Tujuan memang sudah jelas, tanah Kanaan, tetapi Yosua sama sekali tidak memiliki gambaran tentang apa yang akan dihadapinya. Bekalnya hanyalah janji Tuhan: kuatkan dan teguhkanlah hatimu. Frase kalimat ini empat kali disebutkan dalam pasal 1. Jadi, walaupun akan menempuh dinamika perjalanan yang Yosua dan bangsa Israel belum tahu apa itu, masih rahasia, masih misteri; hanya kuatkan dan teguhkanlah hati. Itu saja pesan firman Tuhan bagi Yosua.
Namun tentu Yosua, bukanlah pemimpin, bukanlah “pilot” yang sembarangan. Dia sudah diuji dan dibentuk oleh Tuhan sejak awal. Ingat, Yosua lahir di Mesir, dalam mana peradaban waktu itu sudah sangat maju. Pastilah dia juga mengalami dampak kemajuan Mesir, termasuk pengaruh dalam pendidikan. Namun di Mesir juga dia telah dididik oleh Allah untuk melihat akibat dari penyembahan berhala yang sungguh-sungguh menjadi kekejian bagi Tuhan. Sebagai seorang keturunan Yusuf, Yosua benar-benar digembleng dalam tradisi yang kuat. Apalagi kakeknya Elisama adalah pemimpin suku Israel yang tentu akan menjaga kesucian dan kemurnian iman keluarga dan bahkan bangsa. Semasa Musa memimpin, Yosua telah menjadi pendamping, tangan kanan Musa, yang tentu saja mewarisi semangat dan keteladanan Musa. Banyak hal telah dipelajari oleh Yosua dari Musa tentang bagaimana melayani Tuhan dan memimpin bangsa. Tentu kita masih ingat ketika Musa mengutus Yosua dan teman-temannya mengintai kota Yerikho, hanya Yosua dan Kaleb yang memberikan optimisme, hanya Yosua dan Kaleb yang memberi semangat iman untuk maju dan merebut kota Yerikho. Tidak heran Tuhan memuliakan Yosua dan Kaleb. Tuhan memilih mereka karena keyakinan mereka kepada Tuhan. Dalam Bilangan 32:12 dituliskan, “Kecuali Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, dan Yosua bin Nun, sebab keduanya mengikut TUHAN dengan sepenuh hatinya.” Yang lainnya kemana? Yang lainnya tidak diijinkan masuk ke tanah Kanaan. Karena janji dari berkat Tuhan hanya berlaku kepada mereka yang setia dan taat kepada Tuhan. Janji Tuhan akan menjadi nyata, hanya kepada mereka yang memiliki keyakinan atau iman. Bagi orang yang tidak beriman atau tidak memiliki keyakinan kepada Tuhan, maka janji Tuhan adalah sebuah kehampaan dan kebodohan. Yosua telah menunjukkan bahwa ia adalah pribadi yang layak, bukan karena kehebatannya, kepintarannya, kekuatannya; tetapi karena kebergantungannya kepada Tuhan. Sehingga cukuplah bagi Yosua mendengar firman: kuatkan dan teguhkanlah hatimu. Ini sesungguhnya jaminan yang pasti. Melangkah bersama Tuhan, pasti ada pemeliharaan dan perlindungan Tuhan. Walaupun akan menghadapi tantangan dan kesulitan, kuatkan dan teguhkan, pasti pertolongan Tuhan ada. Jangan kecut, tawar hati atau kehilangan iman. Walaupun perjalanan baru akan ditempuh, jejak-jejak kaki baru akan dilangkahkan, semua masih rahasia dan misterius; tapi kuatkan dan teguhkanlah hatimu.
Hari ini baru hari yang kedua di bulan Januari di tahun yang baru, 2020. Masih panjang waktu perjalanan. Kita baru saja memulai langkah-langkah awal di tahun baru. Sesungguhnya kita juga dalam keadaan zero visibility, jarak pandang nol. Kita tidak tahu apa yang akan kita hadapi, semuanya masih tertutup, rahasia dan penuh misteri. Apakah kita akan menghadapi persoalan yang kecil tahun ini, atau justru masalah yang besar? Apakah kita akan sehat sepanjang tahun ini ataukah nanti akan sakit? Apakah kita akan menikah, akan sukses, akan naik pangkat, akan maju atau sebaliknya? Kita sungguh tidak tahu. Zero visibility!
Pilot pesawat dalam kenyataannya terus melaju walaupun jarak pandang nol. Mengapa? Karena dia taat pada arahan petugas Air Traffic Control-ATC yang bertugas di menara pengawas bandara. Yosua akhirnya berhasil membawa Israel masuk ke tanah Kanaan karena ketaatannya pada petunjuk firman Allah. Ibaratnya seperti petugas ATC, Tuhan memberi petunjuk. Dan Yosua taat pada petunjuk dan tidak menyimpang ke kiri atau ke kanan. Dia benar-benar yakin dan percaya pada firman Allah. Dia merenungkan firman siang dan malam. Dia bertindak hati-hati berdasarkan petunjuk firman. Dan akhirnya dia tiba di tujuan dengan selamat, perjalanannya berhasil dan beruntung.
Sesungguhnya rahasia menghadapi zero visibility dalam hidup kita adalah membaca, merenungkan dan melakukan firman Tuhan dengan taat, baik siang maupun malam.
Musa karena tidak taat pada firman Tuhan, hanya melihat dari atas gunung dan tidak bisa masuk ke tanah Kanaan. Yosua yang beriman dan percaya sungguh-sungguh kepada Tuhan, dialah yang diperkenankan memimpin dan masuk di tanah perjanjian karena taat pada firman Tuhan. Ketaatan pasti membawa berkat, apalagi taat kepada firman Tuhan siang dan malam.
Di tahun baru ini, ada berapa banyak jemaat yang hadir saat ini, yang mau perjalanan hidupnya berhasil dan beruntung? Kita sedang dalam keadaan zero visibility. Kita tidak tahu akan hidup kita ke depan. Jika di tahun yang silam kita mengandalkan harta kita, uang kita, kekayaan, kekuatan, jabatan, pengaruh dan semua yang ada pada kita yang adalah berhala modern, masih ada kesempatan bagi kita untuk bertobat. Pintu kemurahan Tuhan masih terbuka untuk kita. Begitu juga pintu maaf masih terbuka ketika kita merasa telah menyakiti hati sesama kita. Taatlah pada firman Tuhan dan hiduplah mengandalkan Tuhan dengan percaya pada janji-janji firman Tuhan. Sebagai orang yang sungguh-sungguh beriman, hidup di tahun 2020 ini pasti beruntung, karena kita mau hidup taat pada firman Tuhan. Sesungguhnya kalau kita punya iman, tetap kuat dan teguh pada firman Tuhan, maka keberhasilan dan keberuntungan adalah sebuah kepastian, bukan lagi rahasia, bukan lagi misteri, bukan lagi zero visibility. Selamat melanjutkan perjalanan bersama Tuhan Yesus, selamat menikmati keberhasilan dan keberuntungan! Amin.




































