Jemaat yang dikasihi dan diberkati Tuhan!
Tanggal 26 Desember adalah hari kedua kita merayakan Natal Yesus Kristus, Juruselamat. Setiap manusia ingin selamat hidup di dunia. Selamat artinya: 1. bebas atau terhindar dari bahaya, malapetaka, bencana; 2. Tidak mendapat gangguan, tidak mengalami kerusakan. 3. Sehat, sembuh dari pen yakit. 4. Tujuan tercapai, tidak gagal. Ada banyak kiat manusia berusaha untuk bertahan hidup dan menyelamatkan diri agar hidup sehat, terpenuhi kebutuhan sandang, pangan, papan, biologis dan sosial serta psikologis yang tujuannya adalah agar hidup aman, nyaman dan bahagia di dunia ini. Bagi orang yang tidak beriman kiat atau cara apapun bukan persoalan, yang penting kebutuhan dan keinginan terpuaskan. Karena bagi mereka kematian tubuh adalah akhir kehidupan. Kepada manusia yang orientasi hidupnya semata untuk memenuhi kebutuhan jasmani, Rasul Paulus mengingatkan, “Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kern uliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata- mata tertuju kepada perkara duniawi.” (Filipi 3:19).
Jemaat yang dikasihi dan diberkati Tuhan!
Berbeda dengan mereka, kita yang merayakan Natal Yesus Kristus, Juruselamat sebagai orang Kristen, kita adalah warga negara di dunia, tetapi hidup ini tidak berakhir setelah kematian tubuh di dunia. “Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga,” (Filipi 3: 20) Bumi tempat kita tinggal saat ini fana dan akan binasa. Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia. (2 Kor. 5: 1) Jadi bagi orang Kristen, kita wajib berusaha untuk selamat secara jasmani di bumi, tetapi juga wajib berjuang hidup berkenan kepada-Nya dengan mengikuti jalan yang diteladankan Yesus Kristus untuk melakukan firman- Nya. Kata Yesus: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6) Namun demikian Yesus juga mengingatkan bahwa tidak semua orang yang meryakan Natal- Nya akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, jika tidak melakukan firman-Nya. “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” (Matius 7:21) Oleh karena itu, “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.” “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Mat 6:19-20, 33).
Jemaat yang dikasihi dan diberkati Tuhan!
Momentum perayaan Natal Yesus Kristus hendaknya menjadi kesempatan kita merenungkan, men apa dan untuk apa Yesus Kristus lahir ke dalam dunia? ~emua manusia mewarisi dosa Adam dan Hawa. “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,” (Roma 3:23) Karena manusia telah jatuh ke dalam dosa maka akan hidup bersusah payah lalu mati. “Sebab upah dosa ialah maut;”(Roma 6:23a)
Kendati kematian tidak dapat dihindarkan manusia, namun oleh kasih karunia Tuhan Allah maka manusia diangkat dari jurang dosa dan kematian lalu diberi kesempatan untuk memperoleh hidup kekal. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga la telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.” (Yohanes 3: 16-17)
Jemaat yang dikasihi dan diberkati Tuhan!
Ada banyak tawaran yang menggoda dari ilah-ilah dengan kekuatan supranaturaVilahi seperti agama-agama lain dan aliran kepercayaan serta berhala-berhala moderen. Namun firman hari ini menegaskan bahwa tidak ada nama lain selain Yesus Kristus, Juruslamat yang dapat menyelamatkan manusia dan dunia. Sejarah membuktikan, seperti yang disaksikan Alkitab, Yesus adalah Kristus, Juruselamat, Nabi, Imam Besar Agung, Anak Allah, Imanuel dan Raja di atas segala raja. Firman yang menjadi manusia dan diam di antara kita. Allah yang berikarnasi menjadi manusia. Ia Iahir, menderita, mati tapi tidak berbuat dosa. Ia mnyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati dan mengalahkan kuasa Iblis yaitu kematian kekal dengan kebangkitan-Nya lalu naik ke sorga. Tidak ada ilah, berhala, pendiri agama lain dan aliran kepercayaan yang dapat melakukan seperti yang dilakukan Yesus. Bahkan dalam hanya nama Yesus Kristus Rasul Petrus dapat menyembuhkan orang lumpuh (Kis.3:6) dan membangkitkan orang mati. (Kis.9:40) Karena itu di depan Mahkamah Agama Rasul Petrus menyatakan, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada man usia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”
Jemaat yang dikasihi dan diberkati Tuhan!
Marilah kita belajar dari Rasul Petrus yang berani memberitakan Injil, Kabar Baik bahwa Yesus Kristus telah bangkit dari kematian untuk menyelamatkan manusia yang percaya kepada-Nya dan melakukan kehendak-Nya dengan kata, perbuatan dan sikap hidup yang berintegritas (satu kata dan perbuatan). Amin

























