• Privacy Policy
  • Contact
  • DODOKU
  • KABAR GMIM
    • SINODE
    • WILAYAH / JEMAAT
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
    • WARTA
  • RENUNGAN
    • MTPJ
    • RHK
    • MANNA
  • ARTIKEL
    Tantangan Gereja di Masa Kini: Degradasi Nilai Persekutuan Kristen

    Tantangan Gereja di Masa Kini: Degradasi Nilai Persekutuan Kristen

    Gereja di Era Digital

    Gereja di Era Digital

    Pertukaran Pemuda GMIM-EKHN: Peliharah Kerjasama dan Alam

    Pertukaran Pemuda GMIM-EKHN: Peliharah Kerjasama dan Alam

    Habakuk Sang Nabi Profesional

    Habakuk Sang Nabi Profesional

    Beberapa Peristiwa Sejarah GMIM yang Penting Sejak Tahun 1934

    Beberapa Peristiwa Sejarah GMIM yang Penting Sejak Tahun 1934

    Garis Waktu Berdirinya GMIM

    Garis Waktu Berdirinya GMIM

    Mengenal Yerusalem, Kota Kunci Peristiwa Sejarah di Dalam Alkitab

    Mengenal Yerusalem, Kota Kunci Peristiwa Sejarah di Dalam Alkitab

    Mengenal Kota Korintus, Si Jembatan Yunani yang Pernah Melewati Masa Kelam

    Mengenal Kota Korintus, Si Jembatan Yunani yang Pernah Melewati Masa Kelam

    MENGENAL SURAT IBRANI

    MENGENAL SURAT IBRANI

  • KIDUNG
  • KABAR SULUT
    Gubernur Sulut Tekankan Pentingnya Peran Pelsus GMIM Dalam Mengajarkan Nilai-nilai Pancasila

    Gubernur Sulut Tekankan Pentingnya Peran Pelsus GMIM Dalam Mengajarkan Nilai-nilai Pancasila

    Peduli Korban Banjir di Likupang, GMIM Imanuel Maumbi Salurkan Sejumlah Bantuan

    Peduli Korban Banjir di Likupang, GMIM Imanuel Maumbi Salurkan Sejumlah Bantuan

    GMIM Bangun Kerjasama Dengan UNIMA

    GMIM Bangun Kerjasama Dengan UNIMA

    GMIM dan BNI Kolaborasi Tanam Pohon

    GMIM dan BNI Kolaborasi Tanam Pohon

    Kapolres Tomohon Sambangi Kantor Sinode GMIM

    Kapolres Tomohon Sambangi Kantor Sinode GMIM

    North Sulawesi GMIM Male Choir Ukir Sejarah di Prancis

    North Sulawesi GMIM Male Choir Ukir Sejarah di Prancis

    Gelar Festival dan Expo, PPA Cluster Manado 1 Suarakan Pentingnya Perlindungan Perempuan dan Anak

    Gelar Festival dan Expo, PPA Cluster Manado 1 Suarakan Pentingnya Perlindungan Perempuan dan Anak

    Peringati Kenaikan Tuhan Yesus, Ketua MPH SAG Sulutteng Ingatkan Tugas Kesaksian Gereja

    Peringati Kenaikan Tuhan Yesus, Ketua MPH SAG Sulutteng Ingatkan Tugas Kesaksian Gereja

    Sambut Karnaval, Panitia MPF 2022 Matangkan Persiapan

    Sambut Karnaval, Panitia MPF 2022 Matangkan Persiapan

No Result
View All Result
  • DODOKU
  • KABAR GMIM
    • SINODE
    • WILAYAH / JEMAAT
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
    • WARTA
  • RENUNGAN
    • MTPJ
    • RHK
    • MANNA
  • ARTIKEL
    Tantangan Gereja di Masa Kini: Degradasi Nilai Persekutuan Kristen

    Tantangan Gereja di Masa Kini: Degradasi Nilai Persekutuan Kristen

    Gereja di Era Digital

    Gereja di Era Digital

    Pertukaran Pemuda GMIM-EKHN: Peliharah Kerjasama dan Alam

    Pertukaran Pemuda GMIM-EKHN: Peliharah Kerjasama dan Alam

    Habakuk Sang Nabi Profesional

    Habakuk Sang Nabi Profesional

    Beberapa Peristiwa Sejarah GMIM yang Penting Sejak Tahun 1934

    Beberapa Peristiwa Sejarah GMIM yang Penting Sejak Tahun 1934

    Garis Waktu Berdirinya GMIM

    Garis Waktu Berdirinya GMIM

    Mengenal Yerusalem, Kota Kunci Peristiwa Sejarah di Dalam Alkitab

    Mengenal Yerusalem, Kota Kunci Peristiwa Sejarah di Dalam Alkitab

    Mengenal Kota Korintus, Si Jembatan Yunani yang Pernah Melewati Masa Kelam

    Mengenal Kota Korintus, Si Jembatan Yunani yang Pernah Melewati Masa Kelam

    MENGENAL SURAT IBRANI

    MENGENAL SURAT IBRANI

  • KIDUNG
  • KABAR SULUT
    Gubernur Sulut Tekankan Pentingnya Peran Pelsus GMIM Dalam Mengajarkan Nilai-nilai Pancasila

    Gubernur Sulut Tekankan Pentingnya Peran Pelsus GMIM Dalam Mengajarkan Nilai-nilai Pancasila

    Peduli Korban Banjir di Likupang, GMIM Imanuel Maumbi Salurkan Sejumlah Bantuan

    Peduli Korban Banjir di Likupang, GMIM Imanuel Maumbi Salurkan Sejumlah Bantuan

    GMIM Bangun Kerjasama Dengan UNIMA

    GMIM Bangun Kerjasama Dengan UNIMA

    GMIM dan BNI Kolaborasi Tanam Pohon

    GMIM dan BNI Kolaborasi Tanam Pohon

    Kapolres Tomohon Sambangi Kantor Sinode GMIM

    Kapolres Tomohon Sambangi Kantor Sinode GMIM

    North Sulawesi GMIM Male Choir Ukir Sejarah di Prancis

    North Sulawesi GMIM Male Choir Ukir Sejarah di Prancis

    Gelar Festival dan Expo, PPA Cluster Manado 1 Suarakan Pentingnya Perlindungan Perempuan dan Anak

    Gelar Festival dan Expo, PPA Cluster Manado 1 Suarakan Pentingnya Perlindungan Perempuan dan Anak

    Peringati Kenaikan Tuhan Yesus, Ketua MPH SAG Sulutteng Ingatkan Tugas Kesaksian Gereja

    Peringati Kenaikan Tuhan Yesus, Ketua MPH SAG Sulutteng Ingatkan Tugas Kesaksian Gereja

    Sambut Karnaval, Panitia MPF 2022 Matangkan Persiapan

    Sambut Karnaval, Panitia MPF 2022 Matangkan Persiapan

No Result
View All Result
Our Story, Your Habit
No Result
View All Result
Home RENUNGAN MTPJ

MTPJ 6 — 12 April 2025 (Minggu Sengsara V) – “Penyesalan Karena Telah Menyerahkan Darah Orang Yang Tak Bersalah” – Matius 27:1-10

4 April 2025
Reading Time: 6 mins read
MTPJ 2 – 8 April 2023 – “Tersalib Di Antara Dua Penyamun” – Matius 27:27-44
0
SHARES
26k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsAppShare on Telegram
ADVERTISEMENT

 “Penyesalan Karena Telah Menyerahkan Darah Orang Yang Tak Bersalah” – Matius 27:1-10

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Penyesalan tidak dapat mengubah masa lalu, begitu pula kekhawatiran tidak dapat mengubah masa depan. Menyesali apa yang sudah terjadi, dapat membuat orang menyalahkan diri sendiri dan memperburuk keadaan. Terlalu menyalahkan diri sendiri atas kesalahan dapat berakibat berbagai dampak negatif, baik secara mental, emosional, maupun fisik. Beberapa akibat yang dapat terjadi antara lain; kecemasan, stres dan depresi, merasa tidak berharga dan ragu terhadap kemampuannya. sulit memaafkan diri sendiri, perasaan bersalah yang berkepanjangan, kehilangan semangat hidup, bahkan bunuh diri.

Penyesalan adalah hal yang manusiawi. Karena kodrat manusia lemah dan terbatas sehingga seringkali salah dalam mengambil keputusan. Jadi setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan dalam mengambil keputusan. Persoalannya adalah bagaimana kita memperbaiki kesalahan? Thomas Alva Edison, yang terkenal dengan sikapnya terhadap kegagalan dalam inovasi mengatakan, -Saya tidak gagal. Saya hanya menemukan 10.000 cara yang tidak berhasil.” Banyak pemikir sukses menekankan bahwa kegagalan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan. Demikian juga dengan kehidupan beriman, diperlukan penyesalan atas dosa dan kesalahan lalu bertobat untuk mendapatkan pengampunan dan keselamatan. Perenungan minggu ini akan dituntun oleh tema: Penyesalan Karena Telah Menyerahkan Darah Orang Yang Tak Bersalah.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Matius 27:1-10 menceritakan peristiwa setelah penangkapan Yesus Kristus, khususnya ketika Sanhedrin yaitu majelis hakim yang terdiri dari para imam kepala, ahli Taurat dan tua-tua bangsa Yahudi mengambil keputusan untuk membunuh Yesus Kristus dan menyerahkan-Nya kepada Pontius Pilatus. Yudas Iskariot menyesali dosanya lalu gantung diri. Ayat 1. “Ketika hari mulai siang, semua imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi berkumpul dan mengambil keputusan untuk membunuh Yesus- Setelah Yesus Kristus ditangkap di taman Getsemani. mula-mula Ia dibawa kepada Hanas (Yoh.18:13). lalu kepada imam besar Kayafas (Matius 26: 57) dan ke Sanhedrin. Ayat 1 menunjuk pada pengadilan Sanhedrin, majelis tertinggi dalam sistem hukum agama Yahudi. Sanhedrin terdiri dari para imam kepala, ahli Taurat dan tua-tua bangsa Yahudi, dengan jumlah anggota 71 orang. Mereka memiliki wewenang untuk mengadili perkara-perkara agama, sosial dan hukum, khususnya kasus-kasus yang melibatkan pelanggaran Taurat. Sanhedrin juga berperan mengawasi ajaran keagamaan serta menentukan Kebijakan bagi bangsa Yahudi.

Frasa `mengambil keputusan’ dalam bahasa aslinya, Yunani, sumboulion artinya bersekongkol, berunding, keputusan. Menurut KBBI, bersekongkol/berse-kong•kol artinya berkomplot atau bersepakat melakukan kejahatan; bersekutu dengan maksud jahat. Keputusan Sanhedrin bukan didasarkan pada keadilan, melainkan kebencian dan ketakutan terhadap Yesus Kristus yang dianggap mengancam kekuasaan mereka.

Ayat 2. Mengapa Yesus Kristus diserahkan kepada Pilatus? Karena wilayah Yehuda dan Israel berada di bawah jajahan pemerintah Romawi sehingga hukum yang berlaku menggunakan hukum Romawi yang memilliki kewenangan untuk menghukum mati. Sementara hukum agama Yahudi secara khusus hanya diberikan kewenangan untuk mengawasi pelanggaran Taurat. Pontius Pilatus sebagai Wali Negeri, gubernur Romawi disebut oleh para ahli sejarah sebagai Prokurator (pejabat Romawi yang bertanggung jawab atas provinsi Yudea pada masa pemerintahan Kaisar Tiberius sekitar tahun 26-36 M) memiliki wewenang untuk mengeksekusi sehingga mereka menyerahkan Yesus Kristus kepadanya agar dihukum mati.

Ayat 3. “Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat. bahwa Yesus telah dijatuhi h ukuman mati, menyesallah ia. Kata “menyesallah” dari kata menyesal dalam bahasa Yunani metamellomai bernuansa putus asa: hilang harapan, tidak mempunyai harapan lagi untuk mengubah keputusan atau keadaan. Yudas Iskariot menunjukkan tanda penyesalannya dengan. “mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua ” dan pengakuannnya, “Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah.”

Apa yang membuat Yudas Iskariot menyesal ? Menurut tafsiran dari Matthew Henry bahwa ketika Yudas Iskariot melihat bahwa Yesus Kristus telah dijatuhi hukuman mati, “mungkin Yudas Iskariot berharap bahwa Yesus Kristus akan dapat meloloskan diri dengan membela diri di depan pengadilan sehingga la dibebaskan. Dengan demikian, Yesus Kristus akan memperoleh kehormatan, sedangkan orang-orang Yahudi itu akan mendapat malu, sedangkan dia mendapatkan uang dan tidak ada hal-hal buruk yang akan terjadi. Sehingga ketika Yesus Kristus dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia.” Artinya, Yudas Iskariot putus asa dan menyalahkan dirinya sendiri. Dapat disimpulkan, tafsiran Matthew Henry tentang ayat ini bahwa ada dua motif Yudas Iskariot mengkhianati dan menjual Yesus Kristus. Pertama, uang tiga puluh perak. Kedua, Yesus Kristus akan memperoleh kehormatan, sedangkan orang-orang Yahudi akan mendapat malu. Pernyataan penyesalan dan sikap Yudas Iskariot mengembalikan uang tiga puluh keping perak kepada imam-imam kepala dan tua-tua menegaskan bahwa ia ingin menutupi kesalahan dan membenarkan dirinya.

Penyesalan yang tulus lahir dari suara hati nurani. Walaupun penyesalan tidak selalu membawa perubahan hidup yang lebih baik. Uang adalah alat tukar yang dapat membeli kebutuhan makan, minum dan kebutuhan lainnya sehingga dapat memuaskan dan menyenangkan tubuh. Tetapi uang dapat menjadi sumber orang melakukan tindakan penipuan, pengkhianatan dan berbagai kejahatan lainnya. (Band. 1 Timotius 6:10) Bahkan uang hasil kejahatan dapat juga menjadi sumber malapetaka. (Band. Ayub 20:12-14; Wahyu 10:9).

Ayat 4 “Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah- adalah ungkapan kesadaran dan penyesalan Yudas Iskariot serta pengakuan dosa karena telah menyebabkan Yesus Kristus dihukum mati. Ia menyadari bahwa Gurunya adalah orang yang tidak bersalah. Karena Yudas Iskariot telah mengalami, melihat dan merasakan hidup bersama Yesus Kristus selama kurang lebih 3 tahun, bahwa la tidak pernah melakukan tindakan dosa. Penyesalan dan pengakuan dosa ternyata tidak membuat Yudas Iskariot bertobat dan membaharui dirinya. Jika dibandingkan dengan Petrus yang jatuh ke dalam dosa karena menyangkal Yesus Kristus yang bertobat dan mengubah dirinya lalu melanjutkan hidup dengan baik serta bersaksi tentang Injil, maka Yudas Iskariot mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri. (ayat 5) Mengapa? Karena penyesalan Yudas Iskariot bersifat emosional dan duniawi, bukan pertobatan sejati yang membawa kepada pengampunan. Petrus bertobat karena pandangan” Yesus Kristus. “Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: “Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telc h tiga kali menyangkal Aku. Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.”(Lukas 22:61-62) -Menangis dengan sedihnya” pikros adalah ekspresi emosional karena merasa terjebak dalam situasi yang sulit sehingga melakukan hal yang menyangkal prinsip hidupnya atau keyakinannya. Pandangan Yesus Kristus yang bermakna teguran, belas kasihan dan peringatan menyadarkan Petrus sehingga ia menangis dengan sedihnya.

“Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!” adalah ungkapan sinis dan dingin terhadap Yudas Iskariot. Hal ini menunjukkan kemunafikan, karena mereka telah memanfaatkan Yudas Iskariot agar berkhianat kepada Gurunya untuk rencana jahat mereka, tetapi tidak peduli dengan perasaan bersalahnya.

Ayat 5. “Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri.” Yudas Iskariot melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, yang menunjukkan bahwa ia tidak lagi menginginkannya dan sadar bahwa uang itu berasal dari tindakan yang salah. Melemparkan uang ke Bait Suci mungkin juga merupakan tindakan putus asa, seolah-olah Yudas Iskariot ingin melemparkan tanggung jawabnya.

Yudas Iskariot “menggantung diri,” Yunani apegksatho; hang oneself/himself, tetapi Kisah Para Rasul 1:18 mencatat bahwa tubuhnya jatuh dan perutnya pecah. Kedua ayat ini harus dipahami sebagai dua bagian dari satu kejadian. Kemungkinan Yudas Iskariot menggantung diri sendiri di tempat tinggi (pohon) dan kemudian tali putus atau cabang patah, menyebabkan tubuhnya jatuh dan hancur. Kisah ini menggambarkan akibat tragis dari pengkhianatan, penyesalan dan keputusasaan tanpa iman.

Ayat 6-10. “Imam-imam kepala mengambil uang perak itu dan berkata: “Tidak diperbolehkan memasukkan uang ini ke dalam peti persembahan, sebab ini uang darah.” “Uang darah artinya uang yang diperoleh dari tindakan yang menyebabkan kematian seseorang.

Makna dan Implikasi Firman

  1. Persekongkolan berarti berkomplot atau bersepakat melakukan kejahatan; bersekutu dengan maksud jahat adalah tindakan melawan keadilan dan kebenaran. Persekongkolan terjadi ketika sekelompok orang merasa lemah dan terancam kehilangan pengaruh, kekuasaan dan kenyamanan. Motif ketakutan melahirkan kebencian dan menghalalkan segala cara ketika merasa tidak mampu bersaing secara adil atau fair. Persekongkolan terjadi dalam struktur dan institusi sosial, maupun di dalam institusi rohani. Keadilan atau fairness’ dalam konteks dinamika kemajemukan menempatkan kesetaraan dan kebaikan sebagai nilai luhur. Gereja sebagai bagian dari masyarakat akan selalu bersentuhan dengan dinamika politik. Persekongkolan Sanhedrin yang menghukum mati Yesus Kristus adalah tindakan mematikan keadilan dan kebenaran absolut. Kiranya kita sebagai gereja, baik sebagai institusi, maupun secara ind ividu tidak bersekongkol seperti Sanhedrin.
  2. Penyesalan tanpa pertobatan tidak mengubah keadaan menjadi lebih baik. Yudas Iskariot menyesal, putus asa dan menggantung diri (Matius 27:5). Yudas Iskariot menyesali perbuatannya, namun dia mencari pengampunan dan pembenaran di tempat yang salah. Ia berhadapan dengan orang-orang munafik yang memanfaatkan dirinya demi kepentingan mereka. Ini menjadi peringatan bagi kita orang percaya bahwa dosa tanpa pertobatan sejati membawa kehancuran. Berbeda dengan Petrus yang menyangkal Yesus Kristus tetapi bertobat dan kembali melakukan kehendak Guru-Nya. Pengakuan dosa yang tulus untuk bertobat adalah langkah pemulihan dan keselamatan. Ketika kita melakukan kesalahan, datanglah kepada Yesus Kristus. Jangan berdalih membenarkan diri atau mencari pembenaran dari orang-orang munafik. (band. 1 Yohanes 1:9).
  3. Apakah Tuhan Allah berkenan menerima persembahan dari `uang darah’? Renungkanlah! Maleakhi 1:8. “Apabila kamu membawa seekor binatang buta untuk dipersembahkan, tidakkah itu jahat? Apabila kamu jahat? Yesaya membawa binatang yang timpang dan sakit, tidakkah itu 1:13 “Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku. Kalau kamu merayakan bulan baru dan sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan. ” Amsal 15: 8. “Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.”

 PERTANYAAN UNTUK DISKUSI

  1. Apa yang saudara pahami tentang, “Penyesalan Karena Telah Menyerahkan Darah Orang Yang Tak bersalah” dari perenungan Matius 27:1-10?
  2. Mengapa Yudas Iskariot menyesal tetapi tidak bertobat?
  3. Apa yang saudara pahami tentang `uang darah’ jika dipersembahkan kepada Tuhan Allah?

NAS PEMBIMBING: Lukas 17:3-4

POKOK-POKOK DOA:

  1. Doakan agar orang percaya berani mengaku dosa dan datang kepada Yesus Kristus mohon pengampunan lalu bertobat.
  2. Doakan agar orang percaya tidak bersekongkol melakukan kejahatan untuk mematikan keadilan dan kebenaran.
  3. Doakan agar pemimpin Gereja tidak bertindak seperti Sanhedrin

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN. MINGGU SENGSARA V

 NYANYIAN YANG DIUSULKAN
Persiapan: NNBT. No. 4 Naikan Doa Pada Allah
Nas Pembimbing: KJ. No. 375 Saya Mau Ikut Yesus
Pengakuan Dosa : PKJ. No. 43 Tuhan Kami Berlumuran Dosa
Pemberitaan Anugerah Allah: NKB. No.15 Hidup Yang Penuh Berbeban
Ajakan Untuk Mengikuti Yesus Kristus Di Jalan Sengsara: KJ. No. 392 Inginkah Kau Ikut Tuhan
Ses Doa Pembacaan Alkitab: KJ. No. 373 Aku Mau Mengerti
Persembahan: NNBT. No. 9 `Ku Akan Selalu Bersyukur
Nyanyian Penutup: NKB. No. 85 Kar:na Kasih-Nya

ATRIBUT : Warna Dasar Ungu dengan Simbol XP (Khi-Rho), Cawan Pengucapan, Salib dan Mahkota Duri.

Tags: 6 — 12 April 2025 (Minggu Sengsara V) - "Penyesalan Karena Telah Menyerahkan Darah Orang Yang Tak Bersalah"gmimKhotbah GMIMMatius 27:1-10MTPJ

Baca Juga Info Lainnya

RHK Senin, 2 September 2019
RENUNGAN

RHK Kamis, 22 Oktober 2026 – 2 Petrus 1:10–11 – Panggilan Dan Pilihan Makin Teguh

21 October 2026
Audio Bacaan Alkitab Setahun Selasa, 7 Oktober 2026 – Matius 13dan 14
AUDIO BACAAN ALKITAB SETAHUN

Audio Bacaan Alkitab Setahun Kamis, 22 Oktober 2026 – Markus 15 – 16

21 October 2026
RHK Senin, 2 September 2019
RENUNGAN

RHK Rabu, 21 Oktober 2026 – 2 Petrus 1:8–9 – Berhasil dalam pengenalan Yesus kristus tuhan kita

20 October 2026

Categories

RHK Senin, 2 September 2019
RENUNGAN

RHK Kamis, 22 Oktober 2026 – 2 Petrus 1:10–11 – Panggilan Dan Pilihan Makin Teguh

penulis manda
21 October 2026
0

(10) Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah...

SelengkapnyaDetails
Audio Bacaan Alkitab Setahun Selasa, 7 Oktober 2026 – Matius 13dan 14

Audio Bacaan Alkitab Setahun Kamis, 22 Oktober 2026 – Markus 15 – 16

21 October 2026
RHK Senin, 2 September 2019

RHK Rabu, 21 Oktober 2026 – 2 Petrus 1:8–9 – Berhasil dalam pengenalan Yesus kristus tuhan kita

20 October 2026
Audio Bacaan Alkitab Setahun Selasa, 7 Oktober 2026 – Matius 13dan 14

Audio Bacaan Alkitab Setahun Rabu, 21 Oktober 2025 – Markus 14

20 October 2026
RHK Senin, 2 September 2019

RHK Selasa, 20 Oktober 2_026 – 2 Petrus 1:5–7 Berusaha Menjaga dan Iman

20 October 2026
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2026 dodokugmim.com

No Result
View All Result
  • DODOKU
  • KABAR GMIM
    • SINODE
    • WILAYAH / JEMAAT
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
    • WARTA
  • RENUNGAN
    • MTPJ
    • RHK
    • MANNA
  • ARTIKEL
  • KIDUNG
  • KABAR SULUT

© 2026 dodokugmim.com