SOBAT obor, sadarkah kita jika ucapan kita seringkali menyakitkan orang tua, teman, keluarga dan orang yang kita jumpai. Dosa yang dikeluarkan dari mulut diungkapkan dalam kata-kata dapat menyebabkan tidak enak di dengar orang lain. Lidah adalah salah satu anggota kecil dalam mulut, namun dapat menyebabkan dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif, kita menggunakan mulut untuk memuji dan menyembah Tuhan serta mengeluarkan perkataan berkat. Di sisi lain, dampak negatifnya adalah makian, menghina, mengutuk dan mengeluarkan hoax. Perkataan dapat mempengaruhi kehidupan kita. Kita bisa memakai perkataan untuk membangun, saling melengkapi, berkomunikasi, mengasihi dan memulihkan. Akan tetapi, jika kita tidak berhati-hati dan sembarang mengeluarkan perkataan, maka perkataan itu akan menghancurkan hidup orang lain bahkan menghancurkan hidupmu sendiri. Karena itu, jagalah mulutmu.
Firman Tuhan dalam Pengkhotbah 5 : 5 mau menyampaikan agar umat menjaga mulut atau perkataan yang dapat mengarah ke dalam dosa dan jangan sembarang mengucapkan perkataan-perkataan kotor di hadapan hamba Allah. Mengapa demikian? Karena hamba Allah adalah orang yang telah ditahbiskan dan diutus untuk melayani serta menyampaikan Firman Tuhan. Jangan sekali-kali kita memaki, mengeluarkan hoax dan menghujat hamba Tuhan apalagi menghujat Tuhan. Tuhan akan mendatangkan murka dan mendatangkan kutuk di setiap pekerjaanmu.
Apakah kita pernah mengeluarkan perkataan yang menyakiti seseorang dan bahkan sampai membuat dia meninggalkan pelayanan, meninggalkan Tuhan? Jika itu pernah terjadi. Datanglah kepada Tuhan, mohon Roh Kudus memenuhi dan menolong kita agar supaya mulai hari ini, setiap perkataan kita dipenuhi kasih, sukacita, damai, lemah lembut dan rendah hati. Perkataan yang diucapkan dengan hati akan dipimpin Roh Kudus. Kita yang ingin menjadi pengajar, hendaklah tahu menempatkan diri dalam kode etika profesi dan rahasia jabatan. Menggunakan kata-kata yang tidak merusak melainkan membangun untuk kemuliaan nama Tuhan. Bukan hanya mulut yang dijaga, jari-jari juga perlu dikendalikan. Karena jari dapat membuat status dan komentar yang meresahkan di media sosial. Oleh sebab itu, bijaklah dalam mengeluarkan perkataan dan ide, baik di dunia nyata maupun di media sosial. Amin (NAH)





































