SOBAT obor, ada sebuah legenda yang cukup terkenal di Indonesia tentang kisah Malin Kundang. Mande Rubayah adalah nama ibunya yang membesarkan dia sebagai orangtua tunggal sepeninggal ayahnya. Saat ia dewasa Malin pamit kepada ibunya untuk bekerja di kapal. Sang Ibu pun mengizinkannya dengan pesan; anakku jika engkau sudah berhasil dan menjadi orang yang berkecukupan, jangan lupa dengan ibumu dan kampung halamanmu. Malin pun berangkat dan kemudian berhasil menjadi seorang Nahkoda kapal besar dan kemudian menikah dengan seorang putri raja yang cantik jelita. Kehidupannyapun berubah drastis karena sekarang ia bahkan menjadi pemilik banyak kapal dagang. Suatu kesempatan kemudian Malin pulang kampung dan kabar ini terdengar sampai kepada Ibunya yang kemudian berusaha menemuinya. Tetapi ketika ibunya menjumpai dan memeluk Malin ia kemudian melepaskan pelukan ibunya dan mendorongnya sampai terjatuh. Malin pura-pura tidak mengenali ibunya dengan pakaian yang compang-camping. Atas perbuatan Malin itu maka Ibunya kemudian berdoa agar Tuhan menghukum anaknya. Akhirnya badai besar menerjang kapal Malin Kundang sampai seluruh isinya hancur dan serpihan kapal itu berubah menjadi batu juga Malin Kundang yang sedang bersimpuh berubah pula menjadi batu. Batu ini dapat kita jumpai di daerah obyek wisata Pantai Air Manis, Sumatera Barat.
Sobat obor, dari kisah legenda di atas kita juga mengingat peribahasa yang mengatakan bagai kacang lupa akan kulitnya. Suatu pemaknaan dalam kehidupan kita sebagai orang muda untuk tidak melupakan apapun itu dalam kehidupan kita yang telah membuat kita berhasil/sukses. Sebagaimana yang ditegaskan Tuhan melalui kebenaran firmanNya di hari ini; Maka janganlah kau katakan dalam hatimu: kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah enkau ingat kepada Tuhan, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan.
Sobat obor, melalui bacaan firman hari ini maka kita harus selalu mawas diri sebagai orang muda menjalani kehidupan ini dengan benar. Selalu mengingat apapun keberhasilan dalam kehidupan yang teklah kita raih itu bukan karena kita tetapi karena Tuhan yang hidup dan memberikan kehidupan kepada kita. Dengan kehidupan yang kita miliki maka kita boleh beraktivitas dan olehnya Tuhan menyatakan kasihNya bagi kita dan membuat kita boleh berhasil. Hal ini akan membuat kita tidak menjadi besar kepala dan lupa diri. Amin. (ARMI)
























