SOBAT Obor, apakah ciri- ciri orang yang disebut Kristen itu? Apakah dengan berkata- kata hebat tentang dogmatika? Atau setinggitingginya gelar teologi dan jemaat yang ia pimpin? Kita menyaksikan realita dalam sejarah kekristenan ada beberapa tokoh Kristen terkenal yang hebat dalam memberitakan Injil, punya umat yang begitu banyak dengan gereja yang megah tetapi ternyata hancur berantakan karena moral. Sebut saja seorang pendeta Korea Jung Myung Seok yang begitu tenar atas keberhasilannya membangun persekutuan gereja Kristen yang begitu besar. Dalam film dokumenter: In The Name of God: A Holy Betrayaldikisahkan tentang perjalanan pelayanannya yang hancur total karena ia memanfaatkan ketenarannya dengan berbuat cabul terhadap setiap jemaat yang disukainya. Sebuah pelayanan pasti hancur ketika seorang Kristen tidak mengasihi Allah dan manusia sebagai buah pelayanannya. Mengasihi Allah adalah sebuah tanda atau buah dari menjadi seorang Kristen.
Mengasihi Allah berarti hidupnya selalu merindukan sebuah relasi dengan Allah yang terlihat dalam kehidupan spiritual pribadi yang selalu berdoa, beribadah dan bergantung kepada Tuhan Yesus. Tapi tak cukup sampai di situ saja. Bukti atau buah yang paling kelihatan sebagai tanda mengasihi Tuhan itu terlihat ketika seorang Kristen mampu mengasihi sesamanya. Inilah prinsip hidup orang percaya kepada Tuhan yang diselamatkan. Tema kunci mulai sejak Perjanjian Lama sampai dinyatakan dalam Perjanjian Baru memang intinya berkata: Kasihilah Tuhan dengan segenap hati, jiwa, akal budi yang selaras juga dengan mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri. Kalau seorang Kristen apalagi pemuda menerapkan dengan baik cara beriman seperti ini, maka dipastikan hidup seorang Kristen pasti berbuah. Dan buah itu menjadikan hidup tenang, tanpa ketakutan karena hidup demikan menjadikan seorang merdeka. Maka sebagai pemuda Kristen, mari kita tunjukkan buah dari identitas kita sebagai Kristen yaitu Mengasihi. Amin. (DLW)























