SECARA manusiawi kegagalan akan menimbulkan perasaan sedih, kecewa, marah bahkan putus asa. Namun respon orang terhadap kegagalan bisa saja berbeda, ada orang yang merespon kegagalan dengan menyerah, ada juga orang merespon kegagalan dengan tidak berputus asa, karena memiliki pemahaman bahwa kegagalan adalah sukses yang tertunda sehingga ia akan terus berusaha bangkit.
Umat Yehuda pernah mengalami kegagalan sebagai umat pilihan sehingga mereka dihukum. Kenyataan pahit ini sangat menyakitkan bagi mereka. Mereka merespon kegagalan dengan berputus asa. Mereka tidak menyadari bahwa dibalik penderitaan mereka, Tuhan sedang melaksanakan rancangan-Nya. Saat Yehuda hanya mampu melihat sebatas kegagalan, kesulitan dan penderitaan bahkan mereka mengira tidak ada lagi jalan keluar bagi mereka, Yesaya hadir memberikan penguatan melalui Firman, bahwa di dalam Tuhan masih ada harapan, masih ada kehidupan yang baru dan masih ada jalan pulang.
Presiden Soekarno pernah berkata: “gantungkanlah cita-citamu setinggi langit, jika engkau jatuh engkau akan jatuh di antara bintang-bintang” slogan ini tentu menjadi motivasi bagi kita anak muda bangsa Indonesia, namun sebagai pemuda Kristen, Firman Tuhanlah yang selalu memotivasi kita untuk bukan sekedar membuat rencana, menggantungkan cita-cita setinggi langit tetapi yang terutama kita menyadari bahwa Tuhanlah yang sejak semula membuat rencana bagi kita, Tuhanlah yang membuat jalan bagi kita, maka kita harus menyerahkan rencana dan cita-cita kita kepada Tuhan agar dibuat-Nya selaras dengan rancangan-Nya bagi kita. Ingat, pandangan kita akan hidup ini sangat terbatas, kita hanya bisa melihat bagian-bagian kecil dalam hidup ini, tetapi Tunan sanggup melihat hidup kita seluruhnya, la melihat sejak kita bakal anak dalam kandungan ibu sampai dimana batas umur kita bahkan sampai pada kekekalan jiwa kita telah terlihat jelas oleh Tuhan. Sebagaimana Tuhan telah menjaga dan memelihara kita di masa lalu, maka percayakanlah hidupmu di masa kini dan di masa depan kepada Tuhan karena rancangan Tuhan bagi kita bukanlah rancangan kecelakaan melainkan penuh damai sejahtera, Pengamsal berkata : “takutlah akan Tuhan senantiasa karena masa depanmu sungguh ada dan harapanmu tidak akan hilang” (Ams 23: 17b, 18). Amin. (PDW)






































