Amsal 24:19
SOBAT obor, apakah anda pernah mengalami ‘hari yang buruk’? Saat anda berhadapan dengan orang memperlakukanmu dengan tidak baik? Ketika anda berurusan dengan orang jahat, maka anda perlu mengingat satu hal, yaitu anda harus menjadi pintar. Melawan dengan kekerasan mungkin tampak seperti pilihan yang lebih mudah, tetapi belum tentu merupakan pilihan yang bijaksana.Tidak semua orang yang anda temui dalam hidup akan berperilaku terbaik. Namun, anda tidak perlu membalas kekasaran mereka. Bersikap baik kepada orang yang jahat kepadamu memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sebab, kamu pasti menyimpan rasa dendam karena hidupmu sudah diusik olehnya. Suka atau tidak, kita mesti paham, tidak semua sikap orang akan memuaskan hati. Pasti ada saja yang kurang menyenangkan dan itu bagian dari kehidupan.
Orang yang berhikmat akan selalu bersikap baik dan bijak, termasuk ketika berhadapan dengan orang jahat. Saat berhadapan dengan orang jahat, orang berhikmat tidak akan marah atau iri. Memang seringkali kita melihat nampaknya orang jahat atau fasik hidup mereka selalu dalam kebahagiaan, sebaliknya orang yang baik dan benar hidup dalam kesusahan. Kondisi ini mengakibatkan orang merasa tidak adil. Ketidakadilan yang dirasakan ditunjukkan dengan sikap marah dan iri. Sifat marah ini muncul dari dalam dirinya yang sudah diliputi amarah, maka apabila amarah sudah mengendalikan jiwanya atau dengan kata lain nafsunya sudah mengendalikan jiwanya maka pasti akan menjerumuskan kepada kejahatan. Kesenangan yang sering kita lihat dari orang jahat hanya semu. Tuhan tidak menginginkan orang baik itu menjadi sama-sama jahat karena menjadi marah dan iri. Kedua sikap ini tentu bukanlah sikap yang baik, sebab jika kemarahan dan iri sudah menguasai hati, maka akan melahirkan kejahatan. Redamlah kemarahan dengan kesabaran, karena kesabaran laksana air, dan marah laksana api maka siramlah api dengan air kesabaran. Amin (bfp)























