ADA seorang bapak yang berkata: “manusia kadang-kadang lebih bodoh dari keledai”. Mengapa bapak itu berkat demikian? “karena keledai yang bodohpun tidak akan terkantuk pada batu yang sama” Tapi manusia yang katanya cerdas, pinter, jago justru kadang sering jatuh atau terkantuk pada hal-hal yang sama. Pada kebiasaan-kebiasaan yang sama. Pada dosa-dosa yang sama. Orang Israel, sering jatuh pada hal-hal yang sama. Mereka berbuat dosa, bertobat, berbuat dosa lagi, Allah mengampuni, mereka berbuat dosa lagi, dsb.
Sekalipun komitmen manusai sering berubah-ubah, tidak demikian dengan Allah. Allah mempunyai rencana dengan Israel. Rencana tentang datangnya Mesias, Juruselamat. Karena itu ia memilih Israel sebagai bangsa pilihan yang Ia kasihi. Tetapi Israel terus menyeleweng dan hidup dalam dosa. Apakah Allah lalu berubah pikiran? Atau mengubuh rencanaNya dengan menghancurkan Israel? Tidak! Allah dan rencanNya tidak berubah! Sampai Mesias datang dalam diri Yesus Kritus. Yesaya justru menghadirkan gambaran-gambaran indah tentang masa depan yang cerah, bahkan di tengah-tengah kegelapan dan kesulitan. Meskipun dunia ini penuh dengan kegelapan dan kesusahan, Yesaya memberikan gambaran tentang kehadiran cahaya yang bersinar terang. Ini mencerminkan janji Tuhan untuk menyertai umat-Nya melalui segala perubahan dan kesulitan. Yesaya juga menekankan bahwa Tuhan adalah penguasa yang adil dan penuh kasih, yang membawa keadilan dan kesejahteraan. Ini memberikan keyakinan bahwa akhirnya kebenaran akan berlaku dan bahwa Tuhan selalu memelihara umat-Nya dengan mengangkat kuk yang menekan dan mematahkan gandar dan tongkat.
Sobat obor, di minggu Adven ke dua ini, keberadaan hidup kita sedang diuji. Saat iman kita naik turun, saat kesetiaan tergantung keadaan, saat ketekunan timbul tenggelam, saat ketaatan mudah goyah dan komitmen melayani Tuhan muda berubah, maka ingatlah bahwa Allah tidak berubah. Manusia berubah, tetapi Alah tidak berubah. Kasih, kesetiaan, ketaatan, pelayanan dan pekerjaan kita kepada Tuhan bisa saja tergantung dari keadaan, dari situasi dari dari mood kita, tapi kasih dan kesetiaan Allah tiada pernah memilih dan memilah. Tidak pernah membedabedakan bahkan tidak pernah berubah sepanjang masa. Amin (MT)























