SOBAT obor, selamat berakhir pekan sobatku terkasih teruslah bersukacita sekalipun mungkin kita saat ini sedang menanti setiap jawaban Tuhan dari setiap doa kepadaNya. Jangan pernah melupakan Tuhan dalam kehidupan yang sedang kita perjuangkan di masa muda ini. Walaupun memang terkadang kekecewaan tidak dapat kita elakkan dari setiap langkah kita tapi itu bukan berarti membuat langkah kita harus berhenti, teruslah berjalan bersama Tuhan. Sebab berjalan dengan Tuhan jauh lebih menyenangkan daripada berjalan tanpaNya.
Sobat obor hari ini, bacaan kita mengingatkan bagaimana Yesus mengingatkan sesungguhnya (Yun. amen) dimana saja Injil (Yun. euaggelion, kabar baik) diberitakan (Yun. kherukthei dari kherusso, dikhotbahkan) di seluruh dunia maka apa yang dilakukan oleh perempuan yang mengurapiNya akan selalu disebut (Yun. lalethesetai dari laleo, dibicarakan) dan diingat (Yun. mnemosunon, sesuatu untuk mengingat/persembahan yang diingat). Perkataan Yesus ini tentu hendak menyatakan kebenaran Firman Tuhan termasuk melalui kisah perempuan yang mencurahkan minyak narwastu bagi-Nya akan terus diingat dan dilakukan dalam kehidupan semua orang percaya.
Sobat obor, memang benar apa yang dikatakan Firman Tuhan adalah ya dan amin. Oleh karenanya janganlah melupakan Tuhan dalam hidupmu dan jangan pula melupakan narasi tentang seorang perempuan yang mencurahkan/mengurapi Yesus dengan minyak narwastu. Suatu pengorbanan yang mendapat kritikan bahkan amarah tapi dilakukan dengan ketulusan dan cinta kepada Tuhannya. Hal ini juga yang akan memotivasi kita orang muda di masa muda ini agar supaya kita terus mengingat pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib demi menebus dosa kita semua. Suatu pengorbanan yang tidak mudah. Suatu pengorbanan melalui proses kebencian, derita dan kepedihan serta berakhir kepada kematian. Suatu pengorbanan yang sangat mahal harganya dan tidak dapat kita balas. 1 Petrus 1:18-19 mengatakan: “sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat”. Amin. (ARMI)























