MODUS penipuan melalui telepon telah memakan banyak korban. Terlebih lagi di zaman ini, dimana hampir setiap orang memiliki telepon genggam sehingga dapat dengan mudah dihubungi para pelaku. Untuk menguasai kelihaian dalam berkata-kata dan menggaet korbannya, seorang penipu tentu melewati yang namanya proses belajar, terutama belajar bagaimana meyakinkan korbannya. Perlu diketahui, untuk membuat orang yakin tidaklah mudah, dibutuhkan keahlian khusus dalam bermanis-manis kata. Terkadang banyak penekanan-penekanan terhadap setiap ucapannya, bahkan sampai berjam-jam pun kadang rela bermanis-manis kata untuk menggaet hati. Untuk menipu mereka memiliki trik jitu untuk menggaet hati korbannya. Penguasaan bahasa, percaya diri, pengetahuan informasi itu senjatanya. Sang penipu kelihatan meyakinkan pada setiap yang dikatakannya, namun semua yang diucapkkannya adalah hoax.
Sobat obor, Paulus berkata bahwa “aku percaya, sebab itu akau berkatakata, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata”. Apa yang disampaikan oleh Paulus adalah bentuk dari apa yang ia yakini dan percayai. Dan itu tentu bermakna bahwa yang Paulus sampaikan adalah iman percayanya kepada Tuhan. Ia memberitakan tentang Injil Yesus Kristus, karena apa yang diberitakannya itu adalah bentuk dari buah imannya. Tentu sangat aneh jika Paulus memberitakan sesuatu yang ia sendiri tidak yakini bahwa itu patut diyakini. Pengalaman iman yang Paulus alami telah membentuknya, sehingga ia hanya memberitakan sesuatu yang tentu telah ia alami sendiri. Dan ini adalah kekuatan Paulus juga. Kata-kata yang disampaikan bukan hanya sekedar omong kosong. Untuk meyakinkan orang mau percaya Yesus Kristus, maka Paulus terlebih dahulu merasakan bagaimana hidup percaya pada Kristus.
Sobat obor, pengalaman hidup bersama dengan Kristus harus tercermin dalam kata dan tindakan. Sudah seharusnya-lah hidup kita menceritakan tentang Kristus. Jangan biarkan hidup kita jadi batu sandungan bagi orang lain untuk percaya. Mari kita isi kesempatan hidup masa muda ini dengan “menceritakan apa yang kita yakini” sehingga banyak orang menjadi percaya pada Kristus. Amin. (bfp)























