SOBAT obor, pelayan adalah orang yang bekerja untuk melayani kebutuhan orang lain, biasanya untuk makan dan minum di restoran atau tempat makan.
Ia yang melayani mulai dari mencatat pesanan, sampai membawa makanan
minuman yang dipesan ke meja pengunjung. Hal inilah yang Yesus lakukan untuk para murid saat mereka duduk makan dalam perjamuan malam menjelang kematian Yesus. Yesus sebagai Guru dan Pemimpin dari para murid yang dalam pemahaman kita pastilah yang harus dilayani oleh para murid dalam perjamuan tersebut, namun Yesus justru yang terlebih dahulu melayani murid-muridnya. Yesus mengajar para murid bukan hanya lewat kata-kata saja tetapi langsung dengan tindakan nyata. Yesus Melayani bukan dilayani. Hal ini Yesus lakukan untuk menasihati para murid agar mereka hidup saling melayani satu terhadap yang lain. Karena melayani merupakan salah satu karakteristik kekristenan, meneladan Yesus Sang Guru Besar yang dalam kebesarannya justru merendahkan diri sebagai seorang Hamba.
Sebagai pemuda Kristen, baiklah kita saling melayani satu dengan yang lain. Mulai dari dalam keluarga, jika kita sudah terbiasa dilayani oleh orangtua, sudah saatnya kita yang melayani orangtua. Sehingga ketika saatnya kita terpisah dengan orangtua dalam entah karena study atau pekerjaan, kita sudah menjadi pribadi mandiri, bahkan dimana saja kita berada saat situasi kita bisa memberi bantuan, jiwa melayani kita akan mendorong kita untuk terlebih dahulu melayani. Demikianlah kita hidup untuk menjadi berkat bagi sesama terlebih hidup untuk memuliakan Kristus. karena itu, mari Nyatakanlah tindakan melayani yang lahir dari jiwa yang penuh kasih dan kepedulian kepada sesama apalagi mereka yang sangat membutuhkan pertolongan kita. Jika kita masih punya keinginan untuk terus dilayani dan dilayani, ada rasa hina bahkan malu untuk melayani sesama, apalagi orang yang harus kita layani mungkin secara sosial lebih rendah dari tingkat ekonomi kita, dari tingkat pendidikan kita, atau dari kedudukan dan jabatan kita, berubahlah oleh pembaharuan budi dalam tuntunan Roh Kudus, hiduplah dalam ketaatan pada teladan kristus, sehingga kita tidak akan terjerumus pada karakter “Tuan Besar”, melainkan memiliki karakter “Hamba Kristus”. Karena itu, saat melakukan pelayanan kepada sesama, biarlah hati kita tertuju kepada Yesus sehingga siapapun orang yang kita layani akan terlihat seperti Yesus di pandangan mata kita. Demikianlah Yesus berkata dalam Matius 25:40, “sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku”.
Tuhan Yesus memberkati. Amin. (PDW)






































