SOBAT obor, manakah lebih mudah saat ini untuk dilakukan memperkatakan kebaikan Tuhan dengan terus menerus memberitakan kebenaran Firman Tuhan lewat kata dan tindakan ataukah memperkatakan keburukan orang lain? Marilah bersama kita sejenak merenungkannya! Jujur memang harus kita akui bahwa dalam kehidupan di masa muda ini lebih mudah ngegibah ataupun ngebully orang lain saat kita bertemu entah itu di rumah kita, teman kita ataupun di tempot tongkrongan kita daripada saat kita bertemu dan kemudian yang satu berkata bagaimana bestie sudah sampai dimana pembacaan Alkitabmu hari ini? Atau hai bestie boleh dong referensi ayat Alkitab hari ini sebab aku sedang dijahatin orang. Hal ini tanpa kita sadari telah membawa kita lebih banyak berpikir negatif daripada berpikir positif.
Sobat obor, bacaan hari ini mengajarkan kita bagaimana Yesus secara luar biasa menunjukkan sikap hidupnya yang tidak pernah berhenti memperkatakan kebenaran. Dikatakan di ayat pertama, setelah selesai (Yun. etelesen, mengakhiri/ menyelesaikan) pengajaranNya (Yun. logos, perkataan/ajaran) Yesus mengingatkan murid-muridNya tentang kematianNya yang tinggal dua hari lagi. Dimana Dia yang adalah Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan, pada saat Paskah. Hal ini hendak menegaskan bagaimana darahNya sebagai Anak Manusia mengganti darah anak domba yang selalu digunakan pada setiap perayaan Paskah Orang Yahudi. Yesus mengajarkan sekalipun menjelang dibunuh tidak akan membuat Dia lari dari tanggung jawabnya tetapi tetap berkarya sekalipun maut menjadi ancamanNya. Sebab hanya melalui kematian-Nya maka manusia diselamatkan melalui darahNya yang mahal melebihi darah anak domba sembelihan, sebab Dia adalah Anak Domba Allah penghapus dosa dunia.
Sobat obor, melalui bacaan hari ini, marilah kita sebagai orang muda untuk terus menerus memperkatakan kebenaran Firman Tuhan kepada semua orang. Lebih baik memperkatakan kebaikan Tuhan daripada memperkatakan keburukan orang lain. Hiduplah jadi berkat dan bukan menjadi batu sandungan lewat perkataan. Serta mengingat jangan berhenti untuk terus hidup dalam kebenaran sekalipun terkadang kita akan menghadapi banyak rintangan, resiko dan ancaman di dalam dunia ini. Yakinlah bersama Tuhan kita pasti mampu dan dimampukan olehNya. Amin. (ARMI)























