Prajurit sejati harus patuh dan taat kepada atasan dan tidak membantah perintah dan putusan serta melaksanakan tugas sesuai dengan norma, aturan dan hukum yang berlaku. Layaknya atasan pada umumnya, salah satu yang paling mereka benci adalah dibantah oleh anak buah. Jadi, sebisa mungkin kita menuruti apa yang diminta oleh atasanmu, selama itu masih berhubungan dengan pekerjaanmu. Mengambil keputusan yang berbeda, apalagi berlawanan dengan atasan, bukanlah pekerjaan mudah. Sebab, menolak perintah atasan dapat dimaknai sebagai ketidaktaatan yang biasanya berisiko buruk terhadap bawahan.
Sobat obor, Yeremia adalah seorang nabi Tuhan tentu di dalam dirnya ada Roh dan Firman. Seorang yang mempunyai hubungan erat dengan Allah dan menjadi orang kepercayaan-Nya. Ia “dekat” dengan Allah, sehingga seorang nabi harus sejalan dan sependapat dengan Allah. Ia memahami maksud, kehendak, dan keinginan Allah. Dengan kata lain, sang nabi bukan hanya mendengar suara Allah tetapi ikut merasakan perasaan hati-Nya. Ketika umat itu menderita, hati nabi itu merasa pedih. Dia menginginkan yang terbaik dari Allah untuk mereka dan demikian beritanya mengandung bukan hanya peringatan tetapi juga kata- kata harapan dan hiburan. Dalam bagian ini, Yeremia hanya tunduk pada Tuhan, sehingga setiap yang ia katakan adalah firman yang datang dari Tuhan.
Sobat obor, sebagai pemuda gereja, kita menjadi sebagai alat menyatakan kasih-Nya, kuasa-Nya, pengampunan-Nya, keselamatan-Nya, pertolongan-Nya. Berilah diri kita untuk menjadi alat Tuhan. Di tangan manusia, mungkin kita tidak berarti, namun tidak di mata Tuhan. Manusia boleh saja, memandang sebelah mata, namun Tuhan memandang anda berharga bagi Dia. Demikianlah kita dipakai menjadi alat ditangan Tuhan seperti Yeremia. Sadarilah kita hanya alat, untuk menggenapi karya keselamatan dan biarlah Tuhan yang menggunakan kita semakin dimuliakan didalam peragaan hidup kita hari ini. Amin. (bfp)























