Pdt. Conny Kiling, S.Th – Pendeta Jemaat GMIM Sentrum Bitung Wilayah Bitung SatuMazmur yang dalam bahasa Ibrani Tehillim yang berarti puji-pujian dan dalam bahasa Yunani Psalmoi yang berarti nyanyian yang diiringi alat musik. Kitab mazmur adalah kumpulan nyanyian yang berbentuk puji-pujian, doa dan ucapan syukur sebagai ungkapan perasaan pribadi ataupun umat Israel tentang Karya Agung Tuhan Allah.
Mazmur 25 : 1-22 berisikan doa dari Pemazmur Daud yang memohon ampun dosa-dosanya, serta memohon perlindungan dari Tuhan karena ia sedang dikejar oleh musuh-musuhnya.
Pemazmur Daud memakai doa sebagai alat komunikasi dia dengan Tuhan, untuk menyampaikan permohonan-permohonannya pada Tuhan. Seperti ayat 1 “kepadaMu ya Tuhan kuangkat jiwaku” Pemazmur mengangkat jiwanya kepada Allah. Jiwa adalah pusat dari kepribadian manusia. Mengangkat jiwa kepada Allah berarti menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah seluruh perhatian dan konsentrasi Pemazmur diarahkan kepada Allah.
Mengapa Pemazmur datang kepada Allah ayat 2a “Allahku, kepadamu aku percaya”? Pemazmur Daud percaya bahwa hanya Tuhan yang bisa tolong dia. Pemazmur percaya kekuatan kuasa Tuhan melebihi dari kuasa manapun juga. Tuhan mampu melakukan apa saja termasuk mengalahkan musuh-musuhnya, kalau ia tidak percaya tidak mungkin ia datang menjumpai Tuhannya.
Yang luar biasa dari seorang Daud sebelum ia meminta perlindungan dari Tuhan, ia menyadari bahwa ia tidak layak dihadapan Tuhan karena kesalahan-kesalahan dan dosa-dosanya makanya ia meminta ampun sama Tuhan, ia berharap Tuhan tidak mengingat-ingat lagi pelanggaran-pelanggarannya dan Daud mendapatkan kasih setia Tuhan, Tuhan berbuat baik padanya dengan mengampuni dia.
Mengapa dosa kita harus dibereskan terlebih dahulu dengan Tuhan, sebelum kita meminta sesuatu pada Tuhan? Saya mau katakan itu penting! Karena jika dosa kita tidak dibereskan, tidak diselesaikan dengan Tuhan maka dosa itu yang akan menghambat doa-doa kita sampai dihadirat Tuhan. Dosa akan menjadi batu sandungan utuk dijawabnya doa-doa kita kepada Tuhan. Karena dosa akan membuat kita tidak layak datang kepada Tuhan, itu berarti doa kita tidak akan dijawab Tuhan.
Ada banyak orang yang suka meremehkan dosa, makanya tidak sedikit orang yang gemar/suka berbuat dosa. Ia tidak takut berbuat dosa, apalagi kalau ia berpikir sekalipun ia berbuat dosa toh hidupnya aman-aman saja, baik-baik saja, artinya tidak terjadi sesuatu pada dirinya setelah ia berbuat dosa. Aman-aman saja, baik-baik saja bukan berarti kita tidak mendapatkan masalah atas perbuatan dosa kita. Mungkin sekarang kita kelihatan aman-aman saja, baik-baik saja tapi kemudian siapa yang tau, dikemudian hari hidup kita bisa jadi penuh dengan kemalangan, penuh dengan kegagalan, penuh dengan penderitaan. Sebab ada banyak contoh itu terjadi.
Ada orang bilang kiapa stow kita pehidop ini so stengah mati bekerja keras, so berusaha segala macam cara mar nyanda jo berhasil, nyanda mo ta bae tu hidop atau lewat kehidupan anak-anak kita yang bekeng masalah ini dan itu sehingga torang pe doi banyak yang abis for urus tu anak pemasalah. Torang rasa ada saja tu masalah yang datang, ada saja kemalangan yang terjadi menyebabkan berkat tatutup sehingga ekonomi memburuk.
Bukan tidak mungkin kita kena murkanya Tuhan karena torang pedosa pa Tuhan. Sekalipun masalah, kemalangan, penderitaan tidak saja datang atau di alami oleh orang-orang yang telah berbuat salah/dosa tapi itu juga bisa di alami oleh orang-orang yang benar. Akan tetapi beda itu teguran sehingga dihukum Tuhan dengan berbagai masalah, penderitaan, kemalangan dengan ujian dari Tuhan karena sebenarnya itu bukan akibat dari dosa tetapi dalam rangka Tuhan mo lia torang pe iman.
Makanya jangan main-main dengan hidup ini, jangan pandang enteng dengan dosa. Karena apa yang kita tabur itu juga yang akan kita tuai. Tidak mungkin kita tabur jahat lalu menuai yang baik.
Yang paling penting disini adalah sebuah pengakuan bahwa kita bersalah. Pengakuan ada karena kita menyadari akan dosa-dosa kita. Sebab ada orang yang so tau bahwa yang dia ada beking itu salah/dosa, mar dia tidak mau mengakuinya. Ada banyak orang yang suka menutupi, menyembunyikan kesalahannya dan berkompromi dengan kesalahannya dan ini yang paling berbahaya karena orang-orang seperti ini biasanya menganggap diri paling benar oleh karena kesombongan dan orang-orang yang sombong yang merasa tidak ada dosa biasanya sulit untuk mendapatkan pengampunan dari Tuhan.
Sangat berbeda dengan pemazmur Daud, dia datang kepada Tuhan dengan kerendahan hatinya dia dengan jujur dan dengan ketulusan mengakui kesalahannya sehingga Tuhan akan berbuat baik kepadanya yaitu tidak saja mengampuni dosa yang sekarang tapi juga dosa masalalunya/dosa masa mudanya dan menyelamatkan dia dari musuh-musuhnya. Ketulusan dan kejujuran Daudlah yang membuat Ia tidak dipermalukan oleh musuh-musuhnya. Begitu juga orang yang rendah hati akan siap dituntun, dibimbing dan diarahkan hidupnya.
Daud selain berdoa memohon ampun, juga berdoa memohon perlindungan, tetapi juga yang luar biasa, Daud berdoa supaya Ia ada dijalannya Tuhan, di jalan kebenaran, Ia mau hidup takut akan Tuhan, karena Tuhan bergaul karib dengan orang yang takut akan Tuhan bahkan dikatakan orang yang takut akan Tuhan anak cucunya akan mewarisi bumi. Sebab Tuhan memberkati orang yang takut akan Tuhan dan pemberkatan itu berlaku sampai pada keturunannya.
Mari kita belajar dari Daud yang punya kebiasaan berdoa kepada Tuhan, yang selalu curhat pada Tuhan, yang dalam situasi kondisi apapun ia bawa pada Tuhan. Tetapi berdoa kepada Tuhan tidak saja ketika kita punya masalah sehingga dalam sehari bisa 10x berdoa dan rasanya hari itu kita paling dekat dengan Tuhan, tapi disaat kita tidak punya masalah kita malas berdoa, tidak berdoa tetapi juga jangan berdoa hanya untuk mendapatkan solusi atas masalah kita atau membebaskan kita dari masalah-masalah kita. Sebab jika jawaban doa tidak sesuai dengan keinginan maka ada banyak orang yang pada akhirnya lelah untuk berdoa atau tidak mau berdoa lagi karena berpikir Tuhan tidak peduli lagi dengannya.
Ingat doa mengubah hidup kita, untuk kemudian kita dapat melihat apa maksud dibalik semua yang terjadi dalam hidup kita, sehingga kita tidak semakin lemah, rapuh tapi semakin kuat, semakin mampu, semakin bisa menghadapinya. Berusahalah untuk tidak hidup didalam dosa tetapi hidup takut akan Tuhan. Karena dosa hanya akan menghancurkan kita, tapi hidup takut Tuhan kita akan terberkati, dikatakan anak cucunya akan perkasa di bumi. Amin























