DODOKUGMIM.COM, MODOINDING – Ide cemerlang Modoinding Potato Festival (MPF) lahir dari Ketua Badan Pekerja Majelis Wilayah Modoinding Pdt. Wailan Posumah. “Saat mendapat SK penempatan di Wilayah Modoinding, saya langsung meninjau lokasi dan mulai memikirkan apa yang akan saya lakukan di sini dengan potensi yang ada,” jelas dia.
Melihat potensi hortikultura, lanjut dia, yang terlintas dibenaknya adalah mengadakan festival untuk memperkenalkan kekayaan Modoinding pada dunia. “Saya pikir-pikir apa nama yang akan digunakan. Akhirnya kami putuskan menggunakan Festival Kentang walaupun sayuran yang ditampilkan bukan hanya kentang. Supaya lebih mendunia, dinamakan Modoinding Potato Festival,” tutur dia.
Sejak pertama kali bertugas di Modoinding tahun 2014 silam, untuk pertama kalinya MPF digelar. Setelah itu,MPF terus dilaksanakan setiap tahun. “Pertama kalinya hanya oleh jemaat-jemaat GMIM di Wilayah Modoinding. Sekarang sudah melibatkan denominasi lain,” terangnya.
Ia tak menampik dukungan para pendeta dalam suksesnya kegiatan MPF selama enam kali dilaksanakan. “Pelsus dan jemaat sangat berperan dalam suksesnya kegiatan ini,”tambah dia.
Wakil Ketua BPMS Bidang Hubungan Kerjasama Pdt. Ventje Talumepa, menyebut kualitas pendeta yang mampu mengembangkan potensi jemaat, menjadi kebutuhan dalam pelayanan GMIM. “Pendeta harus mampu mengembangkan potensi lokal di wilayah pelayanannya,” tegas dia.
“Badan pekerja majelis sinode bersyukur oleh karena MPF boleh berlangsung hingga tahun ke enam dan wilayaha Modoinding menjadi satu-satunya wilayah di GMIM yang dapat melaksanakan festival seperti ini yang di prakarsai oleh ketua wilayah Pdt Wailan Posumah dengan ide cemerlangnya, ” ujarnya.
Ia menambahkan, mengacu pada suksesnya Wilayah Modoinding melaksanakan MPF maka pihaknya berkomitmen akan membawa hal tersebut dalam Sidang Majelis Sinode Tahunan untuk dibicarakan dan menggarap potensi dibidang perikanan, hasil buah bahkan potensi masing-masing wilayah pelayanan.
“Bidang Hubungan Kerjasama akan mengumpulkan pendeta yang mempunyai talenta-talenta berbeda namun dengan tujuan sama. Secara bersama akan mengembangkan potensi yang ada diwilayah pelayanan GMIM” ungkapnya.(dodokugmim/nikitasangian)

























