
Manusia akan percaya karena melihat, percaya karena terbukti, percaya karena mendengar kesaksian. Namun manusia beriman, percaya kepada TUHAN sekalipun tidak melihat. Sebagaimana yang tertulis dalam Ibrani 11 : 1 “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”
Surat 1 Petrus tergolong dalam surat-surat Am (umum). Dalam 1 Petrus 1 : 1, surat ini di alamatkan kepada orang-orang pendatang yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia. Jemaat sedang berada dalam keadaan yang tidak baik, berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan (ayat 6). Namun, diayatnya yang ke-3, penulis tetap mengajak mereka untuk memuji ALLAH dan Bapa TUHAN kita YESUS KRISTUS. Mengapa? Karena Rahmat-Nya yang besar, Kebangkitan YESUS KRISTUS dari antara orang mati. Jadi sekalipun jemaat sedang berdukacita oleh berbagai pencobaan, mereka tetap adalah jemaat yang menerima karya selamat ALLAH di dalam YESUS KRISTUS. Sehingga membawa setiap orang percaya kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa (Yunani : aphtharton) yang tidak dapat cemar (Yunani : amianton), yang tidak dapat layu (Yunani : amaranton), yang tersimpan di sorga.
Selain tetap memuji Allah, di ayatnya yang ke-6, penulis mengajak jemaat untuk bergembira, bersukacita walaupun sedang diperhadapkan dengan berbagai pencobaan. Bergembira bukan bebas dari penderitaan tetapi karena ada pengharapan bahwa YESUS KRISTUS tidak hanya mati namun bangkit. Dia memelihara dan menguatkan jemaat-Nya, di tengah dukacita oleh berbagai pencobaan.
Dari keadaan jemaat yang sedang berdukacita oleh berbagai pencobaan, akan terbukti pula kemurnian iman, yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas, yang di uji kemurniaannya dengan api sehingga memperoleh puji-pujian, kemuliaan dan kehormatan. Jadi iman dinyatakan, sekalipun belum pernah melihat YESUS KRISTUS dengan kasat mata, namun mengasihi-Nya, percaya sekalipun tidak melihat-Nya dan bergembira karena sukacita yang mulia dan tidak terkatakan yaitu telah mencapai tujuan iman nkeselamatan jiwa. Keselamatan yang telah dinubuatkan oleh nabi-nabi bahwa itu adalah kasih karunia. Dan berita keselamatan itu diberitakan melalui pemberitaan Injil oleh kuasa ROH KUDUS.
Bagaimana dengan kita jemaat TUHAN yang hidup di masa kini? Adakah kita tetap memuji, bersyukur, dan bergembira di dalam TUHAN YESUS saat kita sedang diperhadapkan dengan berbagai pencobaan? Memang sulit rasanya untuk tetap bersyukur, tetap memuji ALLAH apalagi bergembira jika kita sedang diperhadapkan dengan dukacita, berbagai pencobaan, sakit, gagal, rupa-rupa pergumulan dan persoalan hidup lainnya. Tapi melalui bacaan Alkitab ini kita kembali diingatkan dan dikuatkan bahwa Rahmat ALLAH begitu besar dalam kehidupan kita, YESUS KRISTUS bangkit dari antara orang mati. Ini menjadi dasar bagi kita untuk terus berharap. Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bersyukur. Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak memuji ALLAH. Tapi bergembiralah sebab ALLAH di dalam YESUS KRISTUS senantiasa memelihara dan menguatkan di tengah berbagai pencobaan. Bahkan oleh kasih karunia-Nya kita telah diselamatkan.
Dalam menghadapi berbagai pencobaan ada kalanya kita lemah dan jatuh karena mulai ragu dengan kuasa YESUS KRISTUS. Namun berefleksi dari bacaan Alkitab ini, kita mendapati bahwa justru pencobaan dipakai pula untuk membuktikan kemurnian iman. Orang yang beriman akan seperti Tema: “Percaya kepada DIA, Sekalipun kamu tidak melihat-Nya (ayat8).” Orang yang beriman akan tetap mengasihi YESUS KRISTUS yang tidak hanya mati namun bangkit, apapun yang terjadi. Seperti lagu dalam KJ.NO.387 bagian Refr: Namun kutahu yang ku percaya dan aku yakin kan kuasa-Nya, Ia menjaga yang ku taruhkan hingga hari-Nya kelak. Maka di tengah pergumulanmu saat ini, tetaplah bersyukur, memuji ALLAH, bergembira dalam YESUS KRISTUS, jangan putus asa tapi berharaplah kepada TUHAN, Nyatakan dengan sungguh imanmu kepada-Nya, jangan ragu tapi percaya penuh. Iman semakin dimurnikan lewat berbagai pencobaan. Rahmat ALLAH dalam YESUS KRISTUS lebih besar dari pergumulan. Oleh kasih karunia-Nya kita telah diselamatkan. TUHAN YESUS KRISTUS senantiasa memelihara, menguatkan dan mengasihi kita. AMIN.





















