Keluaran18:21–24
(23) Jika engkau berbuat demikian dan Allah memerintahkan hal itu kepadamu, maka engkau akan sanggup menahannya, dan seluruh bangsa ini akan pulang dengan puas senang ke tempatnya.”
MEMILIH ORANG TAKUT AKAN TUHAN ALLAH
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Yitro melihat bagaimana Musa bekerja keras mengadili segala perkara dari pagi hingga petang. Beban kerja ini terlalu berat buat Musa karena harus menangani semua perkara rakyat sendiri. Sebab itu sebagai mertua, Yitro menyarankan agar Musa memilih orang yang cakap, dapat dipercaya dan membenci suap. Pemimpin yang berkeadilan dan berintegritas menjadi pemimpin kelompok dalam rangka menyelesaikan berbagai persoalan rakyat. Orang mendambakan pemimpin yang dapat membawa keberhasilan dalam semua rencana kerja pelayanan dan persekutuan. Dengan adanya pemimpin-pemimpin ini, Musa tidak perlu menangani semua perkara sendirian. Pendelegasian membuat Musa tidak terlalu lelah dan seluruh bangsa dapat pulang dengan puas.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Relevansi dari prinsip ini bahwa kepemimpinan yang efektif membutuhkan pembagian tanggung jawab dan pemberdayaan orang lain. Pendelegasian wewenang memberikan manfaat bagi pemimpin dan yang dipimpin. Di sini, kita diajak berhikmat untuk memilih orang yang jujur dan berintegritas sehingga layak menjadi pemimpin dalam jemaat.
Demikian juga menyangkut tugas rumah tangga bahwa selaku orangtua yang memiliki keterbatasan tidak mungkin dapat menyelesaikan semua beban dan persoalan rumah tangga sendiri. Seperti Musa yang mengalami keletihan fisik dan emosional karena melayani umat Israel dengan segala bentuk permasalahan mereka yang harus ditangani. Musa memerlukan orang lain untuk membantunya. Karena itu perlu berbagi tugas dan tanggung jawab. Untuk itu semua anggota keluarga dapat dilibatkan dalam mengurus pekerjaan rumah tangga sesuai dengan tingkat kemampuan serta usia. Musa telah memberi kepercayaan kepada orang lain dalam hal tugas maka demikian juga dalam keluarga. Anak-anak dan pasangan harus diberi kepercayaan untuk mengatur dan memutuskan hal-hal terkait rumah tangga. Cara ini juga dapat membantu meningkatkan kedewasaan secara emosional tetapi juga spiritual. Selain dapat memupuk kemandirian anak dan pasangan, keluarga hidup saling menghargai satu dengan yang lain.
Doa: Ya Tuhan Allah, tolonglah kami untuk saling menghargai dan menghormati, saling mendukung dalam tugas dan tanggung jawab masing-masing. Jauhkan dari pada kami memandang rendah peran satu sama lain. Dan mampukan kami bersikap terbuka terhadap nasihat, tetapi juga mau memberi nasihat agar kami memiliki kerluarga yang kuat dan bersukacita di dalam Tuhan. Di dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa. Amin




















