Matius 20: 13-15
(13) Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?
(14) Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu.
(15)Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?
KEMURAHAN TUHAN ALLAH
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Anak yang akan pergi merantau meminta meminta persetujuan dari orangtuanya. Karena lewat persetujuan bersama atau kesepakatan bersama berarti di dalamnya ada doa dari orangtua agar supaya anaknya di perantauan selalu dalam keadaan baik. Kerinduan orangtua terhadap anaknya agar menjadi orang yang membahagiakan mereka bahkan sesama. Begitu juga perjanjian antara pimpinan dan karyawan atau pemilik dan pekerja tentunya dilakukan lewat kesepakatan bersama atas segala bentuk usaha yang pasti hasilnya baik dan akan menyukacitakan secara bersama. Bahkan dalam pelayanan gereja, sebagai lembaga yang dibentuk oleh Yesus Kristus ada kesepakatan bersama untuk mewujudkan kasih antara pelayan dan anggota jemaat dalam upaya pendewasaan iman jemaat.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Firman Tuhan Matius 20:13-15 menceritakan tentang seorang pemilik kebun anggur oleh kuasanya bertindak sesuai dengan kesepakatan bersama dengan pekerja-pekerjanya mengenai pemberian upah dengan mengatakan,”aku tidak berlaku tidak adil dengan engkau, ambilah bagianmu dan pergilah”, lalu memberikan kepada pekerja yang masuk terakhir dalam jumlah yang sama.
Khususnya ayat 15 pemilik kebun anggur mempergunakan segala miliknya menurut kehendaknya dan ia lakukan itu dengan murah hati. Firman ini berbicara tentang kemurahan hati pemilik kebun anggur sebagai metafora kemurahan Tuhan Allah. Injil Matius menggambarkan bagaimana kemurahan Tuhan Allah itu diwujudkan kepada semua orang bukan berdasarkan upah kerja (baca : perbuatan seseorang) tetapi berdasarkan kasih karunia. Otoritas pemberian upah kerja di sini adalah gambaran kemurahan Tuhan Allah yang melampaui standar keadilan manusia. Karena kemurahan Tuhan Allah-lah kita diselamatkan bukan karena hasil perbuatan kita.
Kita tentunya harus bersyukur karena Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus telah menganugerahkan berkat lewat pekerjaan dan usaha kita. Di tahun baru ini kita diajak untuk melakukan tugas kita dengan komitmen bahwa Tuhan Allah yang murah hati tetap menyertai dan memberkati kita. Amin.
Doa: Ya Tuhan Allah, kami berterima kasih atas segala berkat-Mu. Tuntunlah kami di tahun baru ini agar tetap di bawah pertolongan dan penyertaan-Mu untuk menyatakan kemurahan-Mu dalam hidup dan pekerjaan. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.


























