Markus 14:41
Kemudian Ia kembali untuk ketiga kalinya dan berkata kepada mereka: ”Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Cukuplah. Saatnya sudah tiba, lihat, Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa.
TIDUR DAN ISTIRAHATLAH
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Untuk ketiga kalinya, Yesus Kristus ketika selesai berdoa kembali datang pada para murid dan mendapati mereka tidak bisa terjaga dan berdoa. Ia mengerti keterbatasan mereka, Yesus Kristus memahami bahwa kadangkala organ tubuh manusia tidak bisa diajak kompromi; mata para murid sudah berat, sehingga membuat mereka tidak bisa menahan kantuk, tertidur dan tidak tahu jawaban apa yang akan diberikan pada-Nya. Yesus Kristus mengatakan “tidurlah sekarang dan beristirahatlah.” Kita dapat simpulkan, yakni betapa lelapnya mereka tidur dan Yesus Kristus dengan sabar tetap terjaga dan menjaga mereka. Jadi kita dapat mengerti mengapa Yesus Kristus tidak lagi meminta atau memaksakan agar mereka tetap terjaga dan berdoa. Karena waktunya telah tiba dan anak Manusia akan diserahkan ke tangan orang-orang berdosa. Masa para murid untuk berjaga-jaga telah selesai, kini saatnya menunggu kegenapan dari kemesiasan-Nya yang harus menanggung penderitaan sebagaimana ungkapan ‘Anak Manusia yang akan diserahkan.’
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Dalam realitas, sebagai keluarga Kristen, kita seringkali bersitegang dan terjebak dalam konflik hanya karena saling memaksakan apa yang kita yakini sebagai sesuatu yang penting dan harus diprioritaskan. Kita kadangkala tidak memiliki bela rasa atau empati untuk memahami persoalan, keragaman dan kekayaan berpikir dalam kehidupan bersama. Kita lebih sering terjebak pada kepentingan jangka pendek dari diri atau kelompok yang akhirnya berujung pada konflik kepentingan (conflict of interest). Ketika hal tersebut terjadi, bukan hanya kita tidak bisa memilih secara etis Kristiani prioritas bersama yang tepat, tetapi juga menghasilkan semangat saling bertentangan dalam kehidupan bergereja, keluarga dan masyarakat. Belajarlah dari sikap dan teladan Yesus Kristus terhadap para murid, agar kita mampu berbela rasa atau berempati untuk mengerti dan menerima bahwa tidak selamanya yang kita anggap penting harus diprioritaskan. Menerima prioritas orang lain adalah juga bagian dari kemampuan mengatur dan mengelola diri sendiri secara efektif. (self managerial) yang berbasis kerendahan dan kerelaan hati memahami dan menerima demi persekutuan yang saling menopang dan menguatkan. Amin.
Doa: Kami bersyukur atas kasih-Mu Tuhan Allah, yang selalu mengerti segala keterbatasan kami sebagai manusia. Ajar kami meneladani-Mu, sehingga tidak mau menang sendiri dan menuntut untuk diutamakan, diistimewakan dalam hidup sebagai bagian dari keluarga, jemaat dan masyarakat. Pakai kami sebagai alat-Mu untuk menegaskan bagaimana berbela rasa atau berempati dengan semua yang ada di sekitar kami. Dalam nama Yesus Kristus, Amin.



















