Yeremia 18:9–10
(9) Ada kalanya Aku berkata tentang suatu bangsa dan tentang suatu kerajaan bahwa Aku akan membangun dan menanam mereka.
(10) Tetapi apabila mereka melakukan apa yang jahat di depan mata-Ku dan tidak mendengarkan suara-Ku, maka menyesallah Aku, bahwa Aku hendak mendatangkan keberuntungan yang Kujanjikan itu kepada mereka.
RANCANGAN TUHAN ALLAH ADALAH KEBAIKAN DAN KEBERUNTUNGAN
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Ketika kita harus memilih keberuntungan atau kemalangan, pasti akan memilih untuk hidup beruntung. Sebab secara alami, manusia menginginkan hidup yang sejahtera dan bahagia. Di era masa kini ada berbagai cara yang dilakukan untuk mendapatkan keuntungan. Ada yang melalui usaha dan proses yang jujur sesuai dengan kehendak Tuhan Allah. Tetapi ada juga yang menggunakan cara instan dengan melakukan penipuan, perjudian dan lain sebagainya. Keberuntungan yang diperoleh melalui cara instan tidak akan abadi dan ujungnya hanyalah kesengsaraan.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Tuhan Allah senantiasa merancangkan damai sejahtera bagi kehidupan umat-Nya. Ini terlihat jelas pada ayat 9 di mana dikatakan Tuhan Allah hendak membangun dan menanam suatu bangsa dan kerajaan. Membangun dalam terjemahan asli dapat berarti memulihkan, memperbaiki atau meneguhkan hubungan dengan Tuhan Allah. Dan menanam berarti menaruh benih kebenaran agar umat bertumbuh dan tetap terpelihara di dalam Dia. Namun, rencana yang baik ini dapat berubah jika mereka melakukan apa yang jahat di hadapan-Nya. Sebagaimana yang dikatakan pada ayat 10 “maka menyesallah Aku, bahwa Aku hendak mendatangkan keberuntungan yang Kujanjikan itu kepada mereka.” Terjemahan Ibrani untuk kata “keberuntungan” menggunakan kata ṭōḇ yang berarti kebaikan, keselamatan, kesuksesan. Jadi keberuntungan dalam Tuhan Allah, bukanlah seperti apa yang dipahami oleh dunia atau hanya bernasib baik saja. Tetapi menekankan pemulihan dan berkat bagi umat-Nya jika mereka taat dan bertobat dari kejahatan yang mereka lakukan.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Hidup dalam Tuhan Allah bukan berarti bebas dari pergumulan dan tantangan hidup. Seringkali ketika berada dalam keadaan menderita, kita merasa bahwa hidup kita tidak beruntung. Ini menjadi ujian iman bagi kita, apakah akan tetap taat dan setia kepada Tuhan Allah atau menjauh daripada-Nya. Namun konsep keberuntungan dalam Tuhan Allah telah jelas diperlihatkan pada bacaan ini, bahwa hidup beruntung sesungguhnya tidak hanya merasa senang dan bahagia saja, tetapi hidup yang tetap terpelihara di dalam janji-Nya. Sehingga, walaupun ada penderitaan, kesesakan yang dialami kita tetap “beruntung” sebab kita ada dalam pemeliharaan dan rancangan-damai sejahtera-Nya. Amin.
Doa: Ya Tuhan Allah, ajarilah kami untuk setia mendengarkan suara-Mu. Jangan biarkan kami menyia-nyiakan kemurahan-Mu dengan hidup dalam kejahatan. Bentuklah kami seturut kehendak-Mu. Dalam nama Yesus Kristus. Amin




















