Penghakiman Tuhan
Zakharia 9:13
Ada pribahasa yang mengatakan bahwa di atas langit ada langit. Arti pribahasa ini yaitu ketika kita merasa hebat dan pandai, jangan lupa bahwa masih ada orang lain yang lebih hebat dan pandai daripada kita. Pribahasa ini juga hendak memberi makna kepada kita orang percaya bahwa selalu ada yang lebih tinggi dari kita dan yang paling tinggi di atas segala-galanya adalah Allah. Allah berkuasa atas segala sesuatu yang adalah ciptaan-Nya. Karena itu sehebathebatnya manusia atau sekaya-kayanya manusia mesti tunduk pada kekuasaan Allah. Manusia tidak boleh berbuat semena-mena terhadap sesamanya dan mengatakan bahwa dirinya tidak akan tersentuh oleh hukum atau penghakiman apapun di dunia ini. Sebab masih ada penghakiman Tuhan, dimana kita akan mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita.
Umat Tuhan atau Israel pernah mengalami pahitnya penderitaan sebagai suatu bangsa yang terjajah. Pihak penjajah atau bangsa asing menawan mereka dengan semena-mena. Negeri dan kota mereka hancur dan orangorang Israel ditawan untuk dibuang ke ke negeri pembuangan. Hidup mereka diperlakukan dengan tidak adil dan mereka bekerja keras tanpa mendapatkan kehidupan yang layak. Pendek kata betapa pahitnya hidup dalam tawanan. Akan tetapi Allah melihat penderitaan umat-Nya dan Allah juga melihat perbuatan sewenang-wenang bangsa penjajah kepada umat-Nya. Karena itu melalui nubuat Zakharia pada bagian ini menunjukkan adanya penghakiman Tuhan. Di mana Yehuda dan Efraim akan seperti busur panah melawan dan mengalahkan musuh-musuh mereka.
Sebagai keluarga Kristen, bagian Alkitab saat ini hendak memperingatkan kepada setiap orang atau siapapun dia untuk tidak berlaku sewenang-wenang terhadap sesamanya. Sadarilah selalu bahwa ada pengakiman Tuhan yang dapat
melihat dan menjangkau setiap aspek kehidupan manusia. Meskipun pada prakteknya perbuatan jahat dan tidak adil
dapat disembunyikan di hadapan manusia, tapi bagi Tuhan tidak ada yang dapat disembunyikan. Dengan demikian adanya penghakiman Tuhan dapat memberi kesadaran bagi kita bahwa jangan bersikap sombong atau lupa diri dan merasa diri lebih penting lalu bisa melakukan apapun pada orang lain. Ingat, Allah membenci perbuatan jahat dan setiap perbuatan jahat akan dipertanggungjawakan di hadapan Tuhan sebagai hakim yang adil. Amin.
Doa: Ya Tuhan, ajarlah kami untuk tunduk terhadap kekuasaan-Mu dan mau melayani sesama kami dengan rendah hati. Amin.






















