Wahyu 20:4a
Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi.
Diberi Kuasa Untuk Menghakimi
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Kata ‘takhta-takhta’ (Yun: thronos) pada ayat ini berasal dari terjemahan asli yang dapat berarti juga penguasa sehingga takhta merujuk pada tempat yang diduduki oleh seorang yang memiliki kuasa atau jabatan tinggi. Takhta-takhta dalam ayat 4a ini ditempati oleh orang-orang yang memerintah bersama Yesus Kristus yaitu para pemenang dari semua jemaat, yang tetap mempertahankan imannya. Mereka yang duduk di atas tahta ini, bukan hanya diberi kuasa memerintah, tetapi diberi kuasa untuk menghakimi (Yun. krima). Orang yang diberi tanggung jawab untuk menghakimi adalah orang yang dapat dipercaya, mampu bersikap adil dan bijaksana menentukan benar dan salah. Itu berarti, orang-orang yang duduk di tahta tersebut adalah orang-orang yang demikian. Jika ayat ini diberikan kepada jemaat pembaca Yohanes berarti mereka dipanggil untuk menjadi orang-orang yang demikian dan jika mereka bertindak seperti itu maka mereka layak duduk di tahta-tahta tersebut. Jadi, dapat dikatakan bahwa tahta tersebut menuntut suatu kualitas hidup tertentu yang tidak semua orang sanggup memenuhinya, namun bukan hal yang mustahil. Tuntutannya jelas, hendaklah setiap orang percaya menjadi orang yang dapat dipercaya, mampu bersikap adil dan bijaksana menentukan apa yang benar dan salah. Ia sendiri harus melakukannya terlebih dahulu sebelum melakukannya kepada orang lain.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Mempertahankan iman sebagai orang percaya di tengah kemajuan zaman bukanlah hal yang mudah. Demikian pula upaya untuk menyatakan iman dengan menjadi orang yang dapat dipercaya, mampu bersikap adil dan bijaksana menentukan apa yang benar dan salah, bukanlah hal yang mudah dilakukan. Hal ini dapat dirasakan juga secara khusus di tengah hidup keluarga. Orangtua harus menemukan pola yang tepat dalam mengajar dan membimbing anak-anak supaya menjadi orang yang dapat dipercaya, mampu bersikap adil dan bijaksana menentukan apa yang benar dan salah. Dengan demikian, orangtua harus menjadi teladan bagi anak-anak. Amin.
Doa: Ya Tuhan Allah tolonglah kami agar dapat menjadi orang yang dapat dipercaya, mampu bersikap adil dan bijaksana menentukan apa yang benar dan salah. Dalam nama Yesus kristus, kami berdoa. Amin.


























