Mazmur 33:20-22
(20) Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita!
(21) Ya, karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada nama-Nya yang kudus kita percaya.
(22) Kasih setia-Mu, ya TUHAN, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.
TUHAN PENOLONG DAN PERISAI
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Siapa pun kita, jika berada dalam suasana hati yang galau dan tertekan karena beratnya pergumulan dan tantangan, pastilah membutuhkan penolong yang dapat membantu untuk keluar dari pergumulan tersebut. Demikian pula dalam keadaan yang penuh tantangan dan bahaya, kita seringkali merasa terombang-ambing dan putus asa, seolah tanpa harapan.
Firman Tuhan yang menjadi perenungan hari ini, mengungkapkan bagaimana pemazmur menantikan pertolongan Tuhan Allah. Pemazmur berkata “Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN” (ayat 20). Kata jiwa menggunakan kata Ibrani leb yang artinya heart (hati), inner-man (inti diri manusia), mind (pikiran), dan will (kehendak). Jadi, keseluruhan diri; pikiran dan kehendak pemazmur sungguh-sungguh menantikan TUHAN, sebab Dia adalah penolong (Ibr. ‘ezer) dan pelindung (Ibr. magen). Ketika umat-Nya mempercayakan diri kepada Tuhan Allah, maka mereka akan dilindungi oleh kuasa-Nya yang kekal. Dia akan menjadi tempat persembunyian dan benteng yang kokoh bagi umat-Nya.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Ayat 21 mengatakan, “Ya, karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada nama-Nya yang kudus kita percaya.” Ketika pengharapan kita diserahkan pada Tuhan Allah, maka hati akan dipenuhi dengan sukacita yang tidak tergoyahkan. Sebab Dia adalah sumber kebahagiaan sejati, sumber kekuatan dan pengharapan yang abadi.
Mazmur 33 ini diakhiri dengan pengharapan kiranya kasih setia Tuhan Allah menyertai umat-Nya. Kasih setia menggunakan kata Ibrani khesed yang artinya kasih setia, kebaikan (goodness, kindness), kasih karunia (grace), dan kesetiaan (faithfulness).
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati oleh Tuhan Yesus,
Sebagai pribadi ataupun keluarga, kita tidak akan pernah luput dari pergumulan dan tantangan, namun ketika mempercayakan hidup kepada Tuhan Allah, kita akan merasakan damai sejahtera yang melampaui segala akal. Oleh karena itu, marilah kita berpegang teguh pada-Nya, sebab Dialah penolong dan perisai kita. Biarlah kasih setia-Nya meliputi kita. Percayalah, bahwa Tuhan Allah tidak akan pernah mengecewakan, sebab Dia setia memelihara dan melindungi kita selamanya bahkan memberi jaminan bahwa Dia akan terus menyertai kita. Amin.
Doa: Ya Tuhan Allah, kami bersyukur karena Engkau adalah penolong dan perisai kami. Kami mempercayakan hidup kepada-Mu, sebab Engkau adalah sumber pengharapan dan kebahagiaan yang sejati. Kiranya kasih setia-Mu selalu meliputi kami, ya Tuhan. Tolonglah kami untuk senantiasa bersandar pada-Mu, sehingga hati kami bersukacita dan percaya kepada nama-Mu yang kudus. Amin.


























