1 Samuel 16:3
Kemudian undanglah Isai ke upacara pengorbanan itu, lalu Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang harus kauperbuat. Urapilah bagi-Ku orang yang akan Kusebut kepadamu.”
URAPILAH BAGIKU ORANG YANG KUSEBUT PADAMU
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Menjelang pemilihan Pelayan Khusus, banyak keluarga mulai mempertimbangkan siapa yang layak, yang berpengaruh, aktif atau bahkan dekat dengan kita. Pemilihan Pelayan Khusus seringkali dikuasai dengan penilaian manusiawi. Sebagai keluarga Kristen, kita seringkali lupa bahwa pelayanan bukanlah soal popularitas, melainkan panggilan dan penugasan dari Tuhan Allah. Dalam suasana ini, keluarga perlu kembali mendengarkan suara Tuhan Allah yang berfirman, “Urapilah bagi-Ku orang yang akan Kusebut kepadamu.” Ini menegaskan bahwa pemilihan pelayan bukan sekadar pilihan manusia, tetapi harus melibatkan kepekaan rohani terhadap kehendak Tuhan Allah.
Tuhan Allah menegaskan kepada Samuel dua hal penting: Pertama, pengurapan merupakan tindakan ilahi untuk tujuan Tuhan Allah (“bagi-Ku”), bukan untuk kehormatan pribadi. Kedua, pemimpin yang diurapi, harus dipilih oleh jemaat dalam proses yang dikehendaki oleh Tuhan Allah. Frasa “Urapilah bagi-Ku orang yang akan Kusebut kepadamu,” menunjukkan bahwa Tuhan Allah memilih sesuai dengan kehendak-Nya. Ia tidak hanya melihat penampilan luar, tetapi lebih utama menilai hati manusia. Dalam konteks ini, Samuel tidak bertindak berdasarkan selera atau pendapat pribadinya, melainkan menunggu tuntunan Tuhan Allah.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Karena itu, proses pemilihan Pelayan harus dimulai dengan mendengar suara Tuhan Allah dan taat pada arahan-Nya, bukan sekadar menimbang kriteria manusiawi. Keluarga yang sedang memilih Pelayan gereja harus mengadopsi sikap spiritual seperti Samuel. Ia bersedia menunggu petunjuk Tuhan Allah dan siap mengurapi mereka yang ditunjuk oleh-Nya. Jangan biarkan simpati pribadi, hubungan kekeluargaan atau tekanan sosial memengaruhi keputusan kita. Doakan setiap langkah kita dan percayalah bahwa Tuhan Allah memilih dan menetapkan pelayan-Nya di tengah jemaat. Pengurapan bukan sekadar seremoni, melainkan tanda pengesahan Tuhan Allah atas kehidupan seseorang untuk tugas pelayanan. Maka, marilah kita bertanya dalam hati, Apakah pilihan kita benar-benar untuk Tuhan? Apakah juga kita siap mendukung mereka yang Tuhan Allah panggil dan pilih “bagi-Nya”? Amin
Doa: Ya Bapa di Sorga berilah kami kearifan untuk memilih pelayan-Mu yang akan menggembalakan jemaat-Mu. Dalam nama Yesus Kristus. Amin




















