Markus 14:35-36
35) Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya.
36) Kata-Nya: ”Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.”
YESUS KRISTUS BERDOA
Yesus Kristus Berdoa
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Firman hari ini menjelaskan, bahwa Yesus Kristus maju sedikit dari tempat Yakobus, Petrus dan Yohanes. Dia memisahkan diri, tetapi dalam jarak yang masih bisa dipantau oleh ketiga murid-Nya. Setelah itu, Dia merebahkan diri, yang bisa ditafsirkan sebagai posisi yang menandakan ketertundukan-Nya, kepasrahan-Nya, penyerahan diri-Nya, lalu berdoa. Tiga hal penting yang Yesus Kristus sampaikan dalam doa-Nya, yakni pernyataan diri-Nya terhadap ketidakmustahilan Tuhan Allah, ketidakberdayaan-Nya sebagai Tuhan dan manusia dan ketaatan-Nya pada kehendak Tuhan Allah.
Sebagai Tuhan dan manusia, Yesus Kristus benar-benar mengalami perasaan takut dan keinginan manusiawi untuk terbebaskan dari penderitaan yang tidak ringan. Sebagai manusia, Yesus Kristus mengalami kerentanan manusia saat berhadapan dengan murka Tuhan Allah. Karena itu, dalam bahasa bahasa Aram, Dia berdoa: ya Abba, ya Bapa. Sapaan yang tidak lazim disampaikan kepada Tuhan Allah.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Orang Yahudi tidak boleh menyebut nama Tuhan Allah dengan sembarangan, karena itu nama Yahwe tidak boleh disebut, mereka hanya bisa menyebut nama pengganti, yakni Elohim, Elohis, Adonai, El Roy dan nama nama lainnya. Para Dewa Yunani-Romawi juga biasanya disapa dengan formal. Tetapi ketika Yesus Kristus menyebut Tuhan Allah sebagai Abba dalam bahasa Aram, dua hal yang tergambar jelas di situ, yakni: Kesatu, Yesus Kristus berdoa secara personal sebagai manusia yang berusaha agar Tuhan Allah, Bapa-Nya agar meluputkan-Nya dari penderitaan. Kedua, seruan Abba, Bapa, adalah pernyataan tegas tentang Ketuhanan-Nya yang memungkinkan-Nya menyapa Tuhan Allah dengan sebutan yang tidak lazim. Ketika menyampaikan kerentanan-Nya sebagai manusia terhadap penderitaan yang akan Dia jalani, Yesus Kristus tetap setia pada kehendak Bapa-Nya. “tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.”
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Kita bersyukur karena di minggu sengsara ke IV ini, kita diingatkan bahwa karena Yesus Kristus, kitapun berlayak memanggil Tuhan Allah sebagai Bapa. Sapalah Tuhan Allah sebagai Bapa dalam semua doa kita saat kita bersyukur dengan kebahagiaan yang kita alami, bergumul dengan berbagai tantangan hidup. Sapalah Tuhan Allah sebagai Bapa, karena Yesus Kristus telah membuka ruang relasi personal yang hangat dengan Tuhan Allah. Amin.
Doa: Kami bersyukur kepada–Mu ya Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus dan Roh Kudus yang memungkinkan kami boleh menyebut–Mu sebagai Bapa. Terima kasih juga karena dengan menyebut–Mu sebagai Bapa, kami menjadi bagian persekutuan Kudus–Mu yang menuntun kami menjalani hidup dengan terus meneladani kekudusan-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, Amin.























