
Syalom.. Damai Dihati!
Saudara-saudara, dusta dalam teks bacaan ini adalah secara khusus mengarahkan pembaca pada dusta tetang ketidakbenaran yang menentang ajaran atau doktrin primer (yang utama) iman kristen. Jadi fokus tetang “dusta” dalam bacaan ini adalah menyoroti para pengajar sesat. Para pendusta yang dimaksud telah berusaha mempengaruhi iman jemaat mula-mula. Para pendusta itu kemudian yang disebut oleh Rasul Yohanes dalam teks ini sabagai antikristus. Antikristus Yun: antikristos. Anti berati “sebaliknya, sebagai ganti bagi” dan Kristos – Kristus Ibr: Mesias (penyelamat). Antikristus adalah orang atau kelompok yang ingin mengganti, melawan dan menentang keilahian dan kemanusiaan Kristus yaitu Yesus.
Ayat 18. “Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir”. Sapaan anak-anakku dalam teks ini adalah salah satu ciri khas keseluruhan surat 1 Yohanes ini, untuk membedakan orang percaya dengan yang tidak percaya. Kemudian “waktu yang terakhir” dalam teks ini menunjuk pada masa akhir zaman yang dimulai dari kedatangan Yesus sebagai Kristus. Dalam tradisi Yahudi, Mesias akan datang sebagai penyelamat Israel. Bagi orang percaya, Yesuslah Mesias itu. Setelah Yesus datang, selesailah zaman lama sekaligus memulai zaman yg terakhir yang sementara berlangsung sampai saat ini. Dan kenyataannya banyak pembenci yang tidak mau menerima Dia (Yesus) sebagai Mesias yang muncul dari tengah Israel. Merekalah yang disebut oleh Rasul Yohanes sebagai antikristus.
Dalam teks ini ada dua antikristus yang menjadi tanda bahwa waktu ini adalah yang terakhir, yaitu; pertama seorang saja dan yang kedua banyak orang. Yang “seorang” saja, dia itu masih akan datang, berarti belum datang. Satu orang itu akan datang menjelang Tuhan Yesus datang kembali sebagai hakim. Kedua, yang “telah bangkit” artinya sudah ada, sudah datang saat Yesus datang pertama sebagai penebus dan penyelamat. Yang pertama itu, sampai saat ini belum ada yang tahu siapa dia, tetapi yang telah bangkit/telah datang mereka telah teridetifikasi seperti pada situasi penulisan surat ini. Ada beberapa antikristus yang menyesatkan jemaat mula-mula diantaranya paham atau kelompok gnostik dan doketisme. Mereka menolak inkarnasi Firman, menolak keilahian Yesus dan menolak kemanusiaan Yesus. Merekalah yang dimakaudkan di ayat 22 (TB) “Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak”. Kemudian penulis menegaskan dalam ayat 27, bahwa pengajaran mereka itu harus ditolak.
Ada hal yang menarik yang diinformasikan oleh penulis bahwa ternyata ada juga antikristus yang menyusup didalam dan bersama dengan komunitas kita. Ayat 19 “Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita”.
Saudara, para antikristus yang “telah bangit” sudah ada sejak zaman Yohanes sampai sekarang ini. Merekalah para pendusta yang menyesatkan banyak orang melalui pengajaran yang menentang, melawan dan ingin mengganti Kristus. Antikristus zaman sekarang adalah mereka yang secara terang-terangan menolak Yesus, seperti halnya orang-orang yang tidak percaya pada Yesus sebagai Tuhan tetapi juga mereka yang menyusup didalam komunitas gereja kita. Siapalah mereka? Mereka adalah orang-orang yang menyebarkan kebohongan berupa doktrin yang baru yang bertentangan dengan apa yang sudah lama kita yakini.
Saudara, teks bacaan saat ini mengarahkan perhatian kita pada antikristus yang yang menentang doktrin primer secara khusus doktrin tritunggal . Pada dasarnya kita meyakini Allah itu esa, satu hakikat dan tiga pribadi. Namun pada kenyataannya ada banyak orang dikalangan gereja yang mengaku kristen dan pendeta tapi justru mengajarkan kebohongan mereka melalui media sosial yang lagi marak sekarang ini. Akhir-akhir ini banyak orang yang berusaha membangunkan kembali ajaran Arius abad ke-4 seperti saksi-saksi Yehova yang menganggap Yesus tidak setara dengan Bapa, ada Allah mayor dan minor, Yesus adalah ciptaan pertama dimana ada waktu saat dimana Yesus pernah tidak ada. Ajaran Sebelian kini dikembangkan oleh Erastus Sabdono yang menganggap Yesus bukanlah penyelamat sejati, sesungguhnya dan kemudian dilanjutkan oleh muridnya Joni Kilapong yang terang-terangan menolak Tritunggal dan menganggap Konsili Nicea tahun 325 M adalah konsili yang munculkan Allah Baru, yaitu Yesus.
Saudara, hal-hal inilah yang perlu mendapat pelajaran sekaligus kekuatan dalam iman kita. Bahwa kita harus berdiri teguh pada pengajaran yang benar. Firman Tuhan saat ini memperingatkan kita akan bahaya antikristus sampai zaman moderen ini. Mereka menyerang ajaran-ajaran yang primer seperti Tritunggal dan teologi keselamatan. Marilah kita berwaspada terhadap antikristus yang berdiam dalam diri teologi Liberal, plurarisme dan kristen progresif. Semua mengarahkan pengajaran mereka yang menentag keilahian Yesus. Jagalah iman kita dari pengaruh teologi-teologi tersebut supaya kita tidak terpengaruh oleh orang-orang antikristus dan menjadi sama dengan mereka.
Saudara berhati-hatilah dengan orang diantara kita yang mengatakan bahwa:
Yesus bukan Allah yang sejati,
Yesus bukan Anak Allah melainkan ciptaan Allah pertama,
Yesus lebih rendah dari Bapa dan lebih tunggi dari Roh Kudus.
Yesus bukan manusia sesungguhnya dan bukan juruselamat sesungguhnya.
Yesus bukan satu-satunya jalan keselamatan,
Yesus juruselamat semua manusia termasuk Yudas yang berkhianat,
Diluar Yesus ada keselamatan,
Keselamatan belum sempurna disempurnakan dengan perbuatan baik,
Keselamatan tergantung pada perbuatan baik.
Dan lain-lain yang bertentangan dengan ajaran atau doktrin primer yang benar.
Mereka yang berpandangan demikian itulah pendusta dan tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran. Amin.




















