DODOKUGMIM.COM, MINUT –
HUT ke-95 tahun Pemuda GMIM digelar menggunakan konsep yang menonjolkan budaya dan bahasa daerah Sulawesi Utara. Hal itu terlihat dalam Ibadah Syukur yang dilaksanakan hari ini, Senin, (5/4/2021) di GMIM Immanuel Kaima, Kecamatan Kauditan, dipimpin langsung oleh Pdt. Dr. Hein Arina sebagai Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM.
Ibadah dilakukan secara luring maupun daring. Walaupun situasi dan kondisi yang belum memungkinkan untuk dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya para pemuda sangat berantusias dengan kegiatan ini. Dengan memperhatikan protokol kesehatan yang hadir langsung ditempat hanya Komisi Pelayanan Pemuda Sinode, panitia pelaksana dan para pengisi acara. Adapun yang mengikuti secara daring lewat live streaming di facebook ada sekitar 1000 lebih akun.

“Sêrêy um Pawangunan, Mamuali Saidi ni Kristus” adalah bahasa Tonsea yang memiliki arti, “Obor Pembangunan, Jadilah Saksi Kristus”. Tema yang selaras dengan perayaan Paskah ini menjadi poin penting yang harus selalu diingat dan menjadi triggered oleh setiap pemuda GMIM dalam melaksanakan pelayanan di era Artificial Intelegence.
Dalam khotbahnya, Ketua BPMS mengingatkan para Pemuda GMIM yang akan memasuki bonus demografi, menghadapi tantangan zaman yang terus berubah, agar supaya selalu kritis dalam kehidupan bergereja, berjemaat maupun berorganisasi. Dengan harapan kualitas pelayanan, kesaksian dalam hal skills yang dimiliki, dan pemberian diri kiranya dapat maksimal karena hal-hal tersebut akan mempengaruhi pelayanan gereja.
“Sekarang pelayanan sudah 95 tahun. Buka pandangan, carilah pendekatan yang dapat dipercaya, diterima dan relevan untuk diaplikasikan, supaya kehadiran di 95 tahun ini betul-betul meningkatkan spiritualitas jemaat, terlebih pemuda, dan profesionalisme di berbagai sektor”, tutupnya.(dodokugmim/revindapalandeng)






































