DODOKUGMIM.COM, TOMOHON – Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM mengingatkan seluruh warga GMIM, bahkan masyarakat agar waspada terhadap ancaman bahaya kebakaran yang semakin marak di musim panas sekarang ini. Hal ini disampaikan Sekretaris BPMS GMIM Pdt. Evert Tangel, S.Th, M.PdK, menyusul kebakaran yang melanda Panti Asuhan Nazaret Tomohon, milik GMIM.
“Angka kebakaran terus meningkat di musim panas yang panjang ini. Warga gereja harus meningkatkan tanggungjawab untuk mencegah kebakaran,” kata Tangel, Sabtu (14/9/2019). Ia mengimbau semua masyarakat untuk melakukan pencegahan secara serius.
Menurut Tangel, pencegahan dapat dilakukan dari hal-hal sederhana. “Sebelum meninggalkan rumah, periksa kembali kompor, colokan dan semua yang berpotensi menghasilkan api. Jangan membiarkan api menyala tanpa pengawasan, termasuk di kebun atau membakar sampah. Bagi yang merokok jangan membuang puntung rokok sembarangan,” terang dia.
Ia berharap para pelayan khusus dapat meneruskan pesan ini di setiap ibadah jemaat. “Dalam ibadah-ibadah, hal ini harus terus diingatkan,” harapnya.
Data yang dikumpulkan dari berbagai sumber, kebakaran di tahun 2019 ini terus mengalami peningkatan. Mulai dari rumah warga hingga perkebunan. Dari Januari hingga September, tercatat ada 177 kasus kebakaran di Manado, 37 kasus di Minahasa, 30 di Bitung, 15 kasus di Minahasa Selatan, di Tomohon lebih dari 10 kasus, termasuk panti asuhan milik GMIM yang mengalami kebakaran pada Kamis, (12/9/2019).
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan kemarau panjang masih akan terjadi hingga akhir September. Seperti yang dirilis di situs resminya, BMKG memprakirakan hujan baru akan turun di Bulan Oktober hingga November mendatang.(dodokugmim/saratuwomea)
























