DODOKUGMIM.COM, MANADO – Peresmian Pastori milik jemaat mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun ke-37 GMIM Musafir Kasuratan Wilayah Manado Mapanget Tumpa, Minggu (6/10/2019). Pastori yang dibangun selama tiga bulan tersebut, menghabiskan dana sekira Rp 200 juta.

Kegembiraan tampak di wajah pendeta dan jemaat yang hadir dalam perayaan tersebut. Sesekali mereka bercanda tentang kerja bakti dalam membangun Pastori. Hal tersebut menjadi begitu istimewa. Betapa tidak, selama 37 tahun berdiri, baru di tahun 2019 jemaat boleh memiliki Pastori.
Pastori tersebut diresmikan Wali Kota Manado DR. Ir. G.S.Vicky Lumentut, SH, MSi, DEA.
Ketua BPMJ Musafir Kasuratan Pdt. DR. Alfrets Daleno mengaku sangat bersyukur pembangunan Pastori terselesaikan. “Membangun Pastori ini menjadi kerinduan besar anggota jemaat. Sebab memang sudah enam tahun saya melayani, tidak ada rumah tinggal pendeta di jemaat ini,” tuturnya.
Ia menyatakan kebanggaannya pada 28 Kepala Keluarga anggota jemaat. “Mereka bekerjasama menopang hingga pembangunan dengan anggaran sekira Rp.200 juta ini boleh tuntas,” ucapnya bangga.
Anggaran besar yang dikumpulkan untuk pembangunan tersebut, lanjut Daleno, merupakan hasil swadaya jemaat, sumbangan donatur dan bantuan Pemerintah Kota Manado.
Ibarat jemaat pinggiran di tengah kota besar. Begitulah Jemaat Musafir Kasuratan dikenal dulu. Daleno menuturkan, lokasi jemaat dulunya dikelilingi hutan, kini menjadi ramai penduduk dan marak pembangunan.
Daleno adalah pendeta pertama yang ditugaskan melayani di jemaat yang hanya terdiri dari satu kolom ini. “Kami kecil namun berharga dan besar di mata Tuhan. Sekalipun hanya satu kolom tapi kami percaya Allah terus melihat dan kiranya jemaat ini bisa jadi berkat dimanapun pergi dan berada, ” tuturnya.
Ibadah perayaan syukur hari ulang tahun dilayani Wakil Sekretaris Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM Bidang Data dan Informasi Pdt. Janny Rende, M.Th.

Dalam khotbahnya, Rende mengajak jemaat untuk terus bersemangat membangun persekutuan. “Umur bertambah kiranya dampak makin terasa sambil terus pertahankan semangat pelayanan ini,” ujarnya.
Dalam prosesi pemasangan lilin, anggota jemaat tertua Yulin Manimbung menceritakan kisah persekutuan jemaat GMIM Musafir Kasuratan Buha dalam membangun gereja dan persekutuan beribadah dengan penuh perjuangan.(dodokugmim/nataliatamangunde/nickysangian)
























